Maju Pilgub Jabar Lewat NasDem, Ridwan Kamil Siap Dibully

Penjelasan Ridwan Kamil soal maju Pilgub Jabar 2018
Penjelasan Ridwan Kamil soal maju Pilgub Jabar 2018. (Instagram @ridwankamil)
Beritakepo.com. Keputusan Ridwan Kamil yang menerima deklarasi dukungan Partai Nasdem untuk maju sebagai cagub di Pilgub Jawa Barat pada 2018 mendatang mendapat reaksi beragama. Namun, bagi warga Jabar yang mayoritas merupakan pemilih Prabowo pada Pilpres 2014 yang lalu menganggap ini merupakan blunder dan kesalahan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Mereka ini adalah orang-orang yang belum 'move-on' dari kekalahan Prabowo dan Pilpres kemarin dan cenderung menyatakan Anti Jokowi dan Ahok karena faktor primordial dan agama. Mereka kadang disebut kaum sumbu pendek, 2D dan penghuni bumi datar karena dengan mudah terprovokasi dengan isu agama. Jawa Barat dan Sumatera Barat merupakan dua provinsi yang memenangkan Prabowo secara telak di Pilpres kemarin. Dari provinsi inilah, terutama dari Jabar, banyak warga yang dimobilisasi untuk ikut gerakan demonstrasi anti Ahok beberapa waktu yang lalu yang mereka 'bungkus'dengan nama Aksi Bela Islam.

Tentu saja keputusan Emil menerima partai NasDem menimbulkan pertanyaan bagi mereka. Karena, NasDem merupakan partai pengusung Jokowi pada pilpres lalu dan partai pertama mendukung Basuki T. Purnama (Ahok) untuk maju Pilgub DKI Jakarta 2017. Karena Ahok dikriminalisasi dengan kasus dugaan penistaan agama, mereka menghakimi NasDem dan partai pengusung Ahok sebagai partai pendukung penista agama. Penghakiman secara sepihak karena proses pengadilan terbukti banyak mendatangkan saksi pelapor palsu yang ingin mempolitisasi kasus Ahok.


Mengaitkan Pilgub DKI dan partainya dengan Pilgub DKI pun kini mereka lakukam. Kini, Emil tentu saja mendapat serangan bertubi-tubi dari mereka. Lihat saja komentar salah satu dari mereka di akun Facebook Ridwan Kamil.


Tentu saja Emil menyadari soal pro dan kontra ini. Lewat akun Facebook dan Instagram miliknya, Emil memberikan klarifikasi.

"Orang berpikir ini semata syahwat politik? kalo ikut shahwat mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai walikota selama 5 tahun. Selesai on time. Janji Bandung belum beres? betul. Namun masih ada 2 tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk dibelanjakan mengejar sisa mimpi." tulis Ridwan Kamil di Facebook, Senin (20/3/2017).


Ridwan Kamil pun tidak khawatir jika nanti di Pilkada Jabar dia tidak terpilih sebagai gubernur.

"Tidak masalah, da saya mah bukan pengangguran. Tidak punya niat cari nafkah dari politik. Kembali jadi dosen dan arsitek adalah kebahagiaan yang kembali pulang," ujar Kang Emil.

Dia juga menyatakan siap di-bully dengan pilihannya saat ini.

"Jadi jika sekarang ada yang bully, 'saya akan jadi pembenci akang sekarang', 'maaf saya unfollow', 'bye kang RK' dkk itu sudah takdiran berpolitik. Tidak akan baper. Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita. Dan dalam prosesnya tidaklah akan pernah, sampai kapanpun, menyenangkan semua orang," kata Ridwan Kamil.
Maju Pilgub Jabar Lewat NasDem, Ridwan Kamil Siap Dibully Maju Pilgub Jabar Lewat NasDem, Ridwan Kamil Siap Dibully Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/19/2017 10:52:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.