Rizieq: Andaikata Minta Maaf, Hukum Tetap Jalan Agar Jadi Pelajaran

Habib Rizieq tersenyum saat bersaksi dalam sidang Ahok
Habib Rizieq tersenyum saat bersaksi dalam sidang Ahok. (Liputan6.com)
Beritakepo.com. Jakarta - Imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab menyebut proses hukum harus tetap berjalan bagi para penoda agama agar menimbulkan efek jera. Permohonan maaf tidak menghapus pidana.

"Andaikata si muslim atau non muslim sudah minta maaf, proses hukum tetap harus berjalan agar menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan dan bagi masyarakat lain untuk tidak melakukannya," kata Rizieq memberikan pendapat sebagai ahli dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (28/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Penodaan agama disebut Rizieq adalah haram dilakukan siapa pun. Bila pelaku penodaan agama adalah orang muslim maka orang tersebut diminta bertobat.

"Kalau dia tidak mau bertobat maka harus dihukum mati melalui peradilan atau mahkamah yang menggunakan hukum Islam. Kalau (penodaan agama) itu dilakukan oleh non Islam maka itu termasuk penodaan agama kalau yang bersangkutan itu melakukan penodaan agama dihukum sebagai kafir," sambung Rizieq.

Dalam sidang Ahok ke-12, Rizieq menegaskan penjelasan dari maksud ayat suci Alquran tidak bisa dijelaskan sembarang orang. "Tapi dalam menjelaskan maksud dari suatu ayat itu ya yang merupakan ahli di bidang ini yaitu para ulama," ujarnya.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan surat Al Maidah 51 dengan Pikada DKI. Penyebutan surat Al Maidah 51 saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Rizieq menyebut Ahok memang terang benderang bicara dalam konteks pilkada saat bertemu warga. "Kata-kata 'nggak pilih saya' ini memperjelas omongan dalam konteks pilkada," tegas dia.

Rizieq juga meminta majelis hakim untuk segera menahan Ahok karena berpotensi melarikan diri. Selain itu, Ahok juga disebut kerap mengulangi perbuatannya melakukan penodaan agama.

"Tadi saya sampaikan kepada majelis hakim, karena terdakwa ini terus menerus mengulangi kesalahan, terus menodai agama, terus menghina Al-Maidah, terus menghina para ulama," ujar Rizieq.

"Jadi saya minta majelis hakim untuk segera menahan terdakwa karena sudah berulang kali. Juga terdakwa ini berpotensi melarikan diri sebelum diputuskan nanti. Jangan sampai menjadi penyesalan di kemudian hari, kita minta kepada majelis hakim untuk segera menahan terdakwa," tutur Rizieq.

Dalam persidangan, Rizieq sempat menyampaikan Ahok kerap menyindir-nyindir Al-Maidah 51 sebelum kejadian pidato di Kepulauan Seribu.

Rizieq mencontohkan, saat diwawancara media pada 30 Maret 2016, Ahok juga sempat menyebut soal Al-Maidah ayat 51. Hal lain saat Ahok berpidato di kantor Partai NasDem.

Rizieq juga menyerahkan 2 hal kepada majelis hakim saat sidang tersebut. Salah satu barang yang diserahkan Rizieq adalah rekaman wawancara Ahok dengan televisi Al Jazeera. Dalam wawacara tersebut, menurut Rizieq, Ahok mengatakan tak jera untuk menyinggung soal Al-Maidah ayat 51. Setelah itu, Rizieq menyerahkan sebuah rekaman terkait salah satu rapat di Pemprov DKI yang dihadiri Ahok.
Rizieq: Andaikata Minta Maaf, Hukum Tetap Jalan Agar Jadi Pelajaran Rizieq: Andaikata Minta Maaf, Hukum Tetap Jalan Agar Jadi Pelajaran Reviewed by Amborsius Ambarita on 2/27/2017 09:47:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.