Ikut Demo 212, 86 Orang Massa GNPF Ciamis Batal Jalan Kaki ke Jakarta

Penampakan massa yang ikut berjalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta
Penampakan massa yang ikut berjalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta. (Polda Jabar)
Beritakepo.com. Massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Kabupaten Ciamis yang berjumlah 86 orang batal melakukan aksi jalan kaki (longmarch) menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demo 2 Desember.

Sebelumnya, ribuan orang berencana berjalan kaki karena perusahaan otobus menolak menyewakan kendaraan ke Jakarta akibat imbauan polda namun kini jumlahnya berkurang drastis. Massa tersebut kini berada di sebuah masjid yang terletak di perbatasan Ciamis-Tasikmalaya untuk menunggu armada bus mengangkut mereka ke Jakarta.

"Sebenarnya begini, pengajuannya itu kan 10 ribu (orang) ya, dan hasil terkumpul saat mau berangkat itu tinggal seribu," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri, Selasa (29/11/2016) dilansir Detikcm.

Namun, jumlah massa berkurang drastis setelah ada pertemuan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan pimpinan pusat GNPF-MUI di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

"Dijelaskan oleh Pak Kapolres kepada Ustaz Deden dan para jamaah yang berangkat itu, akhirnya berkurang tinggal 86 orang. Nah, yang 86 orang itu sekarang tidak jalan, sedang menunggu saja di perbatasan, di masjid, enggak lanjut jalan kaki. Di masjid saja sambil nunggu," ujar Yusri.

Lokasi yang dimaksud adalah masjid di area Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah. Ponpes ini berada di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Aksi long march ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap PO bus yang menolak menyewakan armadanya," kata Yusri via pesan singkat, Senin (28/11) malam.

Yusri Yunus mengatakan aksi massa berjalan kaki ini dimulai pada pukul 10.20 WIB, Senin (28/11/2016). Yusri menjelaskan rombongan massa ini mayoritas merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Ciamis. Menurut Yusri, dari informasi terkini yang didapatkan polisi, pihak GNPF Pusat memberikan instruksi agar massa tidak berjalan kaki ke Jakarta.

"GNPF Pusat akan mengirimkan armada bus untuk membawa massa aksi dari Kabupaten Ciamis ke Jakarta," kata Yusri.

Dihubungi terpisah, Koordinator Lapangan (Korlap) Deden Bardukamal alias Mama Golangsing mengatakan, pihaknya tetap melanjutkan aksi jalan kaki menempuh Jakarta.

"Ada instruksi dari GNPF pusat yang meminta sebagian naik bus," tutur Mama via telepon.

Malam ini rombongan peserta, menurut Mama, istirahat di Ponpes Miftahul Huda Utsmaniyah. Rencananya mereka kembali bergerak pada Selasa (29/11) pagi melalui rute Tasikmalaya dan Garut untuk menjemput massa lainnya yang ingin bertolak ke Jakarta dengan jalan kaki.

"Jadi yang dari Ciamis terbagi dua. Kalau nanti yang naik bus akan berangkat Kamis (1/12) sore," sambung dia.

"Tujuan kita longmarch ini untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang nanti kita lewati. Kita ini benar-benar ke Jakarta melakukan aksi damai, bukan untuk makar," kata Mama menegaskan.

GNPF MUI sudah menyepakati pemindahan lokasi aksi Bela Islam III dari semula di Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin berpindah ke Monas. Polri siap mengamankan jalannya aksi yang diisi dengan kegiatan ibadah.

"Kegiatan dilaksanakan dari jam 8 pagi sampai jam 1 (siang) dalam bentuk kegiatan suci yaitu kegiatan keagamaan, zikir tausiyah, doa dan diakhiri salat bersama. Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi, ini tidak melanggar hukum karena tidak mengganggu ketertiban publik " kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam jumpa pers bersama GNPF MUI di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakpus, Senin (28/11).

Ketua Pembina GNPF MUI Habib Rizieq sebelumnya meminta kepolisian tidak lagi mengeluarkan imbauan-imbauan untuk menghalangi warga yang akan ikut aksi unjuk rasa ke Jakarta.

"Kami sepakat tidak ada lagi imbauan-imbauan dari polda-polda seluruh Indonesia yang menghalang-halangi umat Islam untuk ikut hadir ke acara ini," kata Rizeiq dalam jumpa pers di kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Tidak hanya itu, Rizieq menjelaskan, disepakati juga tidak ada lagi imbauan yang dikeluarkan pihak kepolisian untuk para pengusaha transportasi agar tidak melayani warga yang akan ke Jakarta.

"Sudah jadi kesepakatan dengan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian). Imbauan-imbauan itu harus ditiadakan," ujarnya.
Ikut Demo 212, 86 Orang Massa GNPF Ciamis Batal Jalan Kaki ke Jakarta Ikut Demo 212, 86 Orang Massa GNPF Ciamis Batal Jalan Kaki ke Jakarta Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/28/2016 09:14:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.