Kalah Pencoblosan Ulang di 2 TPS, Timses Ahok: Nggak Fair

Pencoblosan ulang di TPS 29 Kalibata
Pencoblosan ulang di TPS 29 Kalibata. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - KPU DKI Jakarta melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di 2 TPS, yakni Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Kalibata, Jakarta Selatan. Hasilnya, Anies-Sandiaga menang.

Menyoroti hasil pemungutan suara ulang itu, Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, mengatakan ada perbedaan angka partisipasi pemilih dibanding pada 15 Februari lalu. Khususnya untuk TPS 001 di Utan Panjang.

"Angka partisipasinya dari 400 jadi 200. Otomatis membuat Anies-Sandi menang. Wajar. Pemilih Ahok, menurut saya, tidak mengetahui. Bisa jadi KPPS atau Panwaslu tidak menginformasikan kepada masyarakat. Angka partisipasi tidak persis pada 15 Februari," kata Ace, Minggu (19/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

"Yang hari ini ada 257 pemilih dari 601 yang terdaftar. Jadi sebanyak 344 warga tidak hadir. Padahal pada 15 Februari itu yang hadir 442. Nggak fair ini,"lanjutnya.

Adanya perbedaan angka partisipasi warga yang memilih, Ace mengatakan timnya akan mempersoalkan hal tersebut ke Bawaslu dan KPU DKI.

"Timses kita akan mempersoalkan karena namanya nggak fair. Kenapa terjadi penurunan pemilih," ungkap Ace.

Pada Rabu (15/2) lalu, pencoblosan di TPS 001 Utan Panjang dimenangi pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

"Kemarin yang memilih 442. Pasangan Agus-Sylvi mendapat 62 suara. Ahok-Djarot 198. Anies -Sandi 177. Tidak sah 5," kata mantan Ketua KPPS 001 Utan Panjang, Siti.

Namun, saat pemungutan suara ulang pada Minggu (19/2), keadaan berbalik. Anies-Sandiaga memperoleh suara terbanyak.

"Surat suara yang masuk sebanyak 257. Surat suara sah sebanyak 252 dan tidak sah 5. Suara untuk pasangan nomor satu (Agus Sylvi) sebanyak 15. Nomor dua (Ahok-Djarot) sebanyak 103, dan nomor tiga sebanyak 134," ujar Ketua KPPS TPS 001 Utan Panjang, Sudrajat, di lokasi, Minggu (19/2).

Pemungutan suara ulang ini digelar setelah adanya temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soal adanya orang yang melakukan pelanggaran. Bentuk pelanggarannya adalah menggunakan formulir C6 yang bukan miliknya untuk memilih pasangan calon di Pilgub DKI 2017. Maka pencoblosan di dua TPS harus diulang, salah satunya di TPS 001.
Kalah Pencoblosan Ulang di 2 TPS, Timses Ahok: Nggak Fair Kalah Pencoblosan Ulang di 2 TPS, Timses Ahok: Nggak Fair Reviewed by Amborsius Ambarita on 2/20/2017 12:07:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.