Naman S, Penghadang Kampanye Djarot Mengaku Tak Dibayar

Sekelompok orang menghadang Djarot Saiful Hidayat di Kembangan Utara
Sekelompok orang menghadang Djarot Saiful Hidayat di Kembangan Utara. (Liputan6.com)
Beritakepo.com. Naman S (52), tersangka penghadangan kampanye Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Kembangan Utara telah ditangkap dan masih dalam pemeriksaan polisi. Pria yang berprofesi sebagai penjual bubur tidak dibayar oleh pihak-pihak tertentu untuk menghadang kampanye Djarot itu.

"Yang bersangkutan mengaku tidak ada dibayar, itu inisiatifnya saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/11/2016), dilansir Detikcom.

Awi menjelaskan, Naman ditangkap setelah penyidik mendapatkan pelimpahan berkas dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Karena penyidik hanya punya waktu selama 14 hari, maka polisi melakukan upaya penangkapan terhadap Naman.

"Kemudian yang bersangkutan diperiksa sampai pukul 01.00 WIB dini hari tadi, dan siang tadi sudah dipulangkan," ungkapnya.

Awi menjelaskan, alasan penyidik tidak menahan Naman karena ancaman hukumannya atas dugaan pelanggaran Pasal 184 UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada itu, ancamannya di bawah 5 tahun.

"Karena ancamannya itu hanya 1-6 bulan penjara, sehingga tidak bisa dilakukan penhanan," ungkapnya.

Awi juga menjelaskan alasan penangkapan. "Karena kalau dilakukan pemanggilan, dikhawatirkan yang bersangkutan tidak datang, sementara penyidik cuma punya waktu 14 hari harus P21," pungkasnya.

Sementara ini penyidik telah memeriksa dua belas orang saksi, salah satunya adalah Djarot yang melaporkan kasus tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Naman S, Penghadang Kampanye Djarot Mengaku Tak Dibayar Naman S, Penghadang Kampanye Djarot Mengaku Tak Dibayar Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/23/2016 01:05:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.