Kasusnya Sudah P21, Ahok: Kita Buktikan di Pengadilan!

Ahok berpidato di Rumah Lembang
Ahok berpidato di Rumah Lembang. (Istimewa)
Beritakepo.com. Kejaksaan Agung telah selesai menelaah kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki T Purnama (Ahok) dan menyatakan berkas lengkap atau P21. Dengan demikian, Kejagung akan segera melimpahkan berkas perkara ke pengadilan. Lalu bagaimana tanggapan Ahok?

Ahok tak mau komentar panjang soal hal ini. Termasuk soal pernyataan Jampidum Noor Rachmad yang menyatakan fakta yang teliti menggambarkan perbuatan yang dilakukan memenuhi unsur Pasal 156 dan 156 a KUHP.

"Kalau sudah masuk P21 ya biasanya akan cepat masuk di pengadilan. Tetapi saya belum ada surat pemanggilan," kata Ahok kepada wartawan di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016), dilansir Detikcom.

"Saya tidak mau banyak berkomentar jauh. Saya tidak tahu. Nanti kita buktikan saja di pengadilan," lanjut Ahok.

Lalu apakah Ahok merasa kasus ini menganggu kampanyenya di Pilgub DKI? "Kalau bagi saya sendiri suruh cuti saja sudah penganggu bagi petahana seperti saya," katanya.

Sementara, Tim Ahok senang dan siap membuktikan di pengadilan.

"Jadi kita senang biar seluruh rakyat Indonesia tahu di mana persoalannya. Semoga sidang ini terbuka seperti sidang Jessica," kata jubir Timses Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, kepada wartawan, Rabu.

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah selesai menelaah kasus Basuki T Purnama dan segera melimpahkan berkas perkara ke pengadilan. Berdasarkan hasil analisa Kejagung, pidato Ahok di Kepulauan Seribu akan dikenakan dakwaan Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP.

Ruhut yakin Ahok tak akan terjerat pasal penistaan agama. "Ya nanti kita buktikan di pengadilan. Kita buktikan saja di pengadilan," katanya.

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah selesai menelaah kasus Basuki T Purnama dan segera melimpahkan berkas perkara ke pengadilan. Berdasarkan hasil analisa Kejagung, pidato Ahok di Kepulauan Seribu akan dikenakan dakwaan Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP.

Pasal 156 KUHP berbunyi:

Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Adapun Pasal 156a menyatakan:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;

b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa
Kasusnya Sudah P21, Ahok: Kita Buktikan di Pengadilan! Kasusnya Sudah P21, Ahok: Kita Buktikan di Pengadilan! Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/30/2016 12:09:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.