Djarot Berpeci di Surat Suara Putaran II untuk Merebut Pemilih Muslim?

Djarot berpeci di surat suara Pilgub DKI putaran kedua
Djarot berpeci di surat suara Pilgub DKI putaran kedua. (Detikcom)
Beritakepo.com. Jakarta - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidyat tampil beda di surat suara. Di putaran pertama lalu, foto cawagub nomor urut 2 itu hanya mengenakan kemeja kotak-kotak. Pun demikian dengan pasangannya, Cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Di surat suara Pilgub DKI putaran II nanti, Djarot Saiful Hidayat tampil mengenakan peci. Hal ini menimbulkan tanda tanya. Maklum pasangan Cagub dan Cawagub DKI nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran I lalu dalam slogan kampanyenya sering mengajak calon pemilih untuk, mencoblos yang ada pecinya.

Pasangan Ahok-Djarot akan bersaing dengan Anies-Sandi di putaran II. Apa pertimbangan Djarot tampil berpeci di surat suara Pilgub DKI putaran II?

Juru bicara tim sukses Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni mengatakan bahwa tak ada pertimbangan khusus dari penampilan berbeda Djarot di surat suara Pilgub DKI putaran II.

"Nggak ada pertimbangan khusus. Pak Djarot merasa lebih nyaman memakai kopiah ketika diambil foto," kata Raja Juli Antoni, Kamis (23/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Terkait kemungkinan adanya anggapan bahwa tampilnya Djarot berpeci di surat suara untuk merebut hati pemilih Anies-Sandi di putaran I, Raja Juli tegas membantah.

"Nggak. Saya kira Pak Djarot nggak sempat memikir itu. Ini cuma soal estetika. Pak Djarot jauh lebih ganteng kalau pakai kopiah. Kumisnya lebih kelihatan kalau dipasangkan kopiah," kata Raja Juli.


Lalu apa yang ingin diterapkan Djarot di putaran II ini?

Direktur Eksekutif Media Survei Indonesia (Median), Rico Marbun mengatakan dengan berpeci, Djarot berusaha memperbaiki citranya bersama Ahok yang kurang baik di spektrum kelompok pemilih muslim.

"Penggunaan peci merupakah salah satu pilihan yang logis dan konsisten dengan strategi itu (merebut pemilih muslim). Sebab memang kompetisi paling kuat tinggal di segmen demografi itu," kata Rico kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Ada juga indikasi lain bahwa Ahok-Djarot ingin merebut suara dari kalangan pemilih muslim. Indikasi itu, kata Rico, terlihat dari seringnya Ahok menghadiri acara di basis pemilih Nahdliyin.

Namun dibanding Ahok, memang Djarot lah yang dijadikan garda terdepan dalam strategi merebut hati pemilih muslim. Hal ini bisa dipahami karena figur Djarot paling kecil peluang resistensinya.

"Sepertinya kalau kita lihat sosok Djarot-lah yang dijadikan garda terdepan dalam strategi merebut spektrum pemilih muslim. Dan ini logis juga mengingat figur Djarot lebih kecil peluang resistensinya," kata Rico.

"Kita bisa lihat Pak Djarot aktif sekali menghadiri banyak acara pengajian. Termasuk yang sempat heboh beberapa waktu lalu di Masjid At Tin di acara Haul Soeharto," tambah dia.

Rico menambahkan, keuntungan lainnya dari Djarot mengenakan peci yakni tidak mendatangkan resistensi dari basis PDIP yang notabene adalah kelompok nasionalis. "Kenapa, karena selain sering digunakan untuk ritual ibadah, peci juga telah menjadi semacam simbol dan budaya bangsa Indonesia," kata dia.

"Jadi strategi peci ini bisa mengambil hati pemilih muslim tapi juga tidak mendatangkan resistensi di kelompok pemilih nasionalis yang bisa jadi sebagian dalam kategori abangan," tutup Rico.
Djarot Berpeci di Surat Suara Putaran II untuk Merebut Pemilih Muslim? Djarot Berpeci di Surat Suara Putaran II untuk Merebut Pemilih Muslim? Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/23/2017 01:41:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.