KH Ahmad Ishomuddin dari NU Jadi Saksi Meringankan di Sidang Ahok

KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU Jakarta
KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU Jakarta. (Istimewa)
Beritakepo.com. Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak ada persiapan khusus jelang sidang lanjutan ke-15. Agenda sidang yang digelar di Auditorium Kementrian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan itu adalah pemeriksaan saksi ahli.

Sehari sebelum sidang, Ahok menyatakan tak ada persiapan khusus. "Besok sidang ke 15. Dengar saja kan saksi ahli kita," kata Ahok di Jalan Proklamasi No 49, Jakarta Pusat, Senin (20/3), seperti diberitakan .

Salah satu tim penasihat hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, Humprey Djemat mengungkapkan di sidang lanjutan ke-15, pihak penasihat hukum akan menghadirkan tiga saksi ahli.

"Pertama, KH Ahmad Ishomuddin menjadi saksi ahli Agama Islam, kedua Rahayu Surtiarti sebagai ahli bahasa dan ketiga C Djisman Samosir sebagai saksi ahli pidana," ungkap Humprey.

Diketahui, KH Ahmad Ishomuddin merupakan Rais Syuriah PBNU Jakarta dan Dosen Fakultas Syari'ah IAIN Raden Intan, Lampung. Sementara, Rahayu adalah Guru Besar Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, UI, Depok dan Djisman merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Sementara, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar menyebutkan kesaksian yang akan disampaikan oleh KH Ahmad Ishomuddin dalam sidang Ahok tidak mewakili organisasi NU.

“Mewakili dirinya sendiri. Pribadi. Jadi apapun yg disampaikan beliau besok hanya pandangan pribadi tidak mewakili NU,” ujar KH Miftahul Akhyar, Senin (20/3), seperto diberitakan Republika.co.id.


Dia menjelaskan, PBNU telah memberi peringatan kepada kepada KH Ahmad Ishomuddin agar tidak menjadi saksi dalam sidang perkara yang melibatkan calon gubernur DKI Jakarta ini.

Bukan hanya sebagai saksi namun PBNU juga memperingatkan KH Ahmad Ishomuddin agar tidak masuk ke dalam lingkaran kasus tersebut.

Menurutnya, jajaran pengurus Rais Syuriah PNBU sudah melakukan rapat atas apa yang telah dilakukan oleh KH Ahmad Ishomuddin. Dalam rapat gabungan yang dilakukan, Rais aam PBNU KH Ma’aruf Amin menyatakan memberikan sanksi untuk menurunkan posisi KH Ahmad Ishomuddin dari Rois Syuriah PBNU menjadi Tanfidziyah.

Selain itu, Rois Syuriah PBNU juga meminta agar KH Ahmad Ishomuddin membuat surat pernyataan dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang telah ia lakukan.

Namun hingga saat ini surat penyataan tersebut belum dibuat. “Itu pun kita tidak tahu kalau dia betul-betul jadi saksi. Kita pikir waktu itu dia sudah mengundurkan diri,” katanya.

Sementara, Ishomuddin mengonfirmasi kabar bahwa dirinya akan menjadi saksi dalam sidang kasus Ahok. Ia menegaskan, kedatangannya sebagai diri pribadi. Ia enggan mengaitkannya dengan lembaga-lembaga tempatnya bernaung. “Insya Allah, iya. Itu sebagai pribadi. Tidak dari NU. Tidak pula dari MUI. Tidak pula dari tempat saya bekerja,” kata KH Ishomuddin saat dihubungi, Senin (20/3).

Menurutnya, kesaksiannya nanti akan bermanfaat untuk ikut menjelaskan posisi Ahok. Sebab, lanjut dia, majelis hakim perlu menyimak beragam pandangan. Selain itu, KH Ishomuddin mengungkapkan bahwa ia datang lantaran permintaan dari pihak kuasa hukum pejawat tersebut.

“Sebagai pribadi, diminta saja (untuk menjadi saksi). Yang meminta, tentu penasihat hukum. (Dari pihak Ahok?) Ya saya kira seperti itu, barangkali, ya," jelasnya.
KH Ahmad Ishomuddin dari NU Jadi Saksi Meringankan di Sidang Ahok KH Ahmad Ishomuddin dari NU Jadi Saksi Meringankan di Sidang Ahok Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/20/2017 08:27:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.