Tulisannya Disebut 'Di-Copas" Afi Nihaya, Ini penjelasan Mita Handayani

Afi Nihaya bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin
Afi Nihaya bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin. (Instagram @afi.nihayafaradisa)
Beritakepo.com. Asa Firda Inayah (18) alias Afi Nihaya Faradisa menjadi perbincangan publik karena tulisan-tulisannya di Facebook. Namun belakangan siswi SMA ini jadi perbincangan gara-gara dituduh memplagiat tulisan orang lain, yakni Mita Handayani.

Tulis Afi yang berjudul 'Belas Kasih dalam Agama Kita' yang diunggah di Facebook Afi pada 25 Mei 2017 memang terlihat seperti hasil Copas atau Copy Paste dari akun Mita Handayani, yang ditulis pada tanggal 30 Juni 2016. Namun demikian, perbandingan kedua tulisan itu muncul dalam bentuk screenshot, tulisan itu tak ada di dinding akun Facebook milik Mita.

Lalu bagaimana tanggapan Afi?

Dilansir detikcom, Kamis (1/6/2017), Afi awalnya tak ingin terlalu banyak berkomentar soal tudingan itu. Alasannya, dia merasa banyak orang-orang yang membenci dirinya yang bakal senang bila mentalnya turun di saat seperti ini.

"No comment sih ya. Kalau ngomong sekarang, saya takut salah. Tolong hormati keputusan saya," kata Afi.

Dia menyatakan akan menyusun penjelasan perkara tuduhan plagiat itu. Namun penjelasan itu tak akan dipublikasikan untuk khalayak umum. Afi merasa ini adalah urusan orisinalitas tulisannya adalah urusan pribadi, bukan urusan publik.

"Saya akan membuat klarifikasi dengan diri saya sendiri secara pribadi, no blow up in public. Publik tidak perlu mengambil bagian dari hal ini, karena ini benar-benar hal yang pribadi dari diri saya," tutur siswi SMA Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Afi mengaku mendapatkan inspirasi tulisan dari mana saja. Bahkan semua tulisan yang dia baca bisa menjadi masukan bagi karya-karyanya.

"Terlepas dari itu, pasti saya punya banyak inspirasi tulisan dari orang lain. Dan tidak ada orang yang paling menginspirasi. Semua yang saya baca menginspirasi," kata Afi.

Baca juga: Afi Nihaya Faradisa Plagiat Tulisan Mita Handayani?


"Mita Handayani itu sebenarnya akun siapa?" kata Afi.

Dia mengaku pernah membaca tulisan dari Mita Handayani. "Dulu banget sih pernah. No more comment," tandasnya.

Lalu bagaimana tanggapan Mita?

Lewat akun Facebook miliknya, Mita memberikan penjelasan soal isu. Ia tak secara gamblang menyebut Afi melakukan plagiarisme terhadap tulisannya. Berikut penjelasan Mita.

Jadi gini..

Betul. Aku pernah menulis sebuah catatan ringan pada Ramadan tahun lalu yang berjudul "Agama Kasih", yang screenshot-nya beredar saat ini. Tulisan itu masih serangkai dengan "Lampu Sang Khalifah" yang juga tayang di tanggal yang sama. Keduanya aku tulis untuk meramaikan momen Ramadan saat itu, dan sebenarnya justru lebih ditujukan kepada segmen pembaca anti Islam agar bisa mengapresiasi sisi lain Islam yang mungkin jarang mereka dengar. Bahwa Islam tidak monolitik, bahwa Islam juga terdiri dari kutub-kutub tafsir yang saling berkompetisi. Dan bahwa sebagian kutub itu juga menyajikan wajah Islam yang sejuk.

Sejak dulu, tulisanku sudah biasa disalin, diproduksi ulang, dan disebar orang lain di grup dan tempat-tempat yang kadang aku sendiri tidak tahu. Aku tidak pernah ambil pusing soal itu. Menulis bