Soal Paspor AS, Jawaban Arcandra Tahar dan Mensesneg Belum Jelas

Menteri ESDM Arcandra Tahar tersandung kasus paspor AS
Menteri ESDM Arcandra Tahar tersandung kasus paspor AS. (Foto: Detikcom)
Isu soal paspor AS Menteri ESDM Archandra Tahar menyebar lewat pesan berantai di WhatsApp. Dalam pesan berantai tersebut Arcandra memegang dua kewarganegaraan. Paspor Indonesia dan paspor AS. Arcandra selama ini tinggal di AS dan menjadi eksekutif di perusahaan minyak.

Pesan ini menyebar sejak Sabtu (13/8/2016) pagi. Lewat grup whatsApp, dibeberkan informasi Arcandra menjadi warga AS pada Maret 2012 melalui proses naturalisasi.



Sementara itu Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Denny Indrayana sebelumnya memberikan penjelasan mengenai ketentuan yang diatur dalam Pasal 23 UU Kewarganegaraan Nomor 12 Tahun 2006.

Pasal itu menyebutkan seseorang kehilangan statusnya sebagai WNI di antaranya jika memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri, atau secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing.

"Maka, jika benar informasi yang mengatakan bahwa Arcandra Tahar sudah mengangkat sumpah setia sebagai Warga Negara Amerika Serikat pada tahun 2012, maka yang bersangkutan sudah kehilangan status kewarganegaraan Republik Indonesia-nya," kata Denny Indrayana.

Seseorang yang kehilangan kewarganegaraannya dapat memperoleh lagi status WNI sebagaimana diatur dalam Pasal 31- Pasal 35 UU Kewarganegaraan. Caranya, orang tersebut harus mengajukan permohonan kembali sebagai WNI.

"Arcandra Tahar harus mengajukan permohonan kembali sebagai WNI, tinggal di Indonesia selama 5 (lima) tahun terakhir, dan mengucapkan sumpah janji setia kembali kepada Indonesia. Mengingat Arcandra kabarnya sudah sekitar 20 tahun terakhir tinggal di Amerika Serikat, maka syarat untuk kembali menjadi WNI demikian menjadi tidak terpenuhi," sambungnya.

"Jika kemudian bukti-bukti hukumnya menguatkan bahwa Menteri ESDM Arcandra Tahar bukan WNI, karena telah kehilangan status WNI-nya setelah bersumpah setia menjadi warga Amerika Serikat, dan belum memenuhi syarat untuk memperoleh kembali status WNI-nya, maka tidak ada pilihan lain kecuali memberhentikan Menteri ESDM sebagai menteri RI," imbuh Denny.

Alasannya Pasal 22 ayat (2) huruf a UU Kementerian Negara secara secara tegas mengatur menteri harus memenuhi persyaratan sebagai warga negara Indonesia.

Baca juga: Jika Menteri ESDM Warga AS, Ahli Hukum Ini Minta Jokowi Diturunkan

Lalu apa penjelasan Archandra?

Arcandra menyebut dirinya masih memiliki paspor Indonesia.

"Saya orang Padang asli. Istri saya juga orang Padang asli. Cuma kuliah S2 dan S3 di Amerika Serikat. Saya pergi ke Amerika tahun 1996. Sampai saat sekarang saya masih memegang paspor Indonesia. Paspor Indonesia saya masih valid," ujar Arcandra kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Minggu (14/8/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Saat ditanya soal pernah tidaknya Archandra melepas kewarganegaran Indonesia menjadi warga negara AS termasuk mendapatkan paspor dari negara itu, Arcandra kembali menegaskan dirinya memegang paspor Indonesia.

"Saya masih memegang paspor Indonesia. Proses-proses yang berkaitan di sana sudah saya kembalikan semua. Itu sudah dikembalikan. Silakan tanyakan yang ke berwenang. Saya masih WN Indonesia. Silakan cek paspor saya," ujar Acandra.

Arcandra tidak menjelaskan lebih jauh mengenai apa proses yang dia maksudkan tersebut. Dia pergi meninggalkan kantor Kementerian ESDM.

Ditemui wartawan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Presiden Jokowi meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk menjelaskan status Arcandra. Pratikno pun menjawab pertanyaan para juru warta.

"Jadi kami ingin tegaskan bahwa pak Archandra Tahar itu adalah pemegang paspor Indonesia, jadi beliau pas hadir masuk ke Indonesia juga menggunakan paspor Indonesia. Paspor Indonesia beliau (Arcandra) masa berlakunya sampai tahun 2017," kata Pratikno di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (14/8/2016).

Tak ada tanya jawab setelah Pratikno menjelaskan bahwa Arcandra memilki paspor Indonesia yang masih berlaku. Pratikno tak menjawab, apakah Arcandra memang pernah memiliki paspor Amerika Serikat? Bila memang memiliki, sejak kapan Arcandra memiliki paspor AS? Dan apakah masalah selesai bila Arcandra mengembalikan paspos AS tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan yang menjadi inti persoalan tersebut belum terjawab. Selebihnya Pratikno mengungkapkan alasan Presiden Jokowi meminta Arcandra yang sudah 20 tahun di Amerika Serikat untuk kembali ke Tanah Air. Pratikno tak menjawab rumor yang beredar kencang sejak Sabtu kemarin, yakni soal Arcandra yang disebut memiliki dua paspor dan sudah pernah mengucap sumpah setia sebagai warga Amerika Serikat.

Arcandra sendiri diminta menjawab dengan lugas dan jujur mengenai kabar dugaan kepemilikan paspor AS. Jawaban Arcandra saat memberi penjelasan di kantor Kementerian ESDM pagi tadi dianggap belum menjawab pertanyaan utama mengenai kewarganegaraan AS yang dibarengi kepemilikan paspor.

"Sebenarnya persoalan ini bukan soal besar, kalau Menteri ESDM segera menjawabnya. Berita ini menjadi besar karena Menteri ESDM tidak tegas menjawabnya. Kalau memang Menteri ESDM tidak pernah menjadi WN AS, tidak pernah menggunakan paspor Amerika dalam perjalanannya dari AS ke negara lain, ya katakan saja tidak. Jawab lugas dan jujur saja," ujar anggota Komisi I DPR Martin Hutabarat saat dihubungi, Minggu (14/8/2016).

Arcandra juga diminta menunjukkan paspor Indonesia yang dimiliki yang masih masih berlaku. "Tunjukkan bahwa paspor yang digunakan dalam perjalanan selama 4 tahun terakhir ini adalah paspor Indonesia, kan sudah selesai persoalannya," sambungnya.

Menurutnya, simpang siur soal kepemilikan paspor AS malah membebani kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Isu ini akan terus berkembang dan malah berdampak negatif bila tidak ada pelurusan dari kabar paspor AS Arcandra yang beredar di publik.

"Kalau tidak dijawab, berita ini akan semakin liar dan Jokowi akan dianggap orang sebagai Presiden yang sembarangan saja dalam memilih anggota kabinetnya," kata politikus Partai Gerindra ini.
Soal Paspor AS, Jawaban Arcandra Tahar dan Mensesneg Belum Jelas Soal Paspor AS, Jawaban Arcandra Tahar dan Mensesneg Belum Jelas Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/14/2016 02:20:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.