Siswi SMP Ditemukan Tewas Tertancap Pisau di Leher di Medan

Kondisi mayat Sandra Yolanda Duha saat ditemukan
Kondisi mayat Sandra Yolanda Duha saat ditemukan. (Foto: Detikcom)
Sandra Yolanda Duha (15) ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi masih mengenakan pakaian seragam sekolah dan pisau tertancap di leher. Mayat murid kelas dua SMP Bharlin School itu pertama kali ditemukan di Jalan Jamin Ginting, Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sabtu (13/8/2016).



Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, orang yang pertama kali mendapati korban adalah Yusnilawati Sinaga (50), seorang pedagang es kelapa.

Ketika Yusnilawati melintasi lokasi kejadian, dia melihat posisi korban telungkup. Panik, Yusnilawatu langsung melapor kepada Kepala Lingkungan II, Nurfajri (35).

"Terdapat pisau bergagang hitam masih menancap di leher sebelah kiri korban," kata Mardiaz.

Menurut dia, tim identifikasi Polresta Medan telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan alat bukti. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RS Bhyangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

"Tim K9 Satwa Direktorat Sabhara Polda Sumut yang langsung turun melakukan olah TKP. Kasus ini masih dalam penyelidikan," pungkasnya.

Sementara ibu korban menyebutkan Sandra sudah lima hari tak masuk sekolah. "Tadi sudah kami cek ke sekolahnya, katanya anakku ini sudah lima hari enggak masuk. Enggak tahu kemana dia," ungkap ibu korban, Selfi Woeiling (45), Sabtu (13/8/2016) sore.

Ia mengatakan, sebelumnya keluarga sudah pernah bilang kepada pihak sekolah agar memberi informasi jika anaknya tak masuk sekolah. Namun, setelah lima hari tak masuk, sekolah tak kunjung memberi kabar.

"Entah gimanalah sekolah ini. Mereka enggak kasih tahu kami anakku kemana," kata Selfi yang terus menangis di lokasi kejadian.

Belum diketahui apa motif sehingga korban nekat dibunuh dengan begitu keji. Namun, korban yang merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara buah hati pasangan dari Kembul Duha (50) dan Selfi Woeiling (45) diduga dibunuh oleh pacarnya sendiri akibat menolak diajak berhubungan badan. Soalnya, sebelum ditemukan tewas, warga sekitar melihat korban berjalan menuju warung kelapa muda tersebut sambil menelpon seseorang.

“Saya rasa dia itu dibunuh pacarnya, bang. Soalnya dia tadi sekira jam 7 pagi masih sempat kulihat ia berjalan sambil menelpon. Setelah itu berhenti di gubuk. Di sana sudah menunggu beberapa lelaki menggunakan seragam sekolah,” kata salah satu warga.

Lanjut dikatakan, sebelum dibunuh, antara korban dan pelaku diduga masih sempat terlibat cekcok mulut. Soalnya, di samping mayat korban terlihat daun pepohonan yang ada di sekitar lokasi dijadikan alas sebagai tempat duduk di tanah.

“Kemungkinan korban dibujuk cabut sekolah lalu diajak berhubungan. Namun, karena korban sedang halangan (haid) makanya korban menolak permintaan pelaku. Pasalnya, tadi terlihat pembalut wanita yang dikenakan korban (ada bercak darah) tidak lagi ditemukan berada di kemaluannya. Tetapi sudah terlepas dan berada di punggungnya. Mungkin pelaku tidak percaya korban sedang halangan,” tuturnya lagi.

Akan tetapi celana dalam dan shot warna hijau muda yang dikenakan korban terlihat masih dipakai oleh korban. Atau bisa saja korban telah diperkosa oleh pelaku di balik gundukan tanah itu. Takut perbuatanya terbongkar, pelaku lalu menikam leher korban. Dan setelah itu, pelaku kembali mengenakan celana dan shot korban dan setelah itu lalu kabur,” duga lelaki paruh baya ini.
Siswi SMP Ditemukan Tewas Tertancap Pisau di Leher di Medan Siswi SMP Ditemukan Tewas Tertancap Pisau di Leher di Medan Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/13/2016 06:50:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.