Panita Bantah Minta Siswi SMP Lepas Jilbab di Kejuaraan Karate

Jilbab Standar Internasional untuk Kejuaraan karate
Jilbab Standar Internasional untuk Kejuaraan karate. (Istimewa)
Beritakepo.com. Belakangan ini, broadcast beredar di media sosial tentang seorang siswi SMP yang mundur dari kejuaraan karate di GOR Magetan, Jawa Timur karena menolak melepas jilbab. Disebut oleh sang guru lewat akun Facebook bernama Janan Farisi, ia diminta lepas jilbab sebelum bertanding oleh juri.

Dalam broadcast itu disebutkan, ada beberapa peserta kejuaraan karate yang mengenakan jilbab. Satu per satu mereka melepas jilbab karena diperintah juri. Nah, hanya Auliya yang menolak. Dia pilih mundur dari arena.

"Ya udah. Nggak bisa (bertanding)," kata Auliya dalam broadcast.

Pujian meluncur kepada Auliya. Mereka menyebut Auliya pemenang dalam kejuaraan itu. Ia petarung sesungguhnya karena memiliki tekad kuat dalam hal beragama.

Komentar lain muncul dari seorang ustaz. Intinya, sang ustaz menjelaskan banyak atlet karate berhijab. Menurut World Karate-do Federation (WKF) memang ada aturan khusus soal hijab. Biasanya atlet akan diberi waktu 1-1,5 menit untuk mengganti hijabnya. Jika tak mampu memenuhi aturan tersebut, ia didiskualifikasi.

"Mungkin ada pelatih atau official kurang paham soal itu. Wasit meminta atlet mengganti hijab, bukan melepas hijab," tutur sang ustaz.

Benarkah seperti itu? detikcom belum bisa menghubungi Auliya atau pihak yang mewakili. Namun Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Federasi Karate-do Indonesia Cabang Magetan, Pengayoman, membenarkan ada kejadian itu. Auliya adalah salah satu peserta kejuaraan karate piala Bupati Magetan 2016 yang diselenggarakan Forki Magetan di GOR Mageti pada 22-24 Desember 2016.

"Sebenarnya tidak ada perintah wasit untuk membuka hijab," kata Pengayoman kepada detikcom, Selasa (27/12/2016).

Ditambahkan Pangayoman, ada kesalahpahaman. Satu hari sebelum pertandingan, panitia menyampaikan peraturan pertandingan sesuai aturan resmi WKF yang salah satunya menyangkut penggunaan hijab bagi atlet putri.

"Selesai technical meeting, harusnya official kan mempersiapkan atletnya. Misalnya, dia belum memiliki (hijab), bisa membeli hijab sekitar GOR," papar Pangayoman.

FORKI Jatim mengatakan hal serupa. Sekretaris Umum FORKI Jatim Purwanto menjelaskan menjelang pertandingan didapati beberapa atlet menggunakan jilbab yang tidak sesuai dengan standar World Karate Federation (WKF) yang sudah disepakati dalam technical meeting (TM).

Jilbab standar WKF, kata Purwanto, menyerupai kerpus tapi lehernya harus terlihat lehernya yang bertujuan agar jika terjadi lebam akibat pukulan bisa diketahui atau lebih mengutamakan keselamatan atlet.

"Saat mengetahui ada yang berjilbab tidak sesuai standar WKF dan tidak sesuai dengan kesepakatan saat TM langsung kita kumpulkan jadi satu, kita beritahu agar segera menggantinya dan tidak ada perintah melepas jilbab tapi menggantinya," kata Purwanto kepada detikcom, Selasa (27/12/2016).

Tidak hanya itu, Purwanto yang juga menjadi Komisi Wasit pertandingan karate tersebut juga mempersilakan para atlet untuk meminjam jilbab standar WKF pada atlet lain jika tidak punya atau lupa membawa.

"Bahkan saat TM (Technical Meeting) saya sampaikan kalau keluarganya islam dan istrinya berjilbab. Oleh karena itu dalam TM kita semua mulai panitia, official dan pelatih sepakat terkait peraturan maupun perlengkapan yang dikenakan. Sehingga tidak benar jika panitia memerintahkan melepas jilbab bagi atlet yang berjilbab," tutupnya.
Panita Bantah Minta Siswi SMP Lepas Jilbab di Kejuaraan Karate Panita Bantah Minta Siswi SMP Lepas Jilbab di Kejuaraan Karate Reviewed by Amborsius Ambarita on 12/27/2016 08:04:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.