Bantah Jaksa, Pengacara Buni Yani: Sumber Keresahan itu Ahok

Buni Yani dan pengacaranya, Aldwin Rahadian
Buni Yani dan pengacaranya, Aldwin Rahadian. (Istimewa)
Beritakepo.com. Pada persidangan hari ini jaksa menuntut Ahok dengan hukuman satu tahun dan masa percobaan selama dua tahun. Saat membacakan tuntutan, jaksa menyebutkan peran Buni Yani.

"Timbulnya keresahan di masyarakat tidak dapat dilepaskan adanya unggahan dari orang yang bernama Buni Yani," ujar Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditoriun Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (20/4), dilansir Detikcom.

Buni Yani merupakan pengunggah video pidato penggalan Ahok saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. Buni Yani kemudian dilaporkan kepolisian dan dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 tentang ITE dan Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, memprotes keras karena nama Buni Yani disebut dalam pertimbangan tuntutan kepada Ahok. Aldwin menegaskan sumber keresahan bukan Buni Yani, melainkan Ahok.

"Saya tidak mengerti logika apa yang dipakai JPU ini. Tidak satu pun pihak yang melaporkan Ahok menjadikan video yang di-share Buni Yani sebagai dasar laporan. Semua berdasarkan video yang diunggah Pemprov Jakarta. Kalau melihat performa JPU seperti ini, jangan salahkan kalau rakyat tidak percaya lagi dengan institusi kejaksaan," ujar Aldwin dalam siaran pers, Kamis (20/4/2017), seperti diberitakan Detikcom.


Aldwin mengatakan disebutkannya nama Buni Yani dalam persidangan ini secara tidak langsung JPU ingin mengatakan kejadian di Kepulauan Seribu sebenarnya tidak perlu masuk ke proses hukum jika saja Buni Yani tidak men-share potongan pidato Ahok yang menyinggung Al-Maidah 51.

"Jadi rakyat Indonesia jangan heran, kalau tuntutan JPU terhadap Ahok cuma 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun, yang artinya sama saja Ahok tetap bebas karena tidak perlu menghuni penjara. Kenapa bisa keluar tuntutan seperti itu, karena JPU sama sekali tidak profesional. Tuntutan ini sudah melukai rasa keadilan masyarakat," tutur Aldwin.

Aldwin juga menyebut jaksa dalam persidangan Ahok tidak bekerja secara profesional. Tak hanya karena telah menyebut nama Buni Yani tanpa dasar hukum yang jelas, tetapi juga terkait alasan penundaan pembacaan tuntutan.

"Penundaan persidangan kan alasan yang sangat teknis, belum mengetik, ini terkesan kinerja kejaksaan tidak profesional, padahal kalau kita bandingkan dengan kasus berat lainnya, misalnya (kasus) Jessica, kan lancar-lancar saja," ujar Aldwin.

Aldwin meminta dukungan dari masyarakat untuk ikut mengawal proses persidangan Buni Yani yang akan digelar dalam waktu dekat.

"Saya dan tim advokat akan berjuang sekuat hati dan tenaga untuk membebaskan Buni Yani, orang yang selama ini terkesan dijadikan kambing hitam atas pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Ahok. Kami mohon doa dan dukungannya," ucap Aldwin.⁠⁠⁠⁠
Bantah Jaksa, Pengacara Buni Yani: Sumber Keresahan itu Ahok Bantah Jaksa, Pengacara Buni Yani: Sumber Keresahan itu Ahok Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/20/2017 07:56:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.