Pemilik Akun Twitter Palsu KPUD DKI Dilaporkan ke Polisi

Komunitas Pemuda Jakarta Peduli Pilkada Bersih (KPJPPB) di Polda Metro
Komunitas Pemuda Jakarta Peduli Pilkada Bersih (KPJPPB) di Polda Metro. (Detikcom)
Beritakepo.com. Jakarta - Komunitas Pemuda Jakarta Peduli Pilkada Bersih (KPJPPB) melaporkan sebuah akun twitter palsu @KPU_Jakarta ke Polda Metro Jaya. Akun tak resmi tersebut mengunggah polling pasangan Cagub-Cawagub DKI dengan mengatasnamakan KPUD Jakarta.

"Tadi kami sudah melaporkan akun twitter @KPU_Jakarta terkait dengan pemberitaan hoax atau berita bohong yang menerangkan bahwa ada pasangan calon yang salah satunya diunggulkan," ujar Koordinator KPJPPB Wardaniman Larosa kepada wartawan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/12/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Akun Twitter @KPU_Jakarta tersebut mencuitkan status "Siapa di antara ketiga calon gubernur ini yang menjadi pilihan kamu sebagai warga jakarta? Jangan salah pilih ya", dengan menambahkan 'hasil polling' ketiga pasangan calon.

"Di mana pasangan calon tersebut adalah psangan calon Agus-Sylvi mendapat polling 9 persen, pasangan Ahok-Djarot mendapat polling 19 persen, dan pasangan Anies-Sandiaga mendapat polling 72 persen," lanjut dia.

Wardiman mengatakan, Ketua KPUD Provinsi Jakarta Sumarno, pada 29 November 2016, telah mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah membuat polling tersebut. "Sehingga menurut pendapat Pak Sumarno, melalui media sosial, bahwa akun tersebut palsu atau hoax," imbuh Wardaniman.

KPJPPB sendiri telah menunggu insiatif KPUD Jakarta untuk melaporkan hal tersebut. Namun sampai saat ini, ternyata KPUD Jakarta tidak membuat laporan polisi terkait adanya akun palsu tersebut.

"Oleh karena itu, kami dari Komunitas Pemuda Jakarta Peduli Pilkada Bersih berkeinginan untuk atau berinisiatif untuk melaporkan tindak pidana menyebarkan informasi bohong atau palsu tersebut di akun twitter @KPU_Jakarta. Yang benar berdasarkan data Pak Sumarno, yang benar itu adalah @kpudki, huruf kecil semua, ada pembedanya," terang dia.

Laporan Wardiman telah diterima dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor LP/6423/XII/2016/PMJ/Ditreskrimsus. Wardiman selaku pelapor melaporkan akun tersebut dengan tuduhan Pasal 28 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Wardiman menegaskan, bahwa dirinya bukan tim sukses dari salah satu pasangan calon. Adapun, pelaporan itu dibuat komunitasnya atas dasar kepeduliannya terhadap jalannya Pilkada DKI yang bersih.

"Kami bukan timses salah satu pasangan calon, kami pure pemuda yang peduli terhadap Pilkada DKI Jakarta. Kami rindu Pilkada DKI Jakarta yang luber dan jurdil. Artinya jujur dan benar-benar transparan, kami tidak mendukung salah satu pasangan calon, cuma kami merasa dirugikan dengan adanya polling yang menyesatkan tersebut," urainya.

Menurutnya, sebagai warga negara, ia merasa punya kewajiban untuk melaporkan ke polisi ketika menemukan adanya indikasi sebuah tindak pidana. "Namanya tindak pidana kejahatan, setiap orang punya kewajiban--bukan hak lho ya--untuk melaporkam tindak pidana tersebut, sehingga kami dalam kapasitas sebagai pemuda merasa dirugikan terhadap pemberitaan hoax tersebut, makanya kami melaporkan. Kami punya legal standing untuk melaporkan kejadian tersebut," bebernya.

Adapun, bukti yang dilampirkan dalam pelaporannya itu di antaranya print out pemberitaan di sejumlah media yang menyunting akun twitter palsu tersebut. Ia tidak sempat melampirkan bukti postingan langsung dari akun itu karena sudah dihapus.

"Kami telah melampirkan bukti berupa print out bukti berita. Kami rencana mau (melampirkan) akun twitter tersebut, ternyata sudah dihapus. Tapi pengikut akun twitter tersebut ada 108.000 orang. Bayangkan itu sungguh luar biasa mencuci otaknya untuk mengkonsumsi informasi yng salah," tandasnya.
Pemilik Akun Twitter Palsu KPUD DKI Dilaporkan ke Polisi Pemilik Akun Twitter Palsu KPUD DKI Dilaporkan ke Polisi Reviewed by Amborsius Ambarita on 12/30/2016 08:42:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.