dr Hadiyah Melanie, Pegawai Kemenkes Tewas Tertabrak KRL di Depok

KTP milik dr Hadiyah Melanie
KTP milik dr Hadiyah Melanie. (Istimewa)
Beritakepo.com. Seorang dokter perempuan, Hadiyah Melanie (59), tewas mengenaskan tertabrak kereta api di sekitar Stasiun KA Depok Baru (Stadebar), saat menyeberang rel kereta api, Sabtu (29/4/2017) sekitar pukul 17.00.

Hadiyah diketahui merupakan warga Jalan K No Raya, Nomor 34, RT 2, Rw 6, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Provinsi Tangerang, Banten. Ia juga tercatat bertugas di Subdit Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan RI.

Saat kejadian, Hadiyah Melanie yang merupakan dokter umum di Tangerang, Banten ini, nekat menyeberang rel kereta api tidak melalui tempat yang semestinya di bagian peron stasiun.

Menurut kesaksian warga yang menyaksikan kejadian itu, sejumlah petugas stasiun dan warga di sana, sudah memperingatkan Hadiyah agar saat itu tidak menyeberang rel kereta api. Sebab kereta api tampak sudah mendekat untuk masuk ke peron stasiun KA.
dr Hidayah tewas saat menyeberangi rel KA
dr Hidayah tewas saat menyeberangi rel KA. (Warta Kota)
Yeni (40), salah seorang warga yang sempat menyaksikan kejadian itu menuturkan sebelum sang dokter terserempet kereta api, sejumlah petugas peron di Stasiun KA, sudah memperingatkan agar tidak ada siapapun menyeberang rel kereta api, sebab ada kereta api yang datang dan akan masuk stasiun.

"Namun korban tetap saja menyeberang rel KA. Bahkan beberapa warga lain sempat meneriaki korban. Tetapi korban tak mengindahkan semua teriakan warga dan petugas. Saya ngilu sekali melihatnya, tadi, waktu korban diserempet kereta," kata Yeni, seperti diberitakan Warta Kota.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Hamonangan Nadapdap menuturkan jenasah korban mengalami luka fatal di kepala, sehingga tewas seketika karena tertabrak kereta api. Menurutnya jenasah korban sudah dievakuasi ke RS Polri, Kramatjati, usai pihaknya menerima laporan kejadian tersebut. "Kami juga sudah menghubungi keluarga korban di Tangerang, sesuai identitas korban," kata Nadapdap, Sabtu sore.


Menurutnya dari kesaksian sejumlah saksi mata, peristiwa ini terjadi karena korban tampaknya terburu-buru dan tidak mengindahkan peringatan petugas stasiun dan sejumlah warga yang memperingatkannya.

Menurut suami, korban memang sering pergi ke Depok menggunakan kereta api lantaran orang tuanya tinggal di sana.

"Ke Depok memang rutin seminggu sekali. Karena kan Ibunya di Depok, sudah sakit-sakitan," kata Suami Hadiyah, Irwan Dahlan saat ditemui di kediamannya, Jl Sampan Raya, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu, dilansir Detikcom.

Irwan melanjutkan, sang istri juga hampir selalu menggunakan moda transportasi umum. Dia jarang menggunakan mobil pribadi jika bepergian.

"Seringnya memang naik kereta kalau ke Depok, jarang banget naik mobil pribadi. Kalau kerja juga naik bus. Karena kalau naik mobil pribadi mungkin capek dan malas," ujarnya.
dr Hadiyah (ketiga dari kanan)
dr Hadiyah (ketiga dari kanan). (Detikcom)
Sebelum kejadian, Irwan sama-sama naik kereta bersama Hadiyah dari Tangerang namun hanya berbarengan hingga Stasiun Duri. Irwan pun tak merasakan kekhawatiran saat membiarkan istrinya pergi sendirian.

"Tipe orangnya memang mandiri, nggak ada suaminya juga nggak masalah. Kesehariannya juga kalem. Sama anak-anak juga nggak pernah ngeluh," pungkasnya.

Korban dimakamkan di wilayah Kelapa Dua tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah karangan bunga juga masih terlihat di depan kediaman korban.
dr Hadiyah Melanie, Pegawai Kemenkes Tewas Tertabrak KRL di Depok dr Hadiyah Melanie, Pegawai Kemenkes Tewas Tertabrak KRL di Depok Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/30/2017 04:26:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.