Terkurung di Keraton, Putri PB XIII Tak Bisa Temui Anaknya yang Sakit

GKR Timoer dan putranya
GKR Timoer dan putranya. (Istimewa)
Beritakepo.com. Video menyentuh tentang seorang putri dari keraton Solo yang diposting oleh Lambe Turah hari ini, Jumat (21/4/2017), berhasil membuat netizen bertanya-tanya. Dalam video itu, terlihat seorang wanita yang menangis sembari mendekap bocah lelaki.

Keduanya tampak berpelukan erat seakan melepas rasa rindu yang amat mendalam. Sosok wanita dalam video itu sendiri adalah benar merupakan seorang putri dari keraton di Solo, Jawa Tengah.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai namanya, merupakan putri dari Sri Susuhunan Pakubuwana XIII (PB XIII), raja Kasunanan Surakarta yang telah bertakhta sejak tahun 2004. Hubungan antara GKR Timoer Rumbai dan ayahnya memang diketahui tak akur.

GKR Timoer Rumbai mempunyai pandangan yang berbeda dengan sang ayah. Hingga puncaknya, ia melayangkan gugatan kepada ayahnya sendiri pada Rabu (15/3/2017) atas pembentukan Tim Lima atau Satgas Panca Narendra. Gugatan tersebut dilayangkan ke Pengadilan Negeri Solo bersama dengan keponakan GKR Timoer Rumbai, BRM Aditya Soerya Herbanu.


Timoer, saat dihubungi detikcom via telepon, mengaku hanya dapat berkomunikasi dengan putranya melalui telepon. "Dua hari kondisinya demam tinggi sekali enggak turun-turun, sudah dibawa ke RS dr Oen," katanya, Jumat (21/4/2017) malam.

Sabtu (15/4) lalu, tim gabungan Polda Jawa Tengah dan Polresta Surakarta mengosongkan keraton. Kubu dewan adat yang berkonflik dengan PB XIII tidak dapat masuk ke dalam keraton.

"Saya saat itu tidak mau keluar, wong tinggal saya di sini. Kalau saya keluar, nanti enggak bisa masuk lagi, kaya gusti-gusti yang lainnya (dewan adat). Terus barang-barang saya gimana," katanya.

Setelah itu, dia merasa terkurung karena terkunci dari luar. Menurutnya, pintu-pintu dijaga oleh polisi. Selama sepekan, dia tinggal bersama 10 orang kerabat dan abdi dalem keraton. Mereka bertahan hidup dengan memasak bahan makanan yang ada di Keputren.

"Kan biasa, orang rumah tangga sudah belanja bahan makanan untuk sebulan ke depan. Kita masak dari itu. Tapi mulai Selasa (18/4), polisi mulai memberikan nasi kardus kepada kami," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djarod Padakova, membantah adanya tindakan yang membuat Timoer terisolasi. Menurutnya, hal tersebut merupakan kemauan dari putri raja itu.

Bahkan, lanjut Djarod, polisi telah membantu dan melayani Timoer dengan baik. Pihaknya menugaskan Kompol Juliana untuk menjaga dan memberikan pelayanan kepada Timoer.

"Apabila Gusti Timoer ingin keluar bertemu anaknya, akan kita dampingi untuk menjaga keamanannya. Termasuk keinginan gusti mau makan apa, beli apa, kita berikan," kata Djarod.

Menurut akun Instagram @lambe_turah, video dibawah ini pertemuan pertama setelah penggembokan. Setelah bertemu selama 3 jam anaknya harus meninggalkan keraton lagi. Sekarang anaknya sakit dan dirawat di rumah sakit akibat tidak bisa pulang ke rumah bertemu dengan ibunya.

Sementara di akun Facebook miliknya, GKR Timoer mencurahkan isi hatinya soal anaknya yang dirawat di rumah sakit.
Terkurung di Keraton, Putri PB XIII Tak Bisa Temui Anaknya yang Sakit Terkurung di Keraton, Putri PB XIII Tak Bisa Temui Anaknya yang Sakit Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/21/2017 09:55:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.