Tak Tahan Terus Dibully Soal Plagiat, Afi Nihaya: My Heart Breaks A Lot

Afi Nihaya minta maaf soal plagiarisme
Afi Nihaya minta maaf soal plagiarisme. (Kompas.com)
Beritakepo.com. Afi Nihaya Faradisa atau Asa Firda Inayah, penulis remaja yang populer karena tulisan-tulisannya di media sosial, meminta maaf dua kali terkait dugaan plagiarisme yang ramai diperdebatkan di media sosial beberapa pekan terakhir.

Tulisan Afi berjudul Belas Kasih dalam Agama Kita yang diunggah Mei lalu dikritik karena dalam beberapa bagian persis sama dengan tulisan berjudul Agama Kasih oleh penulis Mita Handayani.

Pada awal Juni, Afi mengakui bahwa dirinya pernah melakukan plagiarisme dan meminta maaf. Dalam pembelaannya, dia mengatakan, "Kita semua pernah (melakukan plagiarisme). Siapa yang tidak pernah melakukannya? [...] Tak ada gagasan yang benar-benar murni, asli."

Baca juga: Dituding Plagiat, Afi Nihaya Faradisa: Sorry, I'm Not Perfect

Namun banyak orang merasa tidak puas dengan permintaan maaf itu karena dinilai tidak tulus. "Tinggal mengaku dan minta maaf tanpa embel-embel alasan macam-macam itu susah banget yak?" kata Danang Kawantoro di Facebook.

Nama Afi Nihaya menjadi populer dan diperbincangkan banyak orang setelah tulisan dengan pesan toleransi berjudul 'Warisan' menjadi viral di media sosial. Ketika itu, selain menerima banyak pujian, sebagian orang mengungkapkan keraguan bahwa itu adalah tulisan aslinya.


Pada Minggu (11/06) sore, Afi kembali mengunggah tulisan permintaan maaf dan secara spesifik mengakui bahwa dirinya 'mencatut beberapa paragraf dari tulisan Mita Handayani'. Kini, akun Facebook Afi kembali dinonaktifkan.

"Saya mengakui hal tersebut sebagai sebuah kesalahan. Saya juga tidak akan membela diri dengan mengatakan bahwa Nabi pun juga pernah bersalah, atau mengatakan bahwa saya sama seperti anak 18 tahun di luar sana yang bisa saja melakukan kesalahan," tulis Afi.

Selain itu di status yang ditulisnya 19 jam lalu, Afi juga mengaku sudah meminta maaf dan berkomunikasi dengan pemilik akun Mita Handayani jauh sebelum dugaan plagiarisme meledak di media.
THIS IS MY APOLOGY . Ini adalah permintaan maaf saya, Afi Nihaya Faradisa, pada semua pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan saya yang telah mengutip beberapa paragraf untuk dijadikan status tanpa mencantumkan sumber. . Dengan ini saya mohon maaf sebesar-besarnya. . Benar, saya mencatut atau mengopas beberapa paragraf dari tulisan di akun Mita Handayani dengan menambahkan sendiri beberapa paragraf yang berisi gagasan pribadi, kemudian mempostingnya kembali di akun saya dengan judul "Belas Kasih dalam Agama Kita" pada bulan Mei lalu (dan sampai sekarang tulisan tersebut masih bisa dilihat pada akun saya). . Saya mengakui hal tersebut sebagai sebuah kesalahan. Saya juga tidak akan membela diri dengan mengatakan bahwa Nabi pun juga pernah bersalah, atau mengatakan bahwa saya sama seperti anak 18 tahun di luar sana yang bisa saja melakukan kesalahan. . Sebenarnya, tak seorangpun tahu bahwa saya telah meminta maaf dan berkomunikasi dengan akun Mita jauh sebelum hal ini meledak di media. Saya dan beliau baik-baik saja. . Orang-orang yang sudah lama berteman dengan akun saya ini (dan akun lama saya yang telah deactivated) juga tentunya tahu bahwa jauh sebelum saya viral, saya telah menulis banyak hal. . Dari ratusan tulisan dan beberapa diantaranya yang telah saya post di dunia maya, hanya satu tulisan itulah yang bukan tulisan saya sendiri. Yang lainnya, termasuk tulisan berjudul WARISAN yang membuat saya viral adalah tulisan saya sendiri dan bukan hasil copas tulisan orang. . Mengapa orang-orang sulit sekali percaya bahwa anak SMA juga bisa menulis? . Saya paham bahwa beberapa orang mungkin tidak menyukai gagasan-gagasan tentang kebhinnekaan yang saya bawa, tapi itu bukanlah sebuah pembenaran untuk melontarkan fitnah dan kebohongan macam-macam. Siapapun bisa mengedit sebuah gambar seolah itu adalah tangkapan layar atau screenshot, kemudian menuding bahwa tulisan-tulisan saya sendiri adalah hasil plagiarisme. . (Bersambung ke bagian #2)
A post shared by Afi Nihaya Faradisa (@afi.nihayafaradisa) on

