Jaksa Klaim Tuntutan untuk Ahok Tak Terpengaruh Aksi Massa

Jaksa membaca tuntutan di sidang Ahok
Jaksa membaca tuntutan di sidang Ahok. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - Jaksa mulai membacakan tuntutan dalam sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Koordinator jaksa penuntut umum Ali Mukartono menyebut pertimbangan tuntutan tersebut tidak terpengaruh massa.

"Majelis hakim Yang Mulia, dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan, pada kesempatan ini perkenankan kami bacakan ini dengan tetap menjunjung tinggi yang sama baik selaku penuntut umum maupun terdakwa," kata Ali di auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Ali menyebut, dalam perjalanan sidang, ada perbedaan persepsi. Namun, kata Ali, penuntut umum tetap mempertimbangkan semuanya dengan matang.

"Baik yang pro dan kontra tidak boleh pengaruhi persepsi jalanannya persidangan, tapi hanya aspirasi masyarakat," kata Ali.

Ali kemudian meminta maaf karena jalannya sidang mengganggu warga dan pegawai di Kementan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada aparat yang bertugas.

"Didasarkan dakwaan dan tuntutan persidangan, kami semata-mata lakukan objektif dan kebenaran yang hakiki hasil-hasil pemeriksaan perkara ini tuntutan terdakwa," ucap Ali.


Ali kemudian membacakan identitas Ahok dan mulai membacakan nama-nama saksi. Ahok didakwa melanggar Pasal 156 a KItab Undang-Undang Hukum Pidana. Dalam pembacaan tuntutannya, jaksa mengatakan Ahok telah memenuhi 2 unsur.

Ada pun unsur-unsur yang dipenuhi oleh Ahok adalah unsur barang siapa dan unsur di muka umum.

"Bahwa unsur barang siapa telah terpenuhi menurut hukum," ujar jaksa.

Jaksa mengatakan, perbuatan Ahok juga telah memenuhi unsur di muka umum. Alasannya karena pidato Ahok di Pulau Pramuka 27 September 2016 lalu disampaikan di tempat umum.

"Kegiatan itu telah direkam dan diliput Diskominfo dan diunggah ke Youtube yang berdurasi 1 jam 40 menit dan dapat diakses secara luas," ucapnya.

Selain itu, menurut Jaksa, Ahok mengucapkan kalimat-kalimat tersebut dengan menggunakan pengeras suara.

Ada pun kalimat yang dimaksud adalah:

"Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak-ibu ya. Jadi kalau bapak-ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa. Karena ini panggilan bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi, bapak ibu enggak usah merasa enak, karena nuraninya enggak bisa pilih Ahok. Kalau kerasa enggak enak, bapak ibu bisa mati pelan-pelan lho kena stroke"

Sehingga jaksa merasa yakin Ahok telah memenuhi 2 unsur tersebut.

"Unsur di muka umum dipenuhi," ucapnya.

Ada pun pasal 156 a KUHP berbunyi:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan, a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia, b. Dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Jaksa Klaim Tuntutan untuk Ahok Tak Terpengaruh Aksi Massa Jaksa Klaim Tuntutan untuk Ahok Tak Terpengaruh Aksi Massa Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/19/2017 09:26:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.