JK, Anies dan Tommy Soeharto Dikaitkan dengan Donatur Aksi 313

Kedekatan Anies Baswedan dengan JK dan Tommy Soeharto
Kedekatan Anies Baswedan dengan JK dan Tommy Soeharto. (Istimewa)
Beritakepo.com. Sekretaris Jenderal Forum Ulama Indonesia (FUI) Muhamamd Al-Khaththath ditangkap polisi atas dugaan pemufakatan makar. Yang menjadi hal mengejutkan adalah pria bernama asli Gatot Saptono tersebut di kamar 123 Hotel Kempinski, Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat (31/3/2017) dini hari.

Ya hotel Kempinski bukanlah merupakan hotel biasa namun mewah. Jika melihat dari situs jual beli tiket hotel, Kamar Grand Deluxe berada di kisaran harga Rp 4 jutaan per malam.

Baca juga: Diduga Makar, Sekjen FUI Al Khaththath Ditangkap di Hotel Kempinski

Ini adalah fasilitas penginapan yang sangat fantastis untuk sebuah aksi umat yang katanya menuntut keadilan untuk pencopotan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sampai saat ini kasusnya dugaan penodaan agamanya masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Jadi tak heran beredar dugaan bahwa Al-Khaththath menggelar pertemuan dengan donatur aksi 313 di hotel tersebut. Walaupun demikian, pihak Polri membantah penangkapan ini berkaitan dengan aksi Anti-Ahok tersebut.

Lalu siapakah donatur tersebut?

Jika kita menggunakan analisa 'cocoklogi' yang mungkin cocok untuk anda pertimbangkan. Penangkapan ini dilakukan bersamaan harinya dengan agenda pemeriksaan Sandiaga Uno dan Tommy Soeharto dalam kasus berbeda. Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Tommy sebagai saksi untuk dugaan makar Firza Husein. Sementara, Sandi diperiksa dalam kasus dugaan penggelapan tanah. Ini mungkin bagi sebagian pihak dapat dijadikan puzzle sebagai langkah polisi membungkam orang di balik aksi 313 yang disebut sebagai langkah polri melakukan pencegahan terhadap aksi makar yang mungkin terjadi.

Yang menjadi pertanyaan adalah apa benang merah keterkaitan Sandi dan Tommy dengan aksi 313?

Kita tak bisa menyangkal bahwa aksi 313 adalah upaya untuk menurunkan elektabiltas Ahok-Djarot. Patut diingat, Al-Khaththath adalah pendukung utama Anies dan Sadiaga Uno yang selalu menyerang Ahok dengan isu SARA dan terakhir sebagai pembuat dan penyebar spanduk penolakan jenazah bagi pendukung Basuki Djarot.
Al-Khaththath pendukung Anies-Sandi
Al-Khaththath pendukung Anies-Sandi. (Istimewa)
Isu agama dan etnis digunakan mereka sebagai cara untuk menyerang Ahok agar Anies-Sandi bisa memenangkan Pilgub DKI 2017. Ya, agama pun dijadikan alat melampiaskan syahwat politik untuk berkuasa. Sebagian umat Islam dibius dan dibodohi dengan dalil-dalil agama karena ketidakmampuan untuk bersaing secara sehat di pemilu dan pilkada.

Selain itu aksi versi FUI-FPI juga sarat sentimen rasis. Mereka mengangkat isu pribumi dan non pribumi.Dengan aksi 313 FUI-FPI menebar ketakutan di warga keturunan terutama etnis China soal kerusuhan seperti tahun 1997.
Aksi meniup isu pribumi-non pribumi di demo 313
Aksi meniup isu pribumi-non pribumi di demo 313. (Istimewa)
FPI dan FUI memang gencar menegakkan Jakarta Bersyariah dan NKRI Bersyariah. Mereka melakukan berbagai cara untuk melakukan hal tersebut termasuk bergabung dengan politisi yang mempunyai kekuatan dana besar yang ingin memenangkan Pilpres 2019. Awalnya FPI-FUI bergabung dengan Cikeas namun karena Agus-Sylvi kalah, mereka menjadi bunglon mendekati 'lawan politik' Jokowi.


