Okta-Diana, Calon Pengantin Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Puncak

Oktariansyah dan Diana Simatupang
Oktariansyah dan Diana Simatupang. (Facebook)
Beritakepo.com. Oktariansyah (26) dan Diana Simatupang (24), dua korban tewas dalam kecelakaan tabrakan beruntun di Tanjakan Selarong, Puncak, Jawa Barat pada Sabtu (22/4) sekitar 17.30 WIB adalah sepasang kekasih. Hal itu diutarakan Bambang, kerabat Okta dan Diana. Saat peristiwa nahas itu terjadi, sepasang kekasih itu tengah dalam perjalanan berlibur dari Tangerang, Banten, ke kawasan Puncak, Bogor.

Okta dan Diana pergi ke Puncak bersama empat teman mereka dengan sepeda motor. Bambang ikut dalam rombongan tersebut. Sebelum tabrakan maut itu terjadi, Okta dan Diana yang berangkat lebih dulu. Sedangkan Bambang dan sisa rombongan, pergi meyusul karena harus mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Raya Cianjur-Ciawi.

"Saya 'kan awalnya nungguin dia di pom bensin, dia sudah duluan sekitar 10 menit. Kemudian saya menyusul, tapi saat jalan sekitar 100 meter, ada bus yang sudah berasap. Saya parkir motor, saya dan jalan dengan istri buat cari teman saya," kata Bambang di RSUD Ciawi, Bogor, Sabtu (22/4), seperti diberitakan Kumparan.com..

Saat mendekat ke lokasi kecelakaan, Bambang mulai mencari dua temannya. Belakangan, dia menemukan Oktariansyah sudah tidak bernayawa setelah jatuh ke jurang. Jenazah laki-laki itu, saat dilihat Bambang, telah dievakuasi warga. Sedangkan Diana, dalam kondisi kritis ketika pertama kali ditemukan.

Kemudian, Oktariansyah dan Diana kemudian dibawa ke RSUD Ciawi. Menurut keterangan Bambang, Diana mengalami patah tulang di kedua kakinya. Meski sudah mendapatkan perawatan, nyawa Diana tetap tidak tertolong.

Bambang menambahkan, pasangan kekasih yang tewas dalam kecelakaan maut di Tanjakan Selarong, tinggal menghitung hari untuk melaksanakan pernikahan. "Rencananya mereka akan menikah Mei ini," ujar Bambang.


Dilansir Tribunnews.com, Oktariansyah sendiri adalah warga Palembang yang merantau ke Jakarta. Di Palembang, ia dikekatui tinggal di Jalan Rawas 8 No 634 RT 10 RW 02 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang.

Menurut Orangtua, Okta panggilan akrabnya, sudah sekitar empat tahun di Jakarta. Setelah menamatkan kuliah di Akper Mitra Adiguna, ia memutuskan merantau ke Jakarta. Selama di Jakarta, Suparman Ayah Okta, mengatakan jika anaknya berpindah-pindah kerja. Dari bekerja sebagai security di bank UOB dan yang terakhir ini bekerja sebagai marketing di Auto 2000 Jakarta.

Menurut Suparman, keduanya memang memiliki rencana tahun depan akan menikah.

"Saya sudah pernah ngobrol-ngobrol sama mereka berdua ini. Kalau mau serius Dian itu saya bilangin untuk ngomong kepada Okta agar rokoknya dikurangi, lebih baik uangnya ditabung buat menikah. Namun belum terlaksana sudah begini," ungkapnya.

Setelah peristiwa kecelakaan ini. Suparman mengaku takkan akan menuntut kepada siapapun akibat peristiwa ini. Ia ikhlas jika anaknya harus menghadap sang pencipta.

Suparmanpun mengaku, rencananya jenazah Okta akan dikubur di daerah Cibubur di dekat kediaman pamannya.

"Kasian juga jenazahnya dibawa bolak balik, jadi kita sepakat di kubur di Cibubur. Besok fajar rencana kita berangkat, penerbangan pertama. Malam ini tidak ada lagi pesawat yang terbang kesana, jadi ditunda," katanya.
Okta-Diana, Calon Pengantin Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Puncak Okta-Diana, Calon Pengantin Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Puncak Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/23/2017 03:19:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.