Jurnalis Penentang Orde Baru Ahmad Taufik Tutup Usia

Jurnalis senior Ahmad Taufik
Jurnalis senior Ahmad Taufik. (Babe.news)
Beritakepo.com. Jurnalis senior Ahmad Taufik Jufry meninggal dunia pada hari ini, Kamis (23/3), di usia 53 tahun. Taufik menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sekitar pukul 19.00 WIB setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.

"Rencananya malam ini jenazah dibawa ke rumahnya di Kebon Pala III, Jakarta," kata rekan almarhum, Asep Komarudin yang juga menjabat Kepala Divisi Riset Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, seperti diberitakan CNNIndonesia.com.

Asep mengatakan, semasa hidup Taufik dikenal sebagai jurnalis sekaligus aktivis yang rajin memperjuangkan kebebasan pers.

"Dia salah satu pendiri AJI. Orang yang menandatangani Deklarasi Sirnagalih yang jadi cikal bakal berdirinya AJI," ujar Asep.

Bersama dua rekannya, Eko Maryadi dan Danang Kukuh Wardoyo, almarhum pernah dipenjara di masa rezim Orde Baru pada tahun 1995 karena menyebarkan majalah Suara Independen.


Suara Independen adalah media terbitan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dilarang beredar oleh pemerintah Orde Baru. Taufik dibebaskan pada tahun 1997 atau setahun menjelang keruntuhan Orde Baru.

Taufik kembali terlibat persoalan hukum pada 2003 saat bekerja sebagai wartawan Majalah Tempo. Dia bersama dua wartawan Majalah Tempo lain diseret ke pengadilan atas dugaan pencemaran nama baik menyusul terbitnya tulisan berjudul "Ada Tomy di Tenabang" di Majalah Tempo edisi 3-9 Maret 2003.

Artikel tersebut menduga ada sosok taipan Tomy Winata di balik peristiwa kebakaran yang menghancurkan Pasar Tekstil Tanah Abang saat itu.

Proses peradilan Taufik cs mendapat sorotan luas. Aktivis dan pekerja media kala itu menyebut peradilan Taufik cs sebagai sebuah catatan mundur bagi kebebasan pers di era Reformasi.

Di dunia jurnalistik, Taufik dikenal sebagai wartawan yang produktif. Sejumlah prestasi telah dia torehkan lewat pelbagai karyanya.

Taufik pernah mendapatkan penghargaan International Press Freedom Award dari CPJ pada 1995. Setahun kemudian, tepatnya pada 1996, Taufik mendapat penghargaan Digul Award-Indonesia NGO's Human Rights Award.

Dua tahun kemudian, dia kembali meraih penghargaan Hellmann/Hammet Award dari American Writer, New York.

Ucapan duka lainnya mengalir di dinding Facebook almarhum. Salah satunya dari jurnalis Dandhy Dwi Laksono. "Innalillahi. Telah berpulang jurnalis senior Ahmad Taufik Jufry. Salah satu ikon perlawanan pers terhadap rezim Orde Baru. Selamat jalan, Bung."

Kabar wafatnya Ahmad Taufik juga dituliskan salah satu pendiri Tempo, Goenawan Muhammad dalam akun twitter @gm-gm yang sudah terverikasi.

" Ahmad Taufiq meninggal. Mantan wartawan Tempo, anggota AJI yg dipenjarakan rezim Suharto dlm perjuangannya utk kemerdekaan pers," tulisnya.
Jurnalis Penentang Orde Baru Ahmad Taufik Tutup Usia Jurnalis Penentang Orde Baru Ahmad Taufik Tutup Usia Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/23/2017 08:56:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.