Saksi Ceritakan Larangan Pilih Pemimpin Nonmuslim di Pilgub Babel

Suasana sidang Ahok
Suasana sidang Ahok. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - Saksi Eko Cahyono merupakan mantan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika maju di Pilgub Bangka Belitung (Babel) 2007. Eko ditanya hakim apakah di Pilgub Babel juga ada pembahasan soal Al-Maidah ayat 51.

"Sebelum pilkada tahun 2007 itu memang ada selebaran-selebaran atau mungkin pidato-pidato yang juga mengutip ayat itu (Al-Maidah 51)," tanya majelis hakim dalam lanjutan sidang di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017), dilansir Detikcom.

"Ya ada. Di seluruh Kepulauan Bangka Belitung," jawab Eko.

Eko mengaku mendengar sendiri pidato-pidato terkait Al-Maidah ayat 51 dan ajakan memilih pemimpin Muslim. Salah satu saat pembacaan khotbah salat Jumat.

"Saya juga mendengar sendiri. Saya lupa (siapa yang mengucapkan), tapi waktu salat Jumat juga ada, saya dengar sendiri. Tapi saya itu tidak tahu di mana," ujarnya.

"Substansinya kira-kira gimana?" tanya majelis hakim.

"Waktu itu simple saja sebenarnya, mereka mengatakan dilarang memilih pemimpin nonmuslim. Intinya di situ Yang Mulia," jawab Eko.

Eko mengaku tidak tahu siapa yang membuat dan menyebarkan selebaran terkait larangan memilih pemimpin nonmuslim saat Pilgub Babel 2007. Hanya saja ia memastikan selebaran tersebut ada di mana-mana.

"Iya (bentuknya) selebaran begitu. Secara pasti saya tidak tahu (siapa yang membuat), tapi barang itu ada disebarkan di mana-mana," tuturnya.

Selain itu, Eko menyebut posisi Ahok ketika berpidato di Kepulauan Seribu dalam posisi netral. Eko mengatakan tahu pidato Ahok di Kepulauan Seribu dari YouTube.

"Sebenarnya Pak Basuki itu mengajak masyarakat ikut dalam program peningkatan kesejahteraan, dikasih bibit, dikasih bimbingan untuk memelihara ikan," ujar Eko.

Baca juga: Eko Cahyono, Eks Pasangan Ahok di Pilgub Babel Jadi Saksi Pertama

"Karena dalam waktu dekat-dekat kampanye mungkin dibilang kalau nggak nerima nggak enak gitu ya. Kalau nggak milih Pak Basuki nggak enak, jadi Pak Basuki itu maunya netral aja," jelasnya.

"Bukan masalah pilih memilih, tapi terima aja program ini, toh program ini untuk kesejahteraan masy. Tidak ada hubungannya dengan Pilkada, pemilihan, itu saya tangkap di situ. Jadi masyarakat ya terima program itu," tutur Eko.
Saksi Ceritakan Larangan Pilih Pemimpin Nonmuslim di Pilgub Babel Saksi Ceritakan Larangan Pilih Pemimpin Nonmuslim di Pilgub Babel Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/06/2017 09:07:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.