Afi menuturkan bahwa teman-temannya pasti mengetahui bahwa dirinya sudah menulis banyak hal sebelum tulisan-tulisannya menjadi viral. Dia mempertanyakan alasan banyak orang yang sulit percaya bahwa anak SMA bisa menulis.

"Dari ratusan tulisan dan beberapa di antaranya yang telah saya post di dunia maya, hanya satu tulisan itulah yang bukan tulisan saya sendiri. Yang lainnya, termasuk tulisan berjudul WARISAN yang membuat saya viral adalah tulisan saya sendiri dan bukan hasil copas tulisan orang," ungkap Afi dalam statusnya.

Dia juga menyayangkan banyak orang yang menyerang dia karena postingan dari akun palsu yang menggunakan namanya. Hal tersebut juga mengakibatkan dia kehilangan teman hingga gurunya.

"My heart breaks, a lot. Anda mungkin tidak akan memahami ini sebelum mengalami sendiri. Jika tidak bisa selamanya, tolong hentikan itu semua selama Ramadan saja. Keinginan saya sederhana; ingin ibadah dengan bernafaskan ketenangan. Saya mungkin masih bisa survive, tapi saya mohon jangan pernah lakukan hal yang sama kepada anak-anak lain hanya karena Anda melihat saya masih hidup sampai hari ini," tulis Afi di akhir statusnya.
Lanjutan (bagian #2) : . Seakan-akan itu semua belum cukup, akun saya juga banyak dipalsukan dan orang-orang menyerang saya karena postingan tidak bertanggung jawab dari si pemalsu itu. Orang ramai-ramai menulis tentang saya, padahal kenal saja tidak. Meme, gambar, dan video-video berisi fitnah serta hinaan bertebaran, tak hentinya datang. Saya kehilangan banyak hal; dari teman sampai guru. Bahkan, nama saya pun diartikan macam-macam, dikemas dalam sebuah tulisan panjang, entah tujuannya untuk apa. Dan anehnya, banyak saja yang percaya. . Dengarkan saya sekali saja. Tidak semua berita (yang dari media maupun yang bukan dari media) tentang saya adalah benar. Tidak semua pernyataan/kutipan yang disebarkan orang, seolah itu semua dari diri saya (terutama yang menyangkut SARA), adalah benar. Saya memang tidak bisa mengendalikan apa yang ada di luar sana. Tapi, saya mohon dengan sangat bahwa sebagai manusia yang punya hati nurani, sebelum menyodorkan tuduhan dan prasangka macam-macam, setidaknya lakukanlah tabayyun (istilah agama Islam untuk memeriksa dengan teliti), klarifikasi, dan cari bukti. . Anda tahu, tiap detik saya harus menerima pesan bernada sinis, bully, merendahkan, bahkan ancaman ke akun FB, Instagram, atau WA saya (sampai saya harus ganti nomor baru). Sampai hari ini, jumlahnya puluhan ribu. Belum lagi yang ada di kolom komentar. . Pahamilah bahwa sama seperti Anda, saya adalah manusia biasa yang bisa sedih, tertekan, dan terluka ketika diperlakukan sedemikian rupa, siang malam tanpa jeda. . Sebegitu besarkah kesalahan saya? . My heart breaks, a lot. . Anda mungkin tidak akan memahami ini sebelum mengalami sendiri. . Jika tidak bisa selamanya, tolong hentikan itu semua selama Ramadan saja. Keinginan saya sederhana; ingin ibadah dengan bernafaskan ketenangan. . Saya mungkin masih bisa survive, tapi saya mohon jangan pernah lakukan hal yang sama kepada anak-anak lain hanya karena Anda melihat saya masih hidup sampai hari ini. - Afi
A post shared by Afi Nihaya Faradisa (@afi.nihayafaradisa) on
Tak Tahan Terus Dibully Soal Plagiat, Afi Nihaya: My Heart Breaks A Lot Tak Tahan Terus Dibully Soal Plagiat, Afi Nihaya: My Heart Breaks A Lot Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/12/2017 06:37:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.