Emon Penculik 2 Siswi SMP di Bandung Tewas Kecelakaan

Emon alias Lukman Nurhakim
Emon alias Lukman Nurhakim. (Detikcom)
Beritakepo.com. Bandung - Dua bulan buron, pelaku penculikan dan pencabulan terhadap dua siswi SMP Negeri 4 Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditemukan tewas. Emon begitu dikenalnya para korbannya, mengalami kecelakaan lalu lintas di Cibinong, Kabupaten Bogor beberapa hari lalu.

Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan langsung mengecek ke lapangan setelah mendapatkan informasi itu. "Memang betul itu adalah jasad dari pelaku penculikan dan pencabulan yang sedang kita cari. Dia (Emon) meninggal karena kecelakaan ini orangnya sama dengan yang kita cari," ujar Ade, Rabu (9/11/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Polisi bertambah yakin setelah dua korban Emon membenarkan jika korban yang tewas itu adalah penculik mereka. Kendati Emon sudah memangkas rambutnya menjadi botak, namun kedua siswi tersebut masih mengenalnya.

"Ketika diperlihatkan fotonya korban dua siswi itu mereka juga menyebut benar kalau itu adalah pelakunya. Pipi kanan dekat hidung ada tahi lalatnya. Alisnya dann rahangnya juga sama. Korban sekarang di Rumah Sakit Cibinong," kata dia.

Ade melanjutkan, sebelum kecelakaan terjadi selama beberapa hari sang pelaku penculikan sempat bekerja di wilayah Bogor. "Jadi sebelum kecelakaan dia ini sudah 10 hari kerja di rumah seseorang dengan menunjukkan kartu identitas KTPnya atas nama Lukman Nurhakim," tuturnya.

Namun Ade menyebut identitas KTP yang digunakan oleh pelaku adalah palsu. Emon menyimpan KTP milik orang lain yang digunakan selama penculikan dua siswi tersebut ke salah satu hotel di Jakarta.

"KTP yang dibawa oleh tersangka ini untuk chek in di hotel, sama dengan KTP yang ditemukan oleh seseorang yang menjadi majikannya dari korban yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Jadi identitas ini palsu," tandasnya.

Polisi pun kembali menyelidiki identitas sebenarnya pelaku penculikan ini.

Emon disebut memakai identitas palsu atas nama Lukman Nurhakim. Hingga kini identitas asli Emon masih misterius.

Ternyata selama ini Emon menggunakan data palsu. Kepada korban dia mengaku bernama Lukman Nurhakim sesuai dengan KTP yang dimiliknya. Namun ternyata itu bukan identitas dia sebenarnya.

"Kami akan selidiki lagi untuk memastikan identitas dari orang yang mengalami kecelakaan itu. Kami ingin tahu dia itu siapa dan tinggal di mana. Kita belum pegang identitas aslinya siapa," ujarnya.

Selama menjadi buronan polisi, Emon bekerja di rumah seseorang. Belum diketahui bekerja sebagai apa Emon di sana. Setelah tewas karena kecelakaan dan dibawa ke Rumah Sakit Cibinong, sang majikan menemukan KTP yang dipegang oleh Emon dan bermaksud menelusuri keluarga Emon.

"Majikan Emon menghubungi kakaknya si majikan ini atas nama Muhammad. Dia nyari alamat KTP itu ke Baleendah, Kabupaten Bandung. Setelah ketemu si orang yang punya KTP ini bilang kalau itu orang yang dicari Polres Cimahi. Baru lapor sama kita," lanjutnya.

Ade menegaskan orang yang memiliki KTP tersebut masih hidup. Polres Cimahi pun telah memanggil sang pemilik KTP yang sebenarnya untuk diambil keterangannya.

"Jadi ternyata pemilik KTP ini (Lukman Nurhakim) saat itu identitasnya hilang dan ditemukanlah oleh sang penculik di jalan. Nah ini yang digunakan oleh pelaku untuk chek in. Pelaku ngaku kepada korban kalau dia Emon alias Lukman Nurhakim. Ternyata itu identitas palsu," jelasnya.

Polres Cimahi telah mencoba untuk melacak identitas asli Emon menggunakan Mobile Automatic Multy Biometric Identification System (Mambis). Alat ini adalah alat identifikasi otomatis melalui pemindaian sidik jari dan iria mata. Namun disayangkan, alat tersebut tak berhasil mengidentifikaai identias asli Emon.

"Sepertinya si pelaku ini belum punya KTP. Jadi dari hasil keterangan si pemilik asli KTP kalau identitasnya hilang sejak bulan Februari 2016 lalu dan ditemukan oleh Emon ini," lanjutnya.

Belum adanya identitas yang sebenarnya, Ade menambahkan, hingga kini jenazah Emon sang penculik masih berada di Rumah Sakit Cibinong. Belum ada pihak keluarga yang mengambil jenazahnya

Emon sendiri menculik dua siswi Kelas 3 SMP Negeri 4 Gununghalu sekitar bulan September 2016 lalu. Korban atas nama Tiara Putri (14) dan Laras Wati (14) itu dibawa penculik ke wilayah Jakarta. Saat itu kedua korban dilaporkan oleh ayah Laras Wati atas nama Sutisna(47) ke Polres Cimahi pada 6 September 2016 lalu. Keduanya hilang sejak hari Sabtu tanggal 3 September 2016.

Saat itu proses pencarian dilakukan pihak kepolisian. Akhirnya kedua korban berhasil dibawa pulang setelah ditemukan di dua lokasi berbeda. Laras ditemukan di sebuah hotel kawasan Sunter, Jakarta Utara pada tanggal 10 September 2016. Sementara Tiara ditemukan pengemudi taksi di Sumedang, Jawa Barat.
Emon Penculik 2 Siswi SMP di Bandung Tewas Kecelakaan Emon Penculik 2 Siswi SMP di Bandung Tewas Kecelakaan Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/08/2016 09:28:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.