Hujan Es Turun di Sebagian Wilayah Jakarta, Ini Penjelasan BMKG

Penampakan hujan es di Jakarta
Penampakan hujan es di Jakarta. (Kumparan.com)
Beritakepo.com. Hujan es turun di sejumlah kawasan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Salah seorang warga Kampung Dukuh RT 11/ RW 004, Jakarta Timur, Nisa, mengatakan hujan turun sekitar pukul 15.40 WIB. Adapun benda yang turun menyerupai es batu.

"Sempat hujan es sekitar 20 menit. Tapi, sekarang sudah enggak ada. Hujan deresnya masih," kata Nisa, Selasa 28 Maret 2017.

Seperti diberitakan metrotvnews.com, hujan es juga terjadi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah dan Pejaten, Jakarta Selatan.

"Hujan yang turun keras bulat putih. Pertama dikira ager-ager. Tahunya hujan es," kata Ari, warga Pejaten, Jakarta Selatan.

Sejak pagi, cuaca di Jakarta Timur khususnya di kawasan Taman Mini tergolong sangat panas. Tak ada tanda-tanda hujan sama sekali hingga siang hari. Namun, sejak sore hingga kini hujan lebat masih turun di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Sejumlah pengguna Twitter juga mengabarkan kejadian butiran es jatuh di genting rumahnya. Seperti yang divideokan akun berikut ini:


Penjelasan BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan hujan es biasa terjadi di peralihan musim. "Proses pembentukan awan, partikel kita menyebut istilah parsel udara ketika dia naik akibat proses konveksi naik ke atas. Ketika sampai, kondisinya sangat jenuh berubah menjadi butir-butir awan, itu akan tumbuh. Kalau proses konvektif di dasar kuat di bawah, awan makin tebal komponen es semakin besar," ujar prakirawan BMKG, Tomi, saat dihubungi pukul 16.15 WIB, Selasa (28/3/2017).

Sementara itu, Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan hujan es terjadi pada saat hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat.


"Kejadian hujan lebat/es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat. Lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," kata Hary saat dikonfirmasi detikcom.

Sedangkan indikasi terjadinya hujan lebat atau hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat yakni:

- Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

- Udara terasa panas dan gerah akibat adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembapan yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembapan udara di lapisan 700 mb (> 60%).

- Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

- Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus.

- Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

- Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.

- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

- Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.
Hujan Es Turun di Sebagian Wilayah Jakarta, Ini Penjelasan BMKG Hujan Es Turun di Sebagian Wilayah Jakarta, Ini Penjelasan BMKG Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/28/2017 04:39:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.