Ahmad Ishomuddin: Pidato Ahok Soal Al-Maidah Tak Mengejek Agama

Ahmad Ishomuddin dan Ahok
Ahmad Ishomuddin dan Ahok. (winnetnews.com)
Beritakepo.com. Rais Syuriah PBNU Jakarta, KH. Ahmad Ishomuddin, yang dihadirkan oleh pihak terdakwa dalam persidangan, menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak bermaksud menjelekkan agama saat menyebut Surat Al-Maidah ayat 51 ketika bertemu dengan warga di Kepulauan Seribu. Ahok, menurutnya, hanya berusaha meyakinkan warga soal program kerja.

"Kata itu dimaksudkan untuk meyakinkan audiens supaya mau terima program yang ditawarkan, bukan untuk mengejek agama," ujar Ahmad, memberikan pendapat sebagai ahli dalam sidang lanjutan Ahok, di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, penyebutan Surat Al-Maidah ayat 51 ada kemungkinan dilakukan karena pengalaman masa lalu. Dalam persidangan pekan lalu memang disinggung soal kampanye hitam saat Ahok maju dalam Pilgub Bangka Belitung pada 2017.

"Kira-kira menurut saya itu terlintas di pikirannya pada pengalamannya di masa yang lalu," imbuh Ahmad.

Baca juga: KH Ahmad Ishomuddin dari NU Jadi Saksi Meringankan di Sidang Ahok

Penilaian ini disampaikan Ahmad setelah menonton video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Video ini ditunjukkan saat dia diperiksa di Bareskrim Polri sebagai ahli dalam kasus penodaan agama yang menyeret Ahok.


Majelis hakim juga menanyakan tentang sikap keagamaan MUI yang dikeluarkan terkait dengan kasus Ahok. Ahmad menyoroti poin yang menyangkut pandangan MUI yang menyebut Ahok melakukan penistaan agama tanpa ada proses klarifikasi.

"Ada poin-poin yang saya setuju, seperti kedamaian antar-umat beragama harus tetap dijaga. Tapi dalam putusan-putusan yang tidak tabayun saya tidak sepakat," imbuhnya.

Sikap keagamaan MUI yang dikeluarkan pada 11 Oktober 2016, menurutnya, menjadi pegangan terkait dengan demonstrasi yang menuntut proses hukum Ahok.

"Yang saya ketahui bahwa sikap keagamaan MUI itu menjadi pemicu persoalan ini menjadi besar, karena kesimpulannya antara lain menjadi dasar diajukan ke Bareskrim, karena kesimpulannya menyatakan Pak Basuki menghina Alquran dan juga ulama," kata Ahmad.

"Padahal Pak Basuki tidak menyebut bunyi Al-Maidah 51 dan hanya menyebut orang, bisa jadi orang biasa, bisa jadi politisi, bisa jadi ulama, dan MUI tidak melakukan klarifikasi ke Kepulauan Seribu dan tidak memanggil Basuki Tjahaja Purnama untuk mengklarifikasi hal tersebut," imbuh Ahmad.

Jaksa mendakwa Ahok melakukan penodaan terhadap agama karena dianggap menggunakan Surat Al-Maidah 51 untuk kepentingan pilkada.
Ahmad Ishomuddin: Pidato Ahok Soal Al-Maidah Tak Mengejek Agama Ahmad Ishomuddin: Pidato Ahok Soal Al-Maidah Tak Mengejek Agama Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/21/2017 08:33:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.