Ramai #IklanAhokJahat di Twitter, Ini Kata Timses Ahok-Djarot

Video Kampanye #BeragamItuBasukiDjarot
Video Kampanye #BeragamItuBasukiDjarot. (Istimewa)
Beritakepo.com. Video kampanye Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menuai reaksi negatif di kalangan netizen dan tengah menjadi trending topic di Twitter. Video yang kini dikecam netizen dengan tagar #IklanAhokJahat ini telah diunggah di media sosial sejak Jumat (8/4).

Video yang diberi judul #BeragamItuBasukiDJarot di-posting Ahok sehari lalu melalui akun Instagram dan Twiter miliknya, @basukibtp. Dilihat di Twitter pada Senin (10/4/2017) sekitar pukul 16.55 WIB, video tersebut disukai lebih dari 6 ribu netizen.

Video kampanye berdurasi 2 menit tersebut dimulai dengan beberapa anak muda yang menggedor-gedor mobil. Di dalam mobil tersebut, terlihat ibu yang merangkul anaknya. Kemudian terlihat ada beberapa pria melakukan aksi unjuk rasa.

Terlihat pula ada pemain sepakbola, bulutangkis, dan penari yang memakai kostum dari berbagai suku daerah. Dalam tayangan terakhirnya, terlihat Ahok dan Djarot yang bersama-sama menemui warga. Narasi video itu diisi oleh orasi Djarot saat Konser "Gue 2". Video itu jadi perbincangan di media sosial dan membuat tagar #Kampanyeahokjahat memuncaki trending topic di Twitter Indonesia.

Dalam narasinya, video ini mengajak untuk menghadirkan Pancasila dan Bhinekka Tunggal Ika di Jakarta. Video kampanye itu pun ditutup dengan jargon "19 April 2017 Pilih Keberagaman". Namun, video ini malah menuai kontroversi lantaran gambar bergerak tersebut menampilkan sosok protes kelompok muslim berpeci dengan latar spanduk bertuliskan "Ganyang Cina".

Gambar ini dinilai sejumlah kalangan sebagai kontraproduktif atas isu keberagaman yang dinarasikan. Sebab, bagi mereka, umat muslim tidaklah memusuhi etnis Tionghoa tersebut.

Sejumlah tokoh pun berkomentar atas video kampanye tersebut. Salah satunya adalah protes yang dilayangkan oleh Kyai Haju Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal sebagai Aa Gym. Sementara, Aliansi Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Ahok-Djarot ke Bawaslu.

Lalu apa kata pihak Ahok-Jarot?

Juru bicara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Raja Juli Antoni, membantah ada provokasi dalam video kampanye tersebut.

"Video itu menceritakan fakta historis kita sebagai bangsa, di mana proses nation building kita memang belum selesai. Selalu ada dalam penggalan sejarah kita, provokator yang mengancam dan mencabik-cabik tenun kebangsaan," kata pria yang akrab disapa Toni tersebut, kepada wartawan, Senin (10/4/2017).


"Itu kan fakta ada spanduk 'ganyang cina' di aksi-aksi itu. Jadi sebenarnya itu bukan hanya video untuk kampanye Ahok-Djarot, tapi kampanye bahaya disintegrasi bangsa, karena ujaran kebencian yang direproduksi terus-menerus oleh sekelompok orang," kata Toni.

Terkait kecaman ini, Djarot menyebut video tersebut mengambil latar peristiwa kerusuhan tahun 1998. "Saya sudah nonton dan itu memang foto jadi kok kita ingat tahun '97-'98," ujar Djarot di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (10/4).

Menurut Djarot, video itu dibuat oleh tim khusus yang melibatkan relawan. Dia menduga nuansa kerusuhan anti-etnis di era kejatuhan Orde Baru itu sengaja dihadirkan agar kejadian serupa tak kembali terulang.

Namun, sebagaimana kita tahu, bahwa peristiwa kerusuhan tahun 1998 tidak dilakukan oleh orang-orang berpeci dan berbaju putih sembari membawa spanduk Ganyang Cina seperti ditampilkan dalam video tersebut.
Ramai #IklanAhokJahat di Twitter, Ini Kata Timses Ahok-Djarot Ramai #IklanAhokJahat di Twitter, Ini Kata Timses Ahok-Djarot Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/10/2017 03:08:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.