Mengenal Febri Diansyah, Aktivis ICW yang Kini Jadi Juru Bicara KPK

Febri Diansyah, jubir KPK yang baru
Febri Diansyah, jubir KPK yang baru. (Antara)
Beritakepo.com. Ketua KPK, Agus Rahardjo melantik Febri Diansyah sebagai kepala biro (Kabiro) Humas sekaligus juru bicara (jubir) KPK, Selasa (6/12). Agus juga melantik Wawan Wardiana selaku direktur Penelitian dan Pengembangan serta Dian Novianti sebagai kepala Biro Sumber Daya Manusia.

Posisi juru bicara yang kini dijabat Febri terakhir diemban oleh Johan Budi SP yang saat ini menjadi staf khusus presiden bidang komunikasi atau juru bicara presiden. Pada 2014, Johan melepas jabatan yang diembannya sejak 2006 lantaran menjadi deputi Pencegahan KPK. Meski demikian, saat hubungan KPK dan Polri memanas pada awal 2015, Johan dipercaya menjadi corong lembaga antikorupsi.

Sejak saat itu, KPK belum memiliki juru bicara definitif. Untuk mengisi kekosongan tersebut, KPK mempercayakan distribusi informasi kepada Yuyuk Andriati yang menjaba pelaksana harian Kabiro Humas KPK dan Priharsa Nugraha yang merupakan kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK.

Lalu siapakah Feby?

Pria kelahiran Padang, 8 Februari 1983 ini dikenal sebagai seorang aktivis anti-korupsi Indonesia. Pria tamatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 2007 ini aktif di LSM yang bergerak di bidang pemantauan pemberantasan korupsi yaitu Indonesia Corruption Watch (ICW). Ia ditempatkan dibagian program monitoring hukum dan peradilan, dengan tugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Ia juga aktif menulis dibeberapa media nasional seperti Kompas dan lainnya. Dengan aktivitasnya di ICW dan tulisan-tulisannya yang tajam di media cetak serta pernyataan-pernyatannya dalam talk show di media elektronik, ia dipandang sebagai salah seorang tokoh muda anti korupsi di Indonesia.

Pada Februari 2012, Febri dianugerahi penghargaan sebagai aktivis/pengamat politik paling berpengaruh pada tahun 2011. Febri mengungguli sejumlah nominator lain seperti peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi, aktivis ICW Emerson Yunto dan Direktur Pukat Zainal Arifin Muchtar.

Penghargaan ini diberikan oleh lembaga riset politik Charta Politika Indonesia atas intensitas pernyataan Febri pada isu-isu korupsi, seperti kasus Wisma Atlet, Undang-undang KPK, pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat, dan seleksi pimpinan KPK, yang dianggap tertinggi dibanding pengamat dan aktivis lain.

Ia baru bergabung dengan KPK pada 2013 dengan menjadi pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi. Lalu apa alasan KPK memilih Feby menjadi jubir?

"Hasil tesnya dia yang terbaik. KPK menerima itu dari konsultan. Konsultan yang melakukan pemilihan dan ada beberapa yang lulus. Kemudian dibicarakan di tingkat pimpinan. Kalau dia terpilih kita nggak bisa nolak," kata Ketua KPK Agus Rahardjo usai pelantikan Febri Diansyah di auditorium KPK, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Usai pelantikan, Febri Diansyah mengatakan, akan mengemban tugas dengan optimal. Tujuannya, supaya publik bisa mendapat informasi terkini dari pengembangan kasus yang ditangani KPK.

"Tentu saja kami terbuka sampai 24 jam. Semaksimal mungkin akan update dengan teman-teman," ujar Febri.

Tak dipungkiri oleh Febri, tugas Karo Humas sekaligus Jubir KPK bukan perkara mudah. Akan tetapi, ia mengaku punya modal untuk mengemban tugas tersebut. Seperti pengalaman dan proses rekrutmen di KPK.

"Saya kira memang sejak hari ini tentu saya berharap komunikasi bisa lebih baik dengan teman-teman media," ujar Febri.
Mengenal Febri Diansyah, Aktivis ICW yang Kini Jadi Juru Bicara KPK Mengenal Febri Diansyah, Aktivis ICW yang Kini Jadi Juru Bicara KPK Reviewed by Amborsius Ambarita on 12/06/2016 06:12:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.