Bikin Sayembara Rp 1 M Potong Leher Ahok, Seorang Pria Tua Dipolisikan

Jaringan Advokat Republik Indonesia melapor ke Polda Metro Jaya
Jaringan Advokat Republik Indonesia melapor ke Polda Metro Jaya. (Suara.com)
Beritakepo.com. Jakarta- Aksi penghadangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, di kawasan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Rabu (2/11) siang berbuntut panjang. Aliansi Masyarakat Cinta Damai Jakarta dan Jaringan Advokat Republik Indonesia, menyayangkan pernyataan salah satu koordinator yang melakukan pengadangan karena diduga mengandung unsur suku agama ras dan antargolongan (SARA), dan melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor polisi LP/5442/XI/2016/ PMJ/Ditreskrimsus, hari ini.

Berdasarkan tayangan video berjudul "Gempar! Pak Haji: Bunuh Ahok gue kasih 1 miliar" yang diupload di You Tube, koordinator yang berusia 60-an tahun itu menyampaikan siap membayar Rp 1 miliar bagi siapa pun yang bisa membunuh Basuki, ketika melakukan pengadangan terhadap Basuki di Rawa Belong.

Ketua Umum Jaringan Advokat Republik Indonesia Krisna Murti mengatakan, pernyataan itu sudah terlewat batas karena diduga mengandung SARA.

"Bagi kita ini sudah terlewat batas, karena sudah masuk pengancaman dan menjanjikan iming-iming hadiah Rp 1 miliar untuk kepala Ahok. Kita juga menyayangkan adanya pernyataaan unsur membawa-bawa SARA. Ucapannya itu membuat keresahan dan memperkeruh situasi," ujar Krisna, usai membuat laporan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11), seperti diberitakan Beritasatu.com.

Dikatakannya, pernyataan pria tua itu merupakan aksi provokator, karena mengajak orang untuk melakukan tindak pembunuhan dan mengandung unsur SARA.

"Kami melihat di sini semacam sayembara jaman kerajaan. Diiming-imingi seseorang dengan pidato di depan umum. Memancing seseorang untuk berbuat pembunuhan, membawa kepala Ahok. Ini sudah sangat di luar batas hukum. Makanya, kami ingin segera diproses dan dipanggil pria tersebut," ungkapnya.

Ia pun meminta aparat hukum untuk mengusut siapa pria tua yang menyampaikan pernyataan itu.

"Karena itu kami meminta aparat hukum segera memanggil pria tersebut. Segera diproses hukum karena ucapannya. Kalau ini dibiarkan akan menjadi keresahan. Proses hukum, karena semua orang di mata hukum sama," katanya.

Sebelum membuat laporan, Krisna menyampaikan telah berdiskusi dengan sejumlah ulama. Diketahui, beredar tayangan video di You Tube yang merekam seorang pria tua meminta Basuki tidak masuk wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pekan lalu.

Pria tua yang mengenakan kemeja putih, kopiah putih serta sorban berwarna hijau itu mengaku sesepuh di wilayah Rawa Belong. Menggunakan pengeras suara pria itu menyampaikan, siapa yang bisa membunuh Basuki, akan dibayar Rp 1 miliar.

Simak videonya di bawah ini.



"Ane minta kalau calon gubernur nomor urut dua (Basuki-Djarot) masuk Kebon Jeruk, jangan dikawal, lepasin aja. Gue kasih Rp 1 miliar untuk bunuh Ahok," katanya.

Pria itu pun rela menjual rumahnya, kemudian membayar Rp 1 milar kepada siapa pun yang bisa memotong leher Basuki. "Gua jual rumah gua Rp 10 miliar. Ada Rp 1 miliar di tangan gua, gua kasih yang bisa potong Ahok, mati dan hidup kapan pun juga,” ucapnya seraya memperagakan memotong leher.
Bikin Sayembara Rp 1 M Potong Leher Ahok, Seorang Pria Tua Dipolisikan Bikin Sayembara Rp 1 M Potong Leher Ahok, Seorang Pria Tua Dipolisikan Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/07/2016 07:43:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.