Bentrok Pendemo Gereja, Kapolres Bekasi: 3 Polisi Alami Luka-luka

Massa demo pembangunan gereja Santa Clara di Bekasi
Massa demo pembangunan gereja Santa Clara di Bekasi. (Istimewa)
Beritakepo.com. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Heru Henrianto Bachtiar sempat mengimbau kepada pendemo pembangunan gereja Santa Clara agar tidak anarkis. Namun himbauan itu tidak diindahkan massa gabungan ormas Islam, hingga berujung ricuh karena massa melempari polisi dengan batu.

"Sudah kita lakukan himbauan agar tidak anarkis. Tapi faktanya seperti yang saudara lihat sendiri mereka tidak bisa mengendalikan massa," ujar Heru di lokasi Jl Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat, Jumat (24/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Menurut Heru, beberapa aparat kepolisian yang berjaga mengalami luka-luka setelah pendemo melakukan aksi lempar benda keras.

"Saya lihat ada 1 anggota Pamen dan Sabhara terluka akibat timpukan dan satu lagi karena dikeroyok. Kita harapkan aksi ini bisa selesai setelah Ashar," jelas Heru.

Sebelumnya, massa menuntut agar menghentikan pembangunan Gereja Santa Clara. Mereka beralasan pembangunan gereja masih berstatus quo dan tidak boleh dilanjutkan.


Pantauan di lokasi, massa berfokus di depan pertokoan Superindo, sementara aparat kepolisian berjaga di sisi lain. Arus lalu lintas di Jalan Teluk Pucung harus dialihkan, melalui komplek Perumahan Prima Harapan.

Massa yang terdiri dari Majelis Silaturahmi Umat Islam Bekasi dan Front Pembela Islam itu mengklaim, pada pertemuan tahun 2015 Pemkot berjanji memerintahkan pihak gereja menghentikan pembangunan hingga perizinan rampung.

"Pembangunan gereja ini akibat efek-efek Wali Kota Bekasi," ujar orator pengunjuk rasa melalui pengeras suara di depan Gereja Santa Clara, Jumat (24/3).

Gabungan ormas Islam itu menuduh rencana pembangunan gereja tidak melibatkan penduduk setempat. Mereka juga menyebut pembangunan gereja itu berpotensi menghapus sejarah Bekasi Utara sebagai kawasan santri.

"Bekasi adalah kota santri. Kami minta pembangunan gereja ini dihentikan," ujar orator massa tersebut.

Sebelumnya, Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi menyatakan telah merekomendasikan pembangunan Gereja Santa Clara. Mereka mengklaim telah menjalankan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Pendirian Rumah Ibadah.

Sementara itu, saat menghadiri Kongres Nasional Kebebasan beragama dan Berkeyakinan yang digelar Komnas HAM, Kamis pekan lalu, Rahmat Effendi menyatakan tidak akan mencabut IMB yang diterbitkannya untuk Gereja Santa Clara.

Gereja Santa Clara berada di Bekasi Utara. Mereka mendapatkan izin mendirikan bangunan pada 28 Juli 2015. Sebelum izin itu terbit, Pemkot Bekasi belum pernah memberikan legalitas untuk gereja katolik di Bekasi Utara.

Panitia pembangunan gereja tersebut menyebut Gereja Santa Clara memiliki setidaknya sembilan ribu umat. Selama gereja itu dibangun, para umat itu beribadah di rumah toko yang berada di Perumahan Taman Wisma Asri. Ruko itu hanya dapat menampung tak lebih dari 300-an orang.
Bentrok Pendemo Gereja, Kapolres Bekasi: 3 Polisi Alami Luka-luka Bentrok Pendemo Gereja, Kapolres Bekasi: 3 Polisi Alami Luka-luka Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/24/2017 03:46:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.