Dahlan Iskan Sebut Diincar yang Berkuasa, Ini Tanggapan Jaksa

Kejati Jatim tetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka
Kejati Jatim tetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka. (Detikcom)
Beritakepo.com. Jakarta - Saat keluar pukul 19.25 WIB dengan mengenakan rompi merah bertuliskan 'Tahanan Kejati Jatim' di Gedung Kejati Jatim, Kamis (27/10/2016) dan ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,

Dahlan Iskan menyebut dirinya memang diincar oleh orang yang berkuasa.

"Saya tidak kaget dengan penetapan sebagai tersangka ini, dan kemudian juga ditahan. Karena seperti anda semua tahu saya memang sedang diincar terus oleh yang berkuasa," ucap Dahlan.

Dahlan tak merinci soal siapa 'yang berkuasa' itu. Apakah jaksa tinggi Jatim yang berkuasa atau Jaksa Agung, atau bahkan Presiden Jokowi? Publik pun jadi menebak-nebak.

Yang pasti Dahlan mengaku tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi hilangnya aset BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) saat dirinya menjadi direktur utama itu.

"Biarlah sekali-sekali terjadi seorang yang mengabdi dengan setulus hati, dengan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu seperti itu jeleknya, yang tanpa dgaji selama 10 tahun, tanpa menerima fasilitas apapun," ujar mantan Menteri BUMN itu.

"Kemudian harus jadi tersangka, yang bukan karena makan uang, bukan karena sogokoan, bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah," imbuh Dahlan.

"Selebihnya biar nanti kalau saya sudah punya penasihat hukum, biar penasihat hukum yang beri keterangan," tutup Dahlan masih tersenyum.

Lalu apa tanggapan Kejati Jatim?

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jatim, Edy Birton menegaskan proses hukum terhadap Dahlan Iskan dilakukan sesuai ketentuan. Tidak ada 'rekayasa' dalam menetapkan mantan Dirut PT Panca Wira Usaha (PWU) itu sebagai tersangka.

"Ini murni penegakan hukum seperti statement Pak Dahlan. Pak Dahlan mengakui menandatangani penjualan aset. Jadi tidak hanya mengetahui, tapi juga menandatanganni," ujar Edy kepada wartawan di Kantor Kejati Jatim, Jl Jenderal Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (27/10/2016).

Dahlan menjadi tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam penjualan aset PT PWU di Kediri dan Tulunganggung pada periode tahun 2000-2010. Diduga penjualan aset itu di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). "Kesalahannya mengenai penjualan aset. Beliau mengetahui, mentandatangani," sambung Edy.

Namun jumlah kerugian negara yang terjadi akibat kasus ini masih dalam hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Atas perbuatannya Dahlan dikenakan Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Pemeriksaan sebagai tersangka tadi sejak pukul 5. Pertanyaan sebagai tersangka 3 pertanyaan, tapi sebagai saksi ada 16 pertanyaan pada hari ini," sebut Edy.
Dahlan Iskan Sebut Diincar yang Berkuasa, Ini Tanggapan Jaksa Dahlan Iskan Sebut Diincar yang Berkuasa, Ini Tanggapan Jaksa Reviewed by Amborsius Ambarita on 10/27/2016 09:46:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.