Dirut PLN Minta Penyebar Hoax Naiknya Tarif Listrik 450 Watt Ditangkap

Direktur Utama PLN Sofyan Basir
Direktur Utama PLN Sofyan Basir
Beritakepo.com. Direktur Utama PLN Sofyan Basyir geram dengan beredarnya isu rencana kenaikan tarif listrik golongan 450 volt ampere (VA) atau watt. Ia bahkan meminta Polisi untuk menangkap penyebar kabar bohong atau hoax yang kini beredar di media sosial tersebut

"Saya mau tahu siapa itu yang nyuruh bilang begitu. Perlu tahu tuh, tangkap!," ujarnya usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (12/6/2017), seperti dilansir Kompas.com.

Ia kembali menegaskan bahwa PLN tidak memiliki rencana menaikkan tarif atau mencabut subsidi pengguna listrik golongan 450 VA. Oleh karena itu, Sofyan heran dari mana asal isu kenaikan tarif listrik tersebut.

Menurut ia, PLN hanya memutuskan untuk mencabut subsidi listrik pelanggan 900 VA lantaran tidak berhak mendapatkan subsidi. Pencabutan subsidi listrik tidak menyasar rakyat miskin.

Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sisanya, 18,8 juta pengguna listrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan inilah yang subsidinya dicabut. PLN, disebutnya, mendapatkan komplain dari 54.000 pelanggan menyusul pencabutan subsidi 900 VA.

Menurut ia, isu kenaikan listrik 450 VA sengaja dihembuskan untuk menciptakan ketidaktenangan masyarakat. Selain itu, Sofyan juga menilai isu itu bertujuan untuk membuat gaduh negara.

"Karena itu kriterianya fitnah. Aku enggak pernah mau naikin (tarif listrik) 450 watt," kata dia, dilansir Liputan6.com.

Lalu bagaimana kondisi keuangan PLN setelah penarikan subsidi untuk 900 Watt tersebut?

Menurut Sofyan, uang dari subsidi yang dicabut tidak berdampak pada keuangan perusahaan.


"Seluruhnya merupakan uang negara jadi kembali ke negara bukan ke PLN,‎" kata Sofyan.

Dana subsidi tersebut akan digunakan oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur. PLN tidak berhak mengambil subsidi yang telah dicabut tersebut. "Itu kan uang negara, kami tidak berhak," tutur Sofyan.

Pencabutan subsidi listrik ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi.

Serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga. Setiap pencabutan subsidi listrikakan berdampak pada kenaikan tarif listrik golongan‎ 900 VA yang masuk kategori RTM sebesar 30 persen.

Pencabutan tahap ketiga yang diterapkan Mei hingga Juni 2017, membuat tagihan bayar listrik bertambah menjadi Rp 185.794 per bulan dari sebelumnya Rp 130 ribu.

Pencabutan subsidi listrik didasari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Pemerintah menyediakan dana subsidi untuk kelompok masyarakat tidak mampu‎.
Dirut PLN Minta Penyebar Hoax Naiknya Tarif Listrik 450 Watt Ditangkap Dirut PLN Minta Penyebar Hoax Naiknya Tarif Listrik 450 Watt Ditangkap Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/12/2017 09:13:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.