Survei Indikator: Elektabilitas Agus Tertinggi 30,4%, Ahok 26,2% Anies 24,5%

Indikator merilis hasil survey terbaru Pilgub DKI 2017
Indikator merilis hasil survey terbaru Pilgub DKI 2017. (Suarajakarta.co)
Beritakepo.com. Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis survei mengenai Pilgub DKI Jakarta 2017. Pada survei tersebut, pasangan calon gubernur-wakil gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menempati posisi kedua.

"Dalam perilaku pemilih, isu kinerja petahana punya dampak secara elektoral, isu agama, etnis juga punya dampak secara elektoral," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016), Dilansir DetikHot.

Survei dilakukan pada tanggal 15-22 November 2016. Survei ini menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan 798 responden. Margin of Error dari survei ini yakni 3,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel tersebar dari seluruh kota yang ada di Jakarta.

"Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni unggul dengan dukungan 30,4 persen, kemudian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 26,2 persen dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 24,5 persen. Yang belum tahu 18,9 persen. Hingga kalau pemilihan sekarang bisa dipastikan tidak ada yang meraih 50 persen suara hingga harus putaran kedua," imbuh Burhanuddin.

Banjir masih dianggap sebagai masalah utama yang harus diselesaikan Gubernur DKI nantinya. Kemudian dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam lima bulan terakhir menurun cukup drastis, dalam simulasi terbuka turun 18,6%.

"Dari segi kinerja elektabilitas Ahok turun, namun saat ditanya puas atau tidak puas mereka malah menjawab puas terhadap kinerja Ahok. Ini menunjukkan warga DKI sangat rasional dalam menilai. Namun jadi benar-benar aneh kenapa bisa malah tidak memilih dia. Padahal biasanya kalau petahana dinilai baik maka elektabilitasnya juga baik," ungkap Burhanuddin.

Menurut Burhan, fenomena kepuasan pada kinerja yang tak berbanding lurus terhadap elektabilitas baru terjadi kali ini. Ia menganggapnya sebagai sesuatu yang menarik dan ingin menjadikannya sebagai sebuah desertasi.

"Kita sudah pengalaman survei ribuan kali, tetapi baru kali ini ada data kinerja dan elektabilitas tidak berbanding lurus. Biasanya kalau puas akan memilih lagi," ujar Burhan.

Dari hasil survei yang dilakukan Indikator, Burhan menyebut, faktor utama yang menggerus elektabilitas Ahok adalah pernyataannya mengenai Surat Al Maidah ayat 51.

Pernyataan Ahok sendiri kemudian menimbulkan demonstrasi besar-besaran dan berujung penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Burhan menyatakan, kondisi ini yang membuat pemilih menarik dukungannya dari Ahok.

"Mereka puas pada kinerja, tetapi kepuasan itu terdesak oleh opini yang bergulir selama sebulan terakhir. Itu yang membuat kepuasan tidak serta-merta mengarahkan mereka memilih calon yang kinerjanya bagus," kata Burhan.

Menurut Burhan, survei terbaru Indikator dilakukan pada 15 November sampai 22 November 2016, atau dimulai sehari sebelum Ahok ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Survei dilakukan terhadap 798 responden warga DKI Jakarta yang sudah mempunyai hak pilih. Mereka diwancarai secara tatap muka. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error 3,6 persen.

Menurut Burhan, penarikan sampel dilakukan dengan cara flowchart, yakni ada kelurahan di lima kota yang dipilih secara random dengan jumlah proporsional. Di kelurahan terpilih kemudian dipilih lima RT yang juga dilakukan dengan cara random.

Setelah itu, di masing-masing RT, dua KK dipilih. Di KK terpilih itu kemudian dipilih satu orang yang sudah memiliki hak pilih. Survei tidak dilakukan di wilayah Kepulauan Seribu karena persentase sampel yang ada di wilayah tersebut dianggap terlalu kecil.

Burhan menyatakan, persentase sampel menyesuaikan dengan persentase populasi, baik dalam hal jenis kelamin, agama, suku, maupun usia.

"Karena itu, kami yakin komposisi sampel meskipun cuma 798 (responden) bisa mewakili populasi," kata Burhan.

Burhan menyebut, survei Indikator ini menggunakan anggaran pribadi.
Survei Indikator: Elektabilitas Agus Tertinggi 30,4%, Ahok 26,2% Anies 24,5% Survei Indikator: Elektabilitas Agus Tertinggi 30,4%, Ahok 26,2% Anies 24,5% Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/24/2016 02:13:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.