TNI Bantah Investigasi Alan Nairn Soal Rencana Makar via Kasus Ahok

Aksi Bela Islam I, 14 Oktober 2016
Aksi Bela Islam I, 14 Oktober 2016. (theintercept.com)
Beritakepo.com. Wartawan Alan Nairn yang punya reputasi besar sebagai 'anjing penjaga' dan musuh rezim-rezim totaliter kembali meluncurkan tulisan yang membuat heboh publik di Indonesia. Setelah menulis soal peristiwa pembunuhan massal demonstran Timor Timur di Pemakaman Santa Cruz, 12 November 1991 dan membocorkan wawancara of the record dengan Prabowo Subianto, Alan kini memaparkan investigasinya mengenai rencana makar lewat kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok di Indonesia yang menyebut ada keterlibatan militer.

Tulisan Alan Nairn dengan judul "Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President" itu pertama kali diluncurkan di situs The Intercept. Tulisan itu kemudian diterjemahkan dan ditampilkan di situs berbahasa Indonesia, Tirto.id dengan judul "Investigasi Allan Nairn: Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar", dengan seizin Nairn.

Dalam laporan tersebut, Allan Nairn menyisir kaitan Prabowo, SBY, Hary Tanoe dan Donald Trump di balik Aksi Bela Islam. Ia juga menujukkan keterlibatan para jenderal aktif maupun pensiunan, termasuk yang ada di kubu Jokowi termasuk Panglima TNI saat ini, Jenderal Gatot Nurmantyo, seperti yang dipaparkan Kivlan Zein..

Lalu apa tanggapan pihak Mabes TNI?

TNI membantah mentah-mentah tulisan jurnalis asal negeri Paman Sam itu.

"Jadi mengenai tulisan Alan Nairn saya menyatakan yang berkaitan dengan TNI itu hoax," kata Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, Jumat (21/4/2017).

Selain menepis tuduhan terhadap Gatot, Wuryanto ragu mengenai kebenaran kutipan narasumber yang menuduh Gatot itu.

"Kalau dikatakan bahwa Pak Kivlan Zein menyatakan soal Panglima, siapa yang menjamin bahwa Pak Kivlan menyampaikan hal itu," kata Wuryanto.

"Dan semestinya dari pihak yang mempunyai situs, yakni Tirto, mestinya sebelum mengangkat mengenai tulisan itu semestinya mengonfirmasi ke Panglima TNI atau paling tidak ke saya. Ini kan ada tuduhan sensitif," sambung Wuryanto.


TNI, kata Wuryanto, tengah mempertimbangkan untuk mengajukan langkah hukum mengenai tulisan Nairn tersebut.

"Dalam waktu dekat kami akan mengambil langkah hukum. Kami akan melaporkan ke polisi," ujar Wuryanto.

Dikonfirmasi secara terpisah, pemimpin redaksi Tirto, Sapto Anggoro, mengaku sudah menghubungi Mabes TNI mengenai artikel Alan Nairn yang dimuat ke media Tirto. Namun, redaksi Tirto baru mendapat respons dari Mabes TNI tadi siang.

"Kita coba hubungi tapi baru bisa nyambung tadi siang. Semalam kita hubungi, nyambung ke Humas Mabes TNI tapi tidak mau memberikan tanggapan langsung karena Pak Wuryanto yang berhak memberikan pernyataan. Beliau di-SMS dan WA tidak menjawab, baru siang dapat konfirmasi," ujar Sapto , Jumat (21/4/2017).

Sapto mengatakan, redaksi Tirto belum menerima surat keberatan dari Mabes TNI. Tirto mengaku siap jika Mabes TNI melakukan upaya hukum.

"Sekarang TNI mau melakukan tindakan hukum. Karena ini bagian dari proses liputan, kami tidak bermaksud jemawa. Kita akan menyiapkan diri apabila mabes TNI melakukan upaya hukum," ujar Sapto.

Mengenai tulisan Alan Nairn, redaksi Tirto mengatakan sudah mengantongi izin dari penulis yang bersangkutan sekaligus media The Intercept, media yang pertama kali memuat laporan orisinal Alan Nairn.

"Kita sebenarnya membaca tulisan itu menarik, kita terjemahkan dan minta izin The Intercept. Setelah kita tayangkan, semuanya dilakukan oleh Alan Nairn jadi dia yang lebih tahu, dia pertanggungjawabkan liputan tersebut," jelas Sapto.
TNI Bantah Investigasi Alan Nairn Soal Rencana Makar via Kasus Ahok TNI Bantah Investigasi Alan Nairn Soal Rencana Makar via Kasus Ahok Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/21/2017 05:46:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.