Pengamat: Sultan Gabung Kelompok Ciamis Pimpinan Fauzan Al Anshori

Sultan Azianzah saat dilumpuhkan polisi
Sultan Azianzah saat dilumpuhkan polisi. (Istimewa)
Pengamat terorisme Harits Abu Ulya menilai aksi penyerangan Sultan Azianzah pada tiga polisi di Tangerang sama sekali tak terkait dengan kelompok tertentu. Aksi itu dilakukan atas inisiatif pribadi atau biasa disebut fenomena lone wolf.

Pendiri The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) ini menyebut, Sultan sebenarnya sosok yang pintar dan tinggal bersama kakaknya yang seorang anggota polisi di Asrama Polri

Paham radikal Sultan mulai dimiliki saat ia bergabung dengan Kelompok Ciamis pimpinan Fauzan Al Anshori.

"Kelompok Ciamis figur sentralnya Fauzan al Anshori dan berafiliasi ke IS (Islamic State)/ISIS," kata Harits, seperti diberitakan CNN Indonesia.

Berdasarkan keterangan dua kakak kandung Sultan yang juga anggota Polri, laki-laki 22 tahun itu diketahui pernah hilang beberapa bulan. Ia ditemukan berada di Ciamis dan belajar di pesantren tersebut. Saat itu keluarga memutuskan untuk membawa pulang Sultan.


Pesantren dan kelompok kajian yang didirikan Fauzan kini sudah bubar. Fauzan juga sudah meninggal akhir tahun lalu. Menurut Harits, setelah pesantren dibubarkan, banyak pengikut Fauzan yang ditangkap. Kini hanya tersisa sekitar lima hingga enam orang.

Karena itu aksi penyerangan Sultan pada tiga orang polisi Tangerang kemarin menurut Harits tak lebih sebagai fenomena lone wolf. "Aksi kekerasan yang ia lakukan adalah inisiatif pribadi," kata Harits.

Bahkan bisa jadi pemicunya adalah problem pribadi atau keluarga. Menurut Harits, keyakinan yang ia pahami menjadi semacam legitimasi untuk tindakan yang ia lakukan.

Harits melanjutkan, menempel stiker ISIS pernah dilakukan Sultan sebelumnya. Ia bahkan sudah diperingati oleh kakaknya yang anggota Polri. Bahkan kakak kandunganya sudah meminta bantuan anggota polisi yang lain untuk memperingati Sultan.

"Tapi SA (Sultan) tetap saja tidak berubah makin resisten kepada sosok polisi," kata Harits.

Penyerangan pada anggota polisi oleh Sultan dinilainya bukan terkait dengan motif politik kelompok tertentu. Apalagi desain dari kelompok tertentu yang jadi rujukannya.

Aksi kekerasan, kata Harits, bisa punya beragam motif. Bisa keyakinan yang dianutnya atau bahkan faktor ekonomi. "Atau karena kondisi labil dan depresi seseorang," ujarnya.

Harits berharap tak ada generalisasi atau bahkan penghubung-hubungan kasus kekerasan ini dengan jaringan atau kelompok tertentu yang membuat perkara yang terjadi malah jauh dari subtansi aksi kekerasan seperti yg terjadi.

Sultan menyerang tiga orang anggota Polisi di Kota Tangerang kemarin menggunakan senjata tajam. Salah satu yang jadi korbannya adalah Kapolsek Tangerang Komisaris Effendi.

Sultan baru menghentikan aksinya setelah ditembak kaki dan perutnya. Sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang, Sultan akhirnya tewas saat akan dibawa ke RS Polri. Polisi menyebut Sultan tewas karena kehabisan darah.

Jenazahnya kini sudah dimakamkan di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang tanpa diautopsi setelah mendapat persetujuan keluarga.
Pengamat: Sultan Gabung Kelompok Ciamis Pimpinan Fauzan Al Anshori Pengamat: Sultan Gabung Kelompok Ciamis Pimpinan Fauzan Al Anshori Reviewed by Amborsius Ambarita on 10/21/2016 01:07:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.