Mangkir dari Pemeriksaan, Sandiaga Minta Polisi Tunda Hingga 19 April

Sandiaga Uno mangkir dari pemeriksaan polisi
Sandiaga Uno mangkir dari pemeriksaan polisi. (Tribunnews.com)
Beritakepo.com. Cawagub Sandiaga Salahudin Uno hari ini tidak dapat menghadiri pemanggilan Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penggelapan tanah yang dilaporkan kepadanya. Ia juga meminta polisi menunda pemeriksaan dirinya hingga masa pencoblosan Pilgub DKI putaran kedua. Banyak pertimbangan yang membuat cawagub nomor urut 3 itu tidak dapat menghadiri panggilan.

"Sebagai warga negara saya patuh hukum, kedua saya akan mengikuti proses hukum yang dijalankan di Polda. Saya sangat-sangat haqqul yakin tidak terlibat dan tidak melakukan apa yang dituduhkan," ujar Sandiaga di Posko Anies-Sandi, Jalan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa dini hari (21/3/2017), dilansir Detikcom.

Sandiaga menilai kasus ini diawali perseteruan 2 orang sahabat yang telah menjalin hubungan persahabatan sejak lama. Karena berbeda pandangan politik, sebagai calon wakil gubernur dirinya kemudian ikut dilibatkan.

"Saya mengimbau pihak yang berseteru itu kalau misalnya pilihan politiknya berbeda ya jangan menyeret-nyeret salah satu calon lah. Kita boleh berbeda pilihan, nggak seharusnya langsung menjatuhkan," kata Sandiaga.

Sandiaga memutuskan untuk tidak menghadiri panggilan karena padatnya agenda kampanye hingga tanggal 19 April. Dia kemudian meminta keringanan kepada Polda untuk menunda penyelidikan hingga selesai tanggal 19 April 2017 mendatang.

"Kenapa saya putusin nggak datang memenuhi panggilan besok, karena jadwalnya sudah penuh sampai tanggal 15 April. Lihat saja begitu banyak orang, kita ditarik kiri kanan setiap kampanye. Jadi urgensi dari pada ini dibandingkan dengan jadwal-jadwal yang lain," jelas Sandiaga.

Sandiaga juga minta ditunda pemanggilannya karena harus ke KPK untuk menyerahkan laporan harta kekayaannya. Menurutnya hal tersebut sangat penting untuk menghadapi Pilkada 2019.

"Apalagi besok saya harus ke KPK menyerahkan laporan harta kekayaan calon pejabat negara yang untuk putaran kedua. Itu jauh lebih urgent dalam konteks Pilkada ini. Jadi kita meminta penundaan sampai tanggal 19 April. Kita minta atensi dari pada tim Polda," ujar Sandiaga.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono sebelumnya mengatakan, pengusutan kasus ini adalah murni penegakan hukum.

Argo menepis muatan politis dalam kasus yang terjadi pada Desember 2012 ini. Meski rentang waktu kejadian hampir lima tahun, Argo memastikan penyelidikan kasus ini bukan untuk menjegal Sandi yang maju dalam kontestasi Pilkada DKI 2017.
Mangkir dari Pemeriksaan, Sandiaga Minta Polisi Tunda Hingga 19 April Mangkir dari Pemeriksaan, Sandiaga Minta Polisi Tunda Hingga 19 April Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/20/2017 07:04:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.