Jalan Novanto Jadi Ketua DPR Lagi Diprediksi Mulus Tanpa Hambatan

Jokowi dan Setya Novanto
Jokowi dan Setya Novanto. (Liputan6.com)
Beritakepo.com. Jakarta - Partai Golkar memutuskan agar Setya Novanto diusung kembali ke kursi Ketua DPR, menggantikan Ade Komarudin. Jalan Novanto diprediksi akan berlangsung mulus tanpa halangan, kecuali bila satu hal terjadi. Apa itu?

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, mengkilas balik skandal 'papa minta saham' yang membikin Novanto mundur dari jabatan Ketua DPR pada Desember 2015.

Saat itu, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memproses kasus dugaan pelanggaran etik Novanto dalam skandal itu, Novanto diduga mencatut nama Presiden Jokowi untuk meminta saham PT Freeport Indonesia. Namun Novanto sudah keburu mundur duluan dari jabatan Ketua DPR sebelum MKD membuat keputusan soal kasus Novanto itu.

"Jadi memang MKD tidak membuat keputusan apapun. Sebelum MKD membuat keputusan, Novanto menyatakan mundur. Dalam situasi seperti itu, kita tidak punya catatan dia terbukti melanggar kode etik," kata Bastian, panggilan akrab Sebastian Salang, Selasa (22/11/2016).

Bahkan belakangan, MKD justru mengembalikan nama baik Novanto. Novanto juga telah menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Lalu bagaimana dengan proses hukum terhadap Novanto terkait dugaan pemufakatan jahat 'papa minta saham' itu?

Sebagaimana diketahui, kasus Novanto itu tak bisa dilepaskan dari peranan Sudirman Said yang kala itu sebagai Menteri ESDM. Sudirman kala itu menyodorkan bukti rekaman hasil sadapan perbincangan Novanto, Riza Chalid, dan Presiden Direktur Freeport Maroef Sjamsoeddin.

Novanto menggugat pasal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ke Mahkamah Konstitusi (MK), bahwa sadapan itu tidak sah karena tidak dilakukan oleh aparat penegak hukum. MK kemudian mengabulkan gugatan Novanto itu. Maka menjadi problematislah sadapan itu, padahal sadapan itu menjadi alat bukti pula di Kejaksaan Agung untuk menyidik kasus pemufakatan jahat.

"Kita berpikir pelanggaran etik berhenti, tapi pelanggaran pidananya tetap diproses. Namun ternyata MK mengabulkan judicial review yang diajukan Pak Novanto," kata Bastian.

Terbaru, rapat pleno Golkar pada Senin (21/11) kemarin mengusulkan agar Novanto kembali menjadi Ketua DPR lagi. Bila ini berhasil terealisasi, maka ini adalah rekor tersendiri untuk parlemen di Indonesia.

"Ini pertama kali dalam sejarah, bahwa orang yang sudah mengundurkan diri dari Ketua DPR kemudian kembali lagi di periode yang sama sebagai Ketua DPR lagi," kata Bastian.

Bastian melihat jalan Novanto menuju kursi Ketua DPR lagi terpantau mulus, lancar, tanpa hambatan. Kasus di MKD sudah tak masalah, menang gugatan di MK, dan kasus pidana pemufakatan jahat juga sampai sekarang belum ada perkembangan. Di internal Golkar, Novanto dipandangnya sudah menjalankan lobi-lobi jitu sehingga mayoritas pengurus mendukungnya menjadi Ketua DPR.

"Golkar tentu sudah menghitung bahwa Novanto secara hukum dia aman, MKD aman, MK aman, hingga pidana juga aman. Di internal DPP Golkar juga aman. Ya sudah, kenapa tidak diambil itu kursi Ketua DPR?" tilik Bastian.

Juga, lanjutnya, ada faktor lain pula yang membuat Novanto merasa mungkin menduduki kursi Ketua DPR lagi. Faktor itu adalah dukungan politik atau setidaknya kenyamanan politik dari Presiden Jokowi. Sebagaimana diketahui, Novanto membawa Golkar menjadi partai pendukung pemerintahan.

"Pasti eksekutif mempertimbangkan untung ruginya bila Novanto jadi Ketua DPR," kata Bastian.

Lagipula, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 alias UU MD3 tak melarang bahwa orang yang sudah mundur dari jabatan Ketua DPR untuk kembali lagi ke jabatan itu. Apa benar jalan Novanto sudah semulus itu? Hanya ada satu kemungkinan yang bisa menggagalkan Novanto kembali menjadi ketua DPR: gerakan masif dari anggota dewan untuk mempersoalkan moralitas Novanto yang pernah terlibat 'papa minta saham'.

"Novanto bisa menjadi Ketua DPR lagi kecuali kalau anggota DPR menyoroti catatan di masa lalu, yakni bila ada gerakan kolektif dan masif yang digalang anggota DPR," tandas Bastian.

Namun sepertinya hal itu sulit terjadi karena Novanto dikenal ahli melakukan lobi politik. Sementara, Sekretaris Fraksi Golkar Aziz Syamsudin akan segera mengirimkan surat ke DPR terkait penggantian jabatan ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto. Menurut Aziz, proses penggantian itu akan berlangsung cepat sekitar 2 minggu.
Jalan Novanto Jadi Ketua DPR Lagi Diprediksi Mulus Tanpa Hambatan  Jalan Novanto Jadi Ketua DPR Lagi Diprediksi Mulus Tanpa Hambatan Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/21/2016 10:54:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.