Gara-gara Istri Tak Terima C6, Lulung Anggap Ada Kecurangan

Lulung salam Ok Oce usai menyoblos
Lulung salam Ok Oce usai menyoblos. (Kompas.com)
Beritakepo.com. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) mengatakan ada indikasi kecurangan dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Sebab, sang istri, Ema Muthmainah, tidak mendapat formulir C6. Sedangkan ia dan anaknya mendapat formulir tersebut.

"Yang pertama dapat (formulir C6), sekarang nggak dapat. Saya sudah konfirmasi. Udah gitu nggak ada NIK-nya. Apa NIK-nya dipakai orang? Ini kacau, bisa jadi kecurangan," ujar Lulung , Rabu (19/4/2017).

Lulung menambahkan anaknya yang tidak mendapat formulir C6 pada putaran pertama justru kali ini mendapatkannya. Ia berujar padahal berada di satu rumah yang sama dengan anak dan istrinya.

"Putaran pertama dapat (C6), istri saya dan saya. Putaran kedua ini istri saya nggak. Lucunya, anak saya yang putaran pertama nggak dapat dan sekarang malah dapat. Kita kan satu rumah. Lucu ini," kata politikus PPP itu.

Berdasarkan penelusuran di situs KPU, Lulung beserta istri terdaftar di TPS 46, Jalan Bumi Indah, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tercatat ada 728 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tersebut dari tiga RT, yaitu RT 12, 13, dan 14.


Pernyataan Lulung di atas sangat tak beralasan mengingat sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menegaskan Surat Pemberitahuan Waktu dan Tempat Pemungutan Suara atau formulir C6 bukan syarat untuk memilih di TPS. Komisioner KPU DKI Jakarta, Moch Sidik menegaskan formulir C6 hanya bersifat pemberitahuan.

"Harus diluruskan. C6 itu bukan syarat untuk memilih, C6 itu hanya surat pemberitahuan. Kalau tidak dapat C6, dan namanya sudah ada di DPT, ya datang (ke TPS)," kata Sidik di Kantor KPU DKI Jakarta, Jl Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/17).

Menurut Sidik, pemilih yang tidak mempunyai formulir C6, bisa menunjukkan bila namanya benar terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Namun untuk meyakinkan, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pemilih bisa juga menunjukkan nama antara surat keterangan dan KTP-nya sama.

"Tunjukkan nama di KTP atau suketnya sama. Kalau KPPS-nya ragu lagi, tunjukkan lagi KK kalau perlu diperkuat, orang kan ragu boleh saja, siapkan saja," kata Sidik.

Akhinya, Lulung mencoblos di TPS 46, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tanpa ditemani istrinya. Lulung mengatakan, istri akan mencoblos setelah pukul 12.00 WIB. Ema akan menggunakan KTP sebagai salah satu identitas diri.
Gara-gara Istri Tak Terima C6, Lulung Anggap Ada Kecurangan Gara-gara Istri Tak Terima C6, Lulung Anggap Ada Kecurangan Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/18/2017 09:51:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.