Tak Ada Bukti Antasari Pembunuh Nasarudin, Ini Kejanggalannya

Antasari Azhar menggelar konferensi pers di Lapas Tangerang
Antasari Azhar menggelar konferensi pers di Lapas Tangerang. (LIputan6.com)
Beritakepo.com. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar bebas bersyarat dari Lembaga Permasyarakatan Klas I Tangerang. Ia didakwa melakukan pembunuhan berencana pada Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Nasrudin tewas tertembak peluru dalam mobil BMW yang ia tumpangi usai bermain golf di Tangerang pada 14 Maret 2009. Antasari meyakini dirinya sama sekali tak terlibat atas kasus pembunuhan tersebut.

Kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman, menyatakan tak ada satu bukti pun yang menunjukkan kliennya adalah pelaku pembunuhan. Tim pengacara mencatat ada sejumlah kejanggalan selama persidangan Antasari, yang semakin menjauhkan pembuktian bahwa Antasari adalah otak pembunuhan Nasrudin.

Salah satu kejanggalan yang mencolok adalah ketiadaan bukti kemeja motif kotak-kotak lengan pendek yang dikenakan Nasrudin saat peristiwa terjadi. Mestinya, kata Boyamin, kemeja itu bisa menjadi bukti kuat dalam persidangan.

Secara logika, peluru yang menembus kepala Nasrudin akan menyemburkan darah ke baju yang ia kenakan. Namun RS Mayapada yang menangani Nasrudin pertama kali, hanya mengembalikan celana Nasrudin.

Sementara kemeja kotak-kotak yang dikenakan Nasrudin itu hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

“Saya yakin bukti baju itu dihilangkan, padahal itu bukti utama,” ujar Boyamin saat ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (9/11).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat menyampaikan, mereka memiliki bukti kemeja tersebut. Namun saat ditunjukkan, barang bukti itu ternyata hanya celana yang dikenakan Nasrudin.

Hari itu, 4 Mei 2009, Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan Antasari sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Kepala Polda Metro Jaya saat itu, Inspektur Jenderal Wahyono mengatakan Antasari adalah aktor intelektual pembunuhan Nasrudin. Antasari disebut menembak bagian kepala Nasrudin, di dekat mal Metropolis Town Square, usai bermain golf di kawasan Modernland, Tangerang, Banten pada 14 Maret 2009.

Pembunuhan itu diduga berkaitan dengan hubungan cinta segitiga antara Antasari, Nasrudin, dengan seorang caddylapangan golf di kawasan Modernland bernama Rani Juliani. Antasari pun dijerat dengan Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana.

Dugaan adanya cinta segitiga antara ketiganya, muncul setelah polisi mengetahui adanya pertemuan antara Antasari dengan Rani di kamar nomor 808, Hotel Grand Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan.

Menurut pengacara Antasari, Boyamin Saiman, mulanya kliennya itu enggan menuruti ajakan Rani untuk bertemu. Namun, akhirnya ajakan itu diikuti lantaran Rani menyebut nama mantan atasan Antasari di Kejaksaan Agung.

Pertemuan akhirnya berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit sekitar Mei 2008. Dalam perbincangan di dalam kamar hotel, Rani meminta agar Antasari kembali menjadi member lapangan Golf di Modernland. Rani pun mengaku sudah menjadi pegawai pemasaran, bukan caddylagi.

"Jadi tidak benar terjadi hubungan asmara antara Pak Antasari dan Rani. Kalau cerita itu kemudian dikembangkan sedemikian rupa, berarti Pak Antasari sengaja dijebak," kata Boyamin saat ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (9/11).

Pada saat bersamaan, ia menambahkan, Nasrudin menghubungi Antasari dan mengatakan telah berada di lobi Hotel Grand Mahakam. Nasrudin ingin bertemu Antasari untuk memberikan sejumlah dokumen seputar kasus korupsi di PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Antasari pun meminta Nasrudin bertemu di kamarnya. Namun, saat Antasari hendak membukakan pintu untuk Rani, Nasrudin sudah berada di depan kamar. Nasrudin pun langsung bertanya mengapa Antasari bertemu dengan istrinya. Ia kemudian mengancam akan mendatangkan wartawan untuk mengekspos dan menghancurkan karier Antasari. Nasrudin ternyata juga tak membawa dokumen yang dimaksud.

Sekadar Bumbu

Menurut Boyamin, dugaan ada cinta segitiga di antara Antasari, Nasrudin, dan Rani, sekadar 'bumbu' belaka. Penetapan Antasari sebagai tersangka merupakan upaya menghambat pembongkaran kasus korupsi sejumlah pejabat tinggi.
Tak Ada Bukti Antasari Pembunuh Nasarudin, Ini Kejanggalannya Tak Ada Bukti Antasari Pembunuh Nasarudin, Ini Kejanggalannya Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/10/2016 08:13:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.