Sandiaga Uno Dipolisikan Edward Soeryadjaya, Kakak Angkatnya

Edward Soeryadjaya (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan)
Edward Soeryadjaya (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan). (bareksa.com)
Beritakepo.com. Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward S Soeryadjaya melaporkan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno ke polisi terkait tuduhan tindak pidana penggelapan. Sandiaga dilaporkan bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi.

Kuasa hukum Edward Soeryadjaya, Fransiska Kumalawati Susilo, mengatakan bahwa Andreas dan Sandiaga diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.

"Penggelapan tanah kurang lebih satu hektar di Jalan Raya Curug," kata Fransiska saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2017), seperti diberitakan Kompascom.

Fransiska mengatakan, pihaknya berupaya menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan bersama Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno sejak Januari 2016. Namun, Andreas dan Sandiaga tak menanggapi baik upaya penyelesaian itu.

"Terakhir saya coba hubungi Sandiaga lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi," kata Fransiska.

Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (8/3/2017). Laporan tersebut diterima dengan nomor 1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Mereka dilaporkan melanggar Pasal 372 KUHP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana terkait laporan itu.

"Laporan kami terima dan akan kami tindak lanjuti," kata Argo.

Kronologi Perseteruan Edward dan Sandiaga

Seperti diketahui, Edward dan Sandiaga merupakan pemegang saham dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Sandi merupakan anak angkat dari anak angkat keluarga William Suryadjaya (pendiri Astra), ayah Edward. Keluarga Sandiaga dan Suryadjaya memang dikenal dekat. Bahkan, Sandi disebut disekolahkan ke luar negeri oleh William.

Namun hubungan Edward dan Sandiaga mulai retak saat berseteru dalam kasus proyek depo BBM Pertamina di Balaraja. Edward menuding Sandiaga memalsukan sertifikat tanah no.31 seluas 20 hektar yang kemudian dialihkan ke Pertamina.

Dilansir Tempo.co, Kasus bermula pada 1996 saat Pertamina menggandeng Pandan Wangi sebagai rekanan proyek. Namun, proyek akhirnya dibatalkan karena terjadi krisis moneter pada 1997. Padahal, Pandan Wangi telanjur membeli tanah seluas 20 hektare untuk proyek tersebut.

Pandan Wangi sebenarnya mendapatkan tanah itu tidak dengan kas mereka sendiri. Mereka meminjam uang kepada perusahaan Singapura, Van Der Horst Ltd (VDHL). Sebagai jaminannya, sertifikat tanah bernomor HGB 031 diserahkan pada VDHL. Tak lama, VDHL ikut bangkrut karena krisis. Pengusaha Edward Soeryadjaya memenangi lelang, dan memperoleh sertifikat HGB 031.

Adapun Pandan Wangi, setelah terpaan krisis, kemudian berganti tampuk kepemimpinan. Pada 2006, perusahaan yang semula dipimpin Johnnie Hermanto dan Tri Harwanto dibeli Sandiaga Uno senilai US$ 1,5 juta. Namun, baru sejumlah US$ 650 ribu yang dibayar Sandiaga. Di bawah kepemimpinan Sandiaga, Pandan Wangi meminta ganti rugi ke Pertamina atas pembatalan proyek yang sepihak.

Pandan Wangi bahkan sempat menyita gedung Pertamina di Jalan Kramat Raya dan rekening operasional BUMN Migas itu di Bank Mandiri. Pertamina pun menyerah, dan mau membayar ganti rugi US$ 12,8 juta kepada Pandan Wangi dengan syarat Pandan Wangi melepaskan sita jaminan dan menyerahkan sertifikat tanah proyek tadi.

Pada 10 Maret 2009, Pertamina membayar separo ganti rugi atau sebesar US$ 6,4 juta kepada Pandan Wangi. Sita jaminan atas aset-aset Pertamina pun diangkat. Sewaktu Pandan Wangi hendak mencairkan ganti rugi tahap kedua, terungkap bahwa Pandan Wangi tidak memiliki sertifikat asli atas tanah proyek itu.

Edward yang memegang sertifikat HGB 031 memprotes Pertamina. Akhirnya, Pertamina memutuskan menunda pembayaran ganti rugi tahap kedua, sampai sengketa sertifikat HGB 031 diselesaikan Edward dan Sandiaga.
Sandiaga Uno Dipolisikan Edward Soeryadjaya, Kakak Angkatnya Sandiaga Uno Dipolisikan Edward Soeryadjaya, Kakak Angkatnya Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/13/2017 06:09:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.