Jelang Demo 4 November, Polisi Pantau Provokator di Medsos

Ketua FPI Rizieq Syiehab saat memimpin demonstrasi
Ketua FPI Rizieq Syiehab saat memimpin demonstrasi. (CNN Indonesia)
Beritakepo.com. Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya berjanji akan mengantisipasi seluruh potensi ancaman yang dapat menimbulkan kericuhan dalam aksi unjuk rasa sejumlah organisasi keagamaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Jumat 4 November.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, salah satu langkah preventif yang dilakukan Kepolisian adalah memantau media sosial. Polisi akan menindak pihak-pihak yang menyebarkan isu provokatif dan mengadu domba masyarakat.

"Terkait demontrasi 4 November, Polda Metro Jaya sudah dari jauh-jauh hari sudah mengantisipasi. Semua informasi intelijen kami kumpulkan. Kami minta masyarakat tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang provokatif dan saling mengadu domba," kata Awi di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (31/10).

Menurut Awi, langkah ini dilakukan lantaran polisi kerap menemukan media sosial menjadi alat untuk memprovokasi masyarakat. Bahkan, pernyataan atau gambar yang mengadu domba antarorganisasi masyarakat hingga membenturkan aparat Kepolisian dan tentara juga sering beredar di media sosial.

Awi mengatakan, pihaknya akan mengundang seluruh pemimpin organisasi masyarakat yang ikut dalam aksi unjuk rasa 4 November. Polisi bakal memberikan arahan kepada para pemimpin organisasi masyarakat untuk mencegah anggotanya melakukan tindak anarki.

"Dalam upaya, silakan saja. Ini negara demokrasi, silakan saja menyampaikan pendapat. Tapi pemimpin ini harus mengendalikan massanya, jangan sampai terprovokasi dengan hal-hal tidak diinginkan dalam artian berbuat anarki," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Muhammad Ramdhan Effendi menemui Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di Polda Metro Jaya pada hari ini.

Ia menyatakan, meminta Iriawan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dan menindak tegas oknum-oknum yang hendak bertindak anarki dalam aksi unjuk rasa 4 November mendatang.

"Silakan demonstrasi, itu hak masyarakat yang dilindungi undang-undang. Tetapi dengan catatan, jangan melakukan tindakan anarki," kata pria yang akrab disapa Anton Medan itu.

FPI Jamin Damai

Salah satu organisasi masyarakat yang akan ikut dalam demonstrasi 4 November, Front Pembela Islam (FPI), menjamin aksi demo yang akan mereka langsungkan bakal berjalan damai.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin berjanji akan menangkap sendiri oknum-oknum yang memprovokasi dan bertindak anarki dalam demonstrasi tersebut.

"Kalau ada provokator, akan kami jebloskan ke dalam penjara. Polisi percayakan itu kepada kami," ujar pria yang kerap disapa Habib Novel itu kepada CNNIndonesia.com.

Ia menegaskan, demonstrasi 4 November bertujuan untuk menuntut penegakan hukum di Indonesia dan tidak terkait dengan urusan politik ataupun Pilkada DKI Jakarta 2017.

Novel pun mengajak seluruh elemen masyarakat, baik Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri untuk ikut dalam demonstrasi pada 4 November. Ia juga mengimbau seluruh kantor dan sekolah yang berada di sekitar Masjid Istiqlal dan Istana Negara untuk meliburkan aktivitasnya.

"Ini bukan urusan politik. Kami enggak pernah dapat dana khusus sedikitpun. Ini gerakan masyarakat muslim Indonesia yang spontan,” kata dia.

Pernyataan serupa sebelumnya disampaikan oleh Imam Besar FPI Rizieq Syihab lewat akun Twitter-nya, @syihabrizieq. Ia mengimbau PNS, TNI, dan Polri ikut turun ke jalan beraksi.

Rizieq meminta segenap pegawai dan pelajar diliburkan oleh perusahaan dan sekolahnya terkait rencana demonstrasi 4 November mendatang.

"Seruan kepada TNI, POLRI dan PNS sebagai garda bangsa dan negara: ayo turun bersama umat pada Aksi Bela Agama dan Negara 4 November 2016," tulis Rizieq.
Jelang Demo 4 November, Polisi Pantau Provokator di Medsos Jelang Demo 4 November, Polisi Pantau Provokator di Medsos Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/01/2016 12:54:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.