Mengaku Mantan Biarawati, Irena Handono Dituding Berbohong

Irena Handono jadi saksi pelapor kasus Ahok
Irena Handono jadi saksi pelapor kasus Ahok. (Istimewa)
Beritakepo.com. Nama Irena Handono (61) kini diperbincangkan publik setelah menjadi saksi pelapor dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di auditorium gedung Kementerian Pertanian, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (10/1/2017).

Dalam sidang itu, Irena secara tegas menyebut berulang kali melakukan penistaan agama. Karena itu, Irena ikut melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri. Saat menjadi saksi kedua dalam sidang, Irena menyebut dugaan penistaan agama lebih dulu dilakukan Ahok pada saat jumpa pers di Balai Kota.

Ahok sendiri menyanggah sejumlah keterangan dari saksi Irena Handono. Ahok menegaskan tidak pernah melakukan penistaan agama sebagaimana dugaan saksi.

Lalu siapakah sebenarnya Irena? Dilansir gerilyapolitik.com, Ia terlahir dengan nama Han Hoo Lie. Mengaku sebagai bekas biarawati yang menjadi mualaf. Dia mengaku memutuskan masuk Islam pada 1983. Pada 12 September 2004, Irena mendirikan Yayasan Irena Center, Pembina Muallaf, yang berlokasi di Perumahan Taman Villa Baru Blok D/5 Pekayon Jaya, Bekasi. Yayasan ini sedang membangun Pondok Pesantren Muallafah khusus santri perempuan di atas lahan seluas 2.000 meter persegi di Desa Bojong Koneng, Kampung Tapos, Sentul, Bogor.

Nama Irena mulai dikenal publik terutama di kalangan umat muslim sejak ia mengaku sebagai mantan biarawati atau sustem dalam agama Katolik. Pengakuan Irena kala itu menjadi inspiratif bagi mualaf dan wawancara soal isu ini pernah dimuat surat kabar Republika. Kisahnya juga diangkat oleh situs kisahmualaf.com dengan judul "Irene Handono, Calon Biarawati yang Membelot".

Namun, pengakuan itu diragukan berbagai pihak dan pernah diulas oleh Syaikha Gayatri RA Gayatri Wedotami Muthari pada November 2016. Ulasan tersebut diberi judul “Ustazah Irena Handono yang Baik Tolong Jangan Berdusta tentang Status Mantan Biarawati Anda: Kesaksian Sr Lucyana“. Syaikha Gayatri WM adalah aktivis toleransi lintas agama. Gayatri WM menyelidiki kebenaran cerita Irena sebagai mantan biarawati.

Syaikha Gayatri WM dalam laman facebooknya menulis pertemuannya dengan Suster Lucyana, seorang biarawati dari Biara Ursulin Bandung – tempat dimana disebut Irena hampir diikrar menjadi biarawati. Menurut Syaikha Gayatri WM, Suster Lucyana menyatakan Irena bukanlah seorang biarawati. Irena tidak dapat melanjutkan tahap menjadi biarawati Katholik yang diawali dengan proses penerimaan pakaian suster yang dinamakan “Kleding”. Irena tidak diterima untuk proses kleding, sehingga saat itu Irena hanya belajar Pengantar Ilmu Filsafat dan Sejarah Gereja sehingga pemahaman Kristologinya belum diajarkan secara mendalam.

“Tidak diterima karena Irene mengidap berbagai penyakit seperti asma, sehingga sampai kasur tidur harus spesial tidak seperti kasur-kasur biarawati yang lain. Maklum orang tuanya adalah pengusaha pabrik plastik dan peternakan ayam di Jawa Timur” Tulis Syaikha Gayatri dalam lama facebooknya.



Dalam tulisan itu Syaikha Gayatri WM memperoleh kesaksian lain yang memperkuat dan senada dengan suster Lucyana. Kesaksian tersebut juga diperkuat oleh Suster Engeline menjadi kepala sekolah SMP Vincentius Putri Jakarta di Jalan Otista, Jakarta Timur. Suster Imelda, Suster di St. Theresia Jl. Sabang, Jakarta. Suster Benigna yang dulu pemimpin postulan dan novisiat Biara Ursulin di Bandung, dan kini tinggal di biara Otista.

Bagaimana menurut anda?
Mengaku Mantan Biarawati, Irena Handono Dituding Berbohong Mengaku Mantan Biarawati, Irena Handono Dituding Berbohong Reviewed by Amborsius Ambarita on 1/10/2017 08:24:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.