Sri Mulyani Beberkan Modus Impor Tekstil Ilegal ke Indonesia

Sri Mulyani gelar jumpa pers soal Impor Tekstil di Kementerian Keuangan
Sri Mulyani gelar jumpa pers soal Impor Tekstil di Kementerian Keuangan. (Detikcom)
Beritakepo.com. Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut, impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) semakin marak setiap tahunnya. Menurutnya, kerugian yang dialami industri tekstil dalam negeri akibat impor ilegal mencapai Rp 30 triliun.

Sri Mulyani mengungkapkan, modus yang paling sering dilakukan importir TPT ilegal dilakukan lewat impor borongan. Impor borongan sendiri yakni impor yang pengirimannya dilakukan oleh jasa perusahaan importir lain.

"Pertama ini kita mau hilangkan seluruh praktik impor borongan. Impor dilakukan secara gelondongan, terutama TPT termasuk pakaian bekas yang merugikan industri tekstil," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/11/2016), seperti diberitakan Detikcom.

"Modus lainnya yang sering dilakukan, yakni importir borongan (secara) ball. Ini yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama produk pakaian bekas, dan dijual dengan harga sangat murah," imbuhnya.

Modus lainnya, ujar Sri Mulyani, produk TPT selundupan masuk lewat importir undername, atau mengimpor barang dengan meminjam perusahaan lain yang memiliki izin dan terdaftar di wilayah pabean.

"Kemudian importir underline yang memiliki izin, tapi kemudian dipindah tangankan barang yang diimpor pada pihak lain. Izin dipakai sebagai modus penyelundupan," ucap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Data penindakan secara nasional sendiri menunjukkan, pada tahun 2015 ada 162 kasus penyelundupan TPT yang telah berhasil dilakukan penindakan oleh Bea Cukai.

Di tahun 2016 sampai dengan Bulan Oktober kasus penyelundupan TPT yang berhasil dilakukan penindakan oleh Bea Cukai ada 151 kasus. Ke depan, pemerintah berkoordinasi dengan kepolisian dan kementerian terkait, akan melakukan tindakan tegas untuk beberapa perusahaan yang diselidiki melakukan praktik curang ini.

"Kalau perlu kita lakukan tindakan semacam shock therapy. Nanti kalau disampaikan lokasinya di mana ya jadi sudah dulu. Jadi yang diinstruksikan sekarang buat shock therapy," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, dengan sejumlah kasus yang telah berhasil ditindak, pihaknya telah berhasil menidaklanjutinya dengan memecat karyawan di direktoratnya yang terlibat, dan juga memberikan penghargaan kepada yang berhasil mencegah penyelundupan.

"Mengenai penegakan hukum. Sudah 42 yang saya penalti, sebagian dicopot, turun pangkat dan dipecat. Disamping itu ada 62 yang kita berikan penghargaan," ungkapnya.

Penyelundupan tekstil sendiri dilakukan melalui dua jenis pelabuhan. Ada yang pelabuhan kecil, dan juga pelabuhan besar.

"Seperti pelabuhan tikus, itu pakaian besar. Itu nilainya kecil tapi mengganggu pasar industri nasional. Untuk penyelundupan dari pelabuhan nasional juga merugikan. Impor ilegal dari berikat juga banyak karena mereka tulang punggung ekspor. Pokoknya yang baik kita beri insentif, yang tidak baik kita beri penalti," tukasnya.

Informasi saja, industri TPT merupakan industri padat karya dan mampu menyerap banyak tenaga kerja bahkan menciptakan lapangan tenaga kerja baru pada sektor distribusi dan perdagangannya.

Negara-negara industri utama di Asia, seperti Jepang, China, dan Korea Selatan mengawali revitalisasi menuju negara industri dengan mengembangkan manufaktur TPT.

Dalam kondisi krisis pun, Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di sektor TPT terbukti masih bisa bertahan dan menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi sektor konsumsi rumah tangga. Hal ini lah yang mendorong pemerintah sangat concern akan hal ini.
Sri Mulyani Beberkan Modus Impor Tekstil Ilegal ke Indonesia Sri Mulyani Beberkan Modus Impor Tekstil Ilegal ke Indonesia Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/10/2016 07:30:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.