Intimidasi, Pukul dan Tampar Remaja di Cipinang, FPI: Dia Menghina Rizieq!

Mario, remaja di Cipinang Muara saat diintimidasi FPI
Mario, remaja di Cipinang Muara saat diintimidasi FPI. (Istimewa)
Beritakepo.com. Polisi menyebut sejumlah orang yang diduga mengintimidasi Putra Mario Alfian atau M, seorang remaja di Cipinang Muara, Jakarta Timur, mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI). Saat dikonfirmasi, FPI menyatakan anggotanya hadir di lokasi untuk menghindari warga tak main hakim sendiri.

"Itu anak menghina ulama terutama Habib Rizieq lewat postingan (di medsos) dan menantang umat Islam, masyarakat tidak terima cari tuh anak untuk di nasihat dan janji untuk tidak mengulangi, anak FPI hadir untuk memastikan tidak ada main hakim sendiri," kata juru bicara FPI Slamet Maarif melalui pesan singkat, Kamis (1/6/2017).

M (15) dan keluarganya sore ini telah dievakuasi ke Polda Metro Jaya. Polisi masih menunggu laporan dan akan melakukan penyelidikan soal dugaan intimidasi.

"Yang viral di video bahwa korban ini mendapatkan intimidasi dari lebih dari 10 orang yang mengaku dari ormas FPI. Jadi kita lakukan evakuasi dulu," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017).

Hendy menjelaskan, M dan keluarnya dievakuasi hingga proses hukum selesai. Malam ini, pihak M akan membuat laporan polisi yang kemudian akan ditindaklanjuti polisi.

"Laporan polisi ini terkait dengan penganiayaan yang dialami oleh M dimana M masih berumur 15 tahun, kemungkinan dijerat dengan pasal penganiyaan anak di bawah umur atau pengeroyokan," ujarnya.

"Untuk pelaku dalam proses penyelidikan, kita lagi menunggu laporan, malam ini langsung kita tindaklanjuti," sambungnya.


Sebelumnya, Di media sosial saat ini tengah beredar beberapa video yang memperlihatkan seorang remaja tengah 'disidang' dan mengalami intimidasi oleh beberapa orang. Tak hanya intimidasi, beberapa tindak kekerasan pun ikut dilakukan oleh sejumlah orang termasuk aksi menampar remaja tersebut.

Salah seorang di video itu mengatakan, "Besok lu temen-teman lu yang sama etnis kayak lu juga lu nasehati...ini udah kejadian di gua, supaya nasibnya gak sama kaya lu. Ini mending lu gak diapa-apain, Di Jakarta Barat udah gak berbentuk...kalau FPI begini --kita pake proseduran, cuma masyarakat yang gak bisa nahan karena kenapa, Habib Rizieq Shihab bukan hanya milik FPI, punya umat Islam."

Video yang dipecah hingga 4 bagian tersebut berdurasi 2 menit hingga beberapa detik, dan diposting di akun Facebook seseorang pada tanggal 29 Mei. Oleh Facebook, 3 bagian pertama video ini diberi label peringatan, karena mengandung unsur kekerasan. Berikut videonya.

GP Ansor, gerakan yang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama, telah bertemu dengan Mario "dan mengadvokasi dan menguatkan psikis anak ini yang dikeroyok di tengah malam dan dipukuli," kata Yaqut kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Diusir dari rumah kontrakan

Anak 15 tahun di Cipinang Muara, Jakarta itu, "sebenarnya sejak dari rumah dia sampai ke rumah RW sudah dipukuli, ditampar-tampar sama orang," tambahnya.

Namun Yaqut mengatakan kondisi Mario "tegar, apa yang dirasakan hanya sakit sakit di badan bekas dipukul-pukul. Secara umum anak ini tegar dan anak yang biasa susah yang saya lihat."

Ibu Mario tak bisa membantu putranya yang dibawa ke kediaman ketua RW di kawasan itu, kata Yaqut.

"Ibunya punya anak tujuh dan janda, dan ini anak dari keluarga miskin, bagaimana ibunya mau melakukan sesuatu ketika datang serombongan orang yang berperilaku biadab seperti itu."

"Setelah kejadian dan lebih mengenaskan ibu dan keluarga Mario lain diusir dari rumah kontrakannya karena yang punya rumah kontrakan takut kejadian itu akan terulang," tambahnya.

Sementara itu anggota FPI Habib Novel mengatakan belum melihat video tersebut namun bersikukuh siapapun yang menghina ulama akan mereka kejar.

"Kita jelas dulu itu bagian dari FPI atau bukan. Kita ini pejuang amar ma'ruf nahi munkar (perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat), kalau memang menentang dengan syariat Islam, menghina agama dan ulama ya akan kita kejar ke manapun," kata Novel kepada wartawan BBC Indonesia, Nuraki Aziz.

"Jadi kita tidak akan diamkan, siapapun, agama manapun, etnis manapun, suku manapun yang ketika dia sudah menghina agama Islam, menghina ulama, menghina al-Quran, maka akan kita kejar ke manapun," tambahnya.
Intimidasi, Pukul dan Tampar Remaja di Cipinang, FPI: Dia Menghina Rizieq! Intimidasi, Pukul dan Tampar Remaja di Cipinang, FPI: Dia Menghina Rizieq! Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/01/2017 08:15:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.