Dituding Hina Nabi Muhammad, Desmond Dilaporkan ke Bareskrim

Politisi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa
Politisi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa. (Istimewa)
Beritakepo.com. Sindiran yang dilakukan Desmond Junaidi Mahesa terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbuntut panjang. Ketua DPP Partai Gerindra ini dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Aliansi Nasional 98. Desmond dianggap pihak pelapor, memperolok Nabi Muhammad SAW.

Aliansi yang beranggotakan 10 orang ini memberikan laporannya selama kurang lebih 2 jam di Kantor Bareskrim (KKP), Gedung Mina Bahari II, Jl Medan Merdeka Timur No. 16, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016). Desmond dilaporkan terkait pernyataan pada acara talkshow di iNews TV dan dimuat di salah satu media online.

Saat itu, Desmond mengkritik Ahok yang menjadikan ulama asal Mesir Syeikh Amr Wardani sebagai saksi ahli kasus dugaan penistaan agama dalam gelar perkara kemarin. Nyatanya, Sekretaris lembaga fatwa (Darul Ifta) itu batal menjadi saksi dan pulang ke negaranya lebih awal.

"Kita sudah ada MUI yang benar-benar dari negara kita sendiri, Amr ini siapa kan dia dari negara luar. Kenapa tidak sekalian Ahok hadirkan Nabi Muhammad yang benar-benar memahami surat Al-Maidah," kata Desmond saat itu.

"Yang mengatakan bahwa kalau toh misalnya, 'kenapa tidak Ahok menghadirkan Rasul aja, Tuhan yang menghadirkan Rasul'. Buat kami bahwa, ketika dia tidak suka atau benci seseorang, jangan lah mengulang ucapan seperti Ahok," ujar salah satu anggota aliansi Heriyono kepada wartawan.

Desmond dilaporkan pelapor atas nama Bambang Sri Pujo dengan nomor laporan: TBL/807/XI/2016/Bareskrim. Bambang menilai pernyataan Desmond sangat bertentangan dengan pasal 156 KUHP juncto pasal 28 ayat 2 undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

"Nah ini menurut kami, itu sangat bertentangan dengan pasal 156 A, sehingga kami selaku warga masyarakat merasa tidak nyaman," jelas pelapor Bambang Sri Pujo.

Bambang juga menilai pernyataan Desmond tersebut sesuai dengan keputusan MUI tentang penistaan Agama. "Bahwa salah satu bentuk dari penistaan agama dari MUI pada tahun 2007 yang pertama adalah, mengingkari salah satu dari rukun Islam dan rukun iman," jelas Bambang.

"Jadi setelah dianalisa secara hukum bahwa pernyataan Desmond J Mahesa ini lebih bahaya kami anggap, kami duga dari pernyataan Pak Ahok," jelasnya lagi.

Dikonfirmasi terpisah, Desmon mengatakan pernyataan itu dilontarkannya pada saat acara di stasiun TV swasta. Dia membantah bermaksud memperolok nabi Muhammad.

"Ya mana mungkin gua memperolok," ujar Desmon.

"Saya kan muslim, masa saya menghina nabi saya sendiri?" ujarnya.

Desmond lalu menyebut pernyataannya itu didasari oleh rukun iman yang ada di agama Islam. Salah satunya adalah mengenai iman kepada nabi.

"Dalam Islam kita percaya Nabi Isa dan mukjizatnya Nabi Isa itu menghidupkan orang meninggal. Nah di talkshow itu gue bilang, kenapa Ahok enggak minta ke Tuhannya untuk menghidupkan Nabi Muhammad untuk meluruskan tafsir-tafsir itu?" beber Desmond.

Desmond sendiri mempersilakan saja bila ada yang mengadukan dirinya ke polisi. Tetapi dia belum merasa telah menistakan nabi apabila belum ada pernyataan dari MUI.

Simak video yang memuat pernyataan Desmond.

Dituding Hina Nabi Muhammad, Desmond Dilaporkan ke Bareskrim Dituding Hina Nabi Muhammad, Desmond Dilaporkan ke Bareskrim Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/16/2016 08:05:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.