FPI Sebut Mobil Terbakar di Cawang itu Teror, Ini Kata Polisi

Penampakan mobil terbakar di Cawang
Penampakan mobil terbakar di Cawang. (Istimewa)
Beritakepo.com. Imam Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Muhsin bin Zaid Alattas mensinyalir kebakaran mobil di Jl MT Haryono Cawang, Ahad (16/4) dini hari, merupakan bentu teror dan rencana dari pihak-pihak yang ingin mencelakakan jamaah Tabligh Akbar Isra' Miraj yang dilaksanakan tidak jauh dari lokasi.

Hal ini terlihat dari indikasi barang bawaan mobil dan dua mobil lainnya, yang memuat beberapa jerigen penuh minyak tanah dan barang kaca pecah belah, seperti piring dan lainnya. Dugaan FPI ini menguat karena berbagai keanehan sesaat ketika mobil pertama yang terbakar, berada di turunan yang mengarah ke kerumunan jamaah Tabligh Akbar.

Habib Muhsin menegaskan di sekitar lokasi mobil terbakar memang sedang diadakan Tabligh Akbar memperingati Isra' Mi'raj yang diikuti ribuan jamaah dan anggota FPI. Ia mengungkapkan ketika mobil terbakar dan turun, beruntung mobil menabrak sepeda motor yang kemudian ikut terbakar.

"Sehingga tidak mengenai jamaah yang saat itu sedang berkumpul," terangnya kepada Republika.co.id, Ahad (16/4). Namun akibat dari mobil terbakar yang turun tersebut beberapa sepeda motor jamaah yang diparkir di pinggir terkena api dan terbakar.

Ia juga mengungkapkan kecurigaan, ketika warga melihat ada empat orang keluar dari mobil pertama yang terbakar. Salah satu orang tersebut keluar dari depan tempat kursi sopir berada.


"Anehnya kalau mereka ingin mencari pertolongan, harusnya berlari ke arah jamaah yang berkumpul. Tapi ini justru mereka berlari menghindari dan menjauhi jamaah yang sedang berkumpul," ujarnya.

Atas kejadian ini, FPI berharap polisi untuk mengusut tuntas apa sebenarnya di balik kebakaran mobil tersebut. Karena, ia mengungkapkan, cukup heran ketika insiden mobil terbakar tersebut tidak seorang pun anggota polisi yang berada di acara Tabigh Akbar.

Padahal, kata dia, acara yang rutin digelar tiap tahun ini, biasanya selalu dipenuhi pengamanan aparat. Bahkan ia menambahkan, pengamanan dari personil polisi ini lengkap seperti tahun lalu, hingga acara selesai dan jamaah bubar. "Setelah kejadian kebakaran ini, kita hubungi polisi. Tapi polisi datang tiga jam setelah mobil terbakar," ungkapnya.

Tanggapan polisi

Polisi belum bisa memastikan insiden tersebut adalah sebuah bentuk aksi teror. Kami belum bisa mengatakan itu teror atau bukan. Artinya begini, justifikasi teror itu apa landasannya? Penyebab kebakarannya saja belum bisa kita ketahui, bagaimana mau dikatakan teror?," terang Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, Minggu (16/4/2017).

Andry mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan laboratorium forensik guna mengetahui penyebab terbakarnya mobil tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden tersebut.

"Saya tidak bisa berspekulasi, karena proses penyelidikan itu harus ada bukti ilmiahnya, tidak bisa menduga-duga," ungkapnya.

Andry mengatakan, kepastian penyebab terbakarnya mobil tersebut masih menunggu hasil penyelidikan laboratori forensik (labfor).

"Tunggu hasil labfor, kita tidak mau mengandai-andai," ungkapnya.

Polisi juga telah meminta keterangan saksi-saksi, di antaranya jemaah yang melihat kejadian tersebut. Saat ini kejadian tersebut masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian.

"Kami masih selidiki. Harap agar masyarakat tidak menyebarkan berita-berita yang belum tentu benar yang dapat menimbulkan keresahan," pungkasnya.
FPI Sebut Mobil Terbakar di Cawang itu Teror, Ini Kata Polisi FPI Sebut Mobil Terbakar di Cawang itu Teror, Ini Kata Polisi Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/15/2017 11:50:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.