Mengenal Rahmat Satria, Direktur Pelindo III yang Kena OTT Pungli

Rahmat Satria, Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III
Rahmat Satria, Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III. (Foto: Istimewa)
Beritakepo.com. Rahmat Satria atau RS yang merupakan Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis Pelindo III menjadi tersangka dalam kasus pungli yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kini ia sudah ditahan Bareskrim Polri.

Polisi juga menetapkan tersangka lain bernama Agusto Hutape yang, Direktur PT Akara Multi Karya (AMK). PT AMK merupakan perusahaan topeng dalam melakukan pungli kepada kontainer yang ingin keluar dari Pelabuhan Tanjung Perak tanpa dasar hukum.

Berikut profil dan kekayaan RS, yang kini sudah dipecat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Dikutip dari situs Pelindo III, Rahmat diangkat menjadi Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis pada Mei 2014 dengan Surat Keputusan Menteri BUMN tentang No: SK-103/MBU/2014 tanggal 12 Mei 2014 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan (Persero) PT. Pelabuhan Indonesia III.

Rahmat yang kelahiran Makassar 29 Desember 1959 ini sebelum ditarik menjadi Direktur di Pelindo III, pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Berlian Jasa Terminal Indonesia (2005 – 2013) dan Direktur Utama PT. Terminal Petikemas Surabaya (2013 – 2014).

Tak heran, latar belakang Rahmat adalah sarjana akuntansi dari Universitas Hasanudin Makassar tahun angkatan 1985 dan kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjana di STIE IPWI Jakarta jurusan Magister Manajemen Keuangan tahun 1999.

Total kekayaan Rahmat di Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) tercatat dilaporkan tahun 2010 lalu, saat Rahmat menjabat Direktur Utama PT Berlian Jasa Terminal Indonesia. Ditilik dari acch.kpk.go.id, Rabu (2/11/2016), total kekayaan Rahmat adalah Rp 4.658.432.785 yang terdiri dari:

1. Harta tidak bergerak (tanah dan bangunan), tercatat ada 8 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai kota Bekasi, Surabaya, Sidoarjo, Makassar dan Maros dengan nilai total Rp 1.486.238.066

2. Alat transportasi dan mesin lainnya, terdiri dari mobil Toyota Avanza, Honda Jazz dan sepeda motor merek Honda senilai Rp 296.000.000 serta harta bergerak lainnya senilai Rp 90.000.000.

3. Surat berharga terdiri dari 14 surat berharga dengan tahun investasi 2008-2010 dengan nilai total Rp 1.962.092.500

4. Giro dan setara kas lainnya senilai Rp 751.102.219

5. Piutang Rp 100.000.000

Penangkapan Rahmat berawal dari operasi tangkap tangan terhadap Agusto Hutapea, Direktur PT Akara Multi Karya sepekan lalu. Agusto ditangkap saat sedang meminta pungutan kepada importir.

Dari pengembangan pemeriksaan, Agusto kemudian menyebut nama Rahmat yang diduga ikut menikmati duit hasil pungli. Informasi ini langsung ditindaklanjuti tim saber pungli dengan mendatangi kantor Rahmat di lantai 3 Gedung Pelindo III, Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete menyebut uang Rp 600 juta disita dari ruang kerja Rahmat. "Totalnya Rp 10 miliar dari kasus ini yang saat ini diamankan tim satgas," kata AKBP Takdir.

Setiap bulannya, Rahmat Satria diduga bisa menerima Rp 5-6 miliar hasil pungli. Modus yang digunakan adalah memungli kontainer impor yang ada di Terminal Peti kemas Surabaya (TPS). Yang melakukan pemeriksaan kontainer, kata Takdir, adalah PT Akara Multi Karya (AMK) terhadap kontainer yang ditangani Balai Karantina. Namun tidak semua kontainer diperiksa. Yang diperiksa hanya satu atau dua.

"Yang kontainer lainnya tidak diperiksa namun harus membayar. Satu kontainer Rp 500 ribu-Rp 2 juta per kontainer," kata Takdir.
Mengenal Rahmat Satria, Direktur Pelindo III yang Kena OTT Pungli Mengenal Rahmat Satria, Direktur Pelindo III yang Kena OTT Pungli Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/02/2016 11:42:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.