Polisi Tangkap Frans Ngamenken Rikwanta, Pembunuh Sandra Yolanda Duha

Frans Ngamenken Rikwanta Gulo (telanjang dada) saat diamankan polisi
Frans Ngamenken Rikwanta Gulo (telanjang dada) saat diamankan polisi. (Istimewa)
Polisi berhasil menangkap pembunuh siswi SMP Bharlind School, Sandra Yolanda Boru Duha (15) yang tewas dengan kondisi leher masih tertancap pisau saat ditemukan di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Sumatera Utara. Setelah melakukan penyelidikan beberapa hari, polisi pun berhasil mengungkap identitas pelaku.


Pelaku pria bernama Frans Ngamenken Rikwanta Gulo atau berinisial FNRG (16 tahun) ditangkap saat sedang tidur di rumahnya, di Jalan Bunga Rampai Ujung, Simalingkar B, Medan pada Rabu (17/8/2016) hari ini sekitar pukul 00.30 WIB saat tidur.

"Pengungkapan kasus ini dilakukan tim gabungan Polda Sumut, Polresta Medan dan Polsekta Delitua," kata Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fahrizal, Rabu, seperti diberitakan Okezone.

Dari hasil labfor, petugas mendapati di leher sebelah kiri di bawah telinga ditemukan sebilah pisau yang masih menancap. Petugas juga menemukan luka bekas tikaman di rusuk sebelah kiri, jari manis dan tengah tangan kiri terdapat luka sayat.

"Tim gabungan dengan dibantu tim IT DF Polda Sumut melakukan penyelidikan terhadap keberadaan handphone milik korban yang diduga diambil pelaku," jelas Kompol Fahrizal.

Pelaku Ingin Memerkosa

Pada Sabtu (13/8/2016), pelaku disebut hendak menuju rumahnya di Perumnas Simalingkar setelah menjual ayam peliharaan orang tuanya di Pasar Pancurbatu. Saat melintas, ia melihat korban yang tengah bermain ponsel di pinggir jalan. Rikwanta pun mendekati korban karena bernafsu dan ingin memperkosa korban namun ditolak karena korban sedang haid.

"Kejadian tersebut berawal saat pelaku melihat korban sedang duduk-dukuk tak jauh dari lokasi pembunuhan sambil pegang handphone. Kemudian FNRG menghampiri korban dan ingin memperkosanya. Karena kondisi pada saat itu sepi, kemudian FNRG langsung membekap mulut dan menarik korban beberapa meter ke semak-semak," ujar Fahrizal, Rabu (17/8/2016).

Di sana korban terus berontak. FNRG lalu menikamnya dengan pisau di rusuk sebelah kiri sebanyak dua kali dan di leher dua kali. “Karena pelaku takut, pelaku kabur meninggalkan korban dengan luka parah. Saat ditemukan warga, korban sudah meninggal dunia,” kata Fahrizal.

Sementara itu, di hadapan polisi, FNRG mengakui bahwa dirinya telah membunuh Yolanda. Bahkan sebelum ditangkap, dia kerap dihantui arwah korban.

“Aku enggak tahu kalau dia (korban) sudah meninggal. Setelah membunuh aku singgah ke warnet lalu pulang ke rumah. Nah sampai dirumah aku sering didatangi arwah korban. Ke kamar mandi saja aku takut pak. Arwahnya nangis-nangis pak,” kata tersangka yang kesehariannya penjual ayam ternak ayahnya itu.

Hingga saat ini, FNRG masih diamankan di Mapolresta Medan guna pemeriksaan lebih lanjut. Karena masih berusia di bawah umur, pelaku hanya bisa diancam dengan pasal 338 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Polisi Tangkap Frans Ngamenken Rikwanta, Pembunuh Sandra Yolanda Duha Polisi Tangkap Frans Ngamenken Rikwanta, Pembunuh Sandra Yolanda Duha Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/17/2016 07:32:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.