Andi Lala, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Ditangkap

Andi Lala saat ditangkap
Andi Lala saat ditangkap
Beritakepo.com. Setelah hampir sepekan menjadi buronan Polda Sumatera Utara, Andi Matalata alias Andi Lala akhirnya tertangkap di Jalan Lintas Rengat, Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indra Giri Hilir, Riau, Sabtu (15/4/2017) sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Kombes Pol Nur Fallah membenarkan penangkapan itu oleh tim gabungan yang telah dibentuk sebelumnya.

"Iya benar telah ditangkap tim kita tadi pagi di Indra Giri Hilir, Riau," kata Nur Fallah.

Dikabarkan, Andi Lala dihadiahi timah panas petugas gabungan karena melawan saat ditangkap.

Posisi Andi Lala memang sudah terdeteksi dari kemarin, namun polisi masih merahasiakan keberadaan otak dari pembunuhan sadis di Mabar, Medan Deli. Terlihat dalam foto yang tersebar, Andi Lala ditangkap saat sedang melarikan diri. Menurut informasi, petugas melakukan pengintaian sejak pukul 21.00 WIB, Jumat (14/4/2017).

Namun, karena di dekat lokasi penangkapan ada pesta, petugas menunda penangkapan hingga pukul 04.00 WIB. Selain menangkap Andi Lala sebelumnya pihak kepolisian telah menangkap, Roni dan Andi Syahputra, polisi juga mencokok Irwansyah (33), warga Jalan Galang Simpang Jalan STM, Lubukpakam.


Irwansyah dibawa untuk menjalani pemeriksaan, karena diduga mengetahui banyak informasi soal pembunuhan dan perampokan yang menewaskan Riyanto (40 tahun), istri Riyanto, Sri Ariyani (38), dua anak mereka, Syifa Fadillah Hinaya atau Naya (13) dan Gilang Laksono (8), serta ibu mertua Riyanto, Sumarni (60).

Lima jenazah korban sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Muslim di Jalan Kawat VII, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Senin lalu. Hanya Kinara (4), anak bungsu Riyanto-Sri, yang selamat pada peristiwa tersebut.

"Irwansyah turut dibawa ke Polda dengan status sebagai saksi. Rencananya penyidik akan memeriksa Irwansyah, yang diduga mengetahui banyak informasi selama menemani Andi Syahputra bersembunyi di Air Batu," kata Rina.

Roni merupakan eksekutor pembunuhan lima orang sekeluarga di Jalan Kayu Putih, Gang Banteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Minggu dini hari lalu. Ia medapat uang Rp 300 ribu dan satu unit telepon seluler dari terduga pelaku utama, Andi Lala (AL).

"Uang itu sebenarnya bukan upah, hanya pemberian dari AL. Lagian belum ada pembagian hasil rampokan, yang mereka dapatkan dari rumah korban," kata Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Nur Fallah, Rabu malam.

Nur Fallah menyebutkan, setelah membunuh, mereka belum sempat menjual harta benda yang mereka rampok, seperti sepeda motor, laptop dan lainnya. Barang-barang tersebut mereka simpan di rumah Andi Lala. Selain itu, uang sebesar Rp 25 juta dari rumah korban juga belum diketahui keberadaannya.

"Jadi mereka belum ada menyepakati pembagian, karena fokus pada pelarian masing‑masing. Sebelum barang bukti terjual, baik Roni maupun Andi tertangkap," katanya.

Rina menambahkan, Roni merupakan eksekutor kasus pembunuhan di Jalan Kayu Putih, Gang Banteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Minggu dini hari lalu

"Roni ini merupakan eksekutor terhadap anak‑anak korban. Saat petugas akan melakukan penangkapan, tersangka melawan, sehingga diberi tindakan tegas terukur," kata Rina.

Pelaku lainya, Andi, ditangkap di kawasan Air Batu, Kabupaten Asahan. Andi merupakan warga Jalan Sempurna, Gang Buntu Sekip, Lubukpakam, Deliserdang.

Ia juga merasakan timah panas polisi di kaki kanan. Ia dicokok petugas bersama Irwansyah (33), warga Jalan Galang Simpang Jalan STM, Lubukpakam. "Peran Andi berjaga‑jaga di teras rumah korban saat peristiwa pembunuhan," kata Rina.
Andi Lala, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Ditangkap Andi Lala, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Ditangkap Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/14/2017 10:57:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.