Bukan Prabowo yang kini disebut menjadi lawan politik terkuat Jokowi dalam segi dana dan kepentingan. FPI-FUI mencoba mendekati dua sosok yang menginginkan menjadi kandidat kuat presiden di 2019. Satu nama adalah Tommy Soeharto yang belakangan ini terjun ke dunia politik. Tommy dan FPI-FUI memang belakangan ini memperlihatkan kemesraan. Selain beredar foto mereka makan malam bersama, Tommy juga secara terang-terangan menunjukkan kedekatannya dengan mereka saat acara haul Soeharto di Masjid At Tin, Jakarta Timur, Sabtu (11/3/2017) malam.

Di samping itu, beredar foto Tommy Soeharto makan malam bersama Anies Baswedan dan foto Arifin Ilham menggenggam tangan Anies dan Tommy seakan-akan sinyal kolaborasi keduanya di 2019.
Foto mesra Anies Baswedan dan Tommy Soeharto
Foto mesra Anies Baswedan dan Tommy Soeharto. (Istimewa)
Ya, Tommy ingin berpasangan dengan Anies di 2019 jika Anies terpilih menjadi Gubernur DKI. Jadi tak heran, dana dan logistik sudah disiapkan untuk mendukung Anies-Sandi menang dengan segala cara termasuk memanfaatkan sentimen agama dan ras.

Anies memang kini diperebutkan berbagai pihak yang menjadi cawapres mereka di 2019. Selain Tommy, Jusuf Kalla dan Hary Tanoe juga tertarik menggandengnya. Nama terakhir dipastikan tidak akan melibatkan sentimen agama dan ras.

JK memang kini disebut sebagai musuh selimut di Istana. Nama JK memang sempat dihubungkan dengan pernyataan SBY dalam tulisannya berjudul "Pulihkan Kedamaian dan Persatuan Kita" di harian Rakyat Merdeka, Senin (28/11).

Dalam tulisan itu, SBY menyebut ada pihak-pihak lingkaran kekuasaan yang menginginkan kudeta atau makar.

“Di samping ada pihak di luar kekuasaan yang berniat lakukan makar, menurut rumor yang beredar, katanya juga ada agenda lain dari kalangan kekuasaan sendiri. Skenario yang kedua ini konon digambarkan sebagai akibat dari adanya power struggle di antara mereka.”

Siapa lagi yang mempunyai kekuatan dana dan politik selain Jokowi di istana selain Jusuf Kalla?

Menurut akun Twitter @joxzin_jogja, disebut dari awal Jusuf Kalla melalui Aksa Mahmud menginginkan Anies menjadi Gubernur untuk menggantikan Ahok. Sebagai ketua Dewan Masjid, JK membuka masjid melakukan aksi lawan Ahok termasuk membiarkan khotbah anti pemimpin kafir dan politisasi mayat.

JK bahkan disebut telah menyebarkan keempat anteknya ke Gerindra, Golkar, PKB dan PPP sebagai partai pengusung JK-Anies di 2019. Skenarionya jika Anies terpilih, Jakarta akan ditinggalkan Anies diberikan ke Sandi dan wagub DKI akan diserahkan kepada PKS.

Namun stategi ini tak akan berjalan jika tidak melibatkan ormas Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdalatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kedua organisasi ini sudah mencium adanya skenario ini sehingga dengan tegas melarang warganya ikut aksi 313. Bahkan mereka mempertanyakan motif aksi tersebut sekaligus melarang adanya penggunaan atribut ormas tersebut dalam aksi 313.

Jadi sebenarnya Jokowi dan Ahok tak usah takut dengan strategi mereka menghalalkan cara di Pilgub DKI karena ulama NU dan Muhammadiyah menganut islam nasionalis yang sudah mengenyam asam garam sejarah perjuangan bangsa ini.

Jadi tak heran Pilgub DKI dapat disimpulkan sebagai pertarungan ideologis antara nasionalis progresif, muslim tradionalis (Islam Nusantara) dan yang setia pada kebhinnekaan, dengan ideologi nasionalis ekstrim kanan ala Donald Trump di AS dan kelompok-kelompok garis keras yang mengancam kebhinnekaan negeri ini.
JK, Anies dan Tommy Soeharto Dikaitkan dengan Donatur Aksi 313 JK, Anies dan Tommy Soeharto Dikaitkan dengan Donatur Aksi 313 Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/31/2017 12:16:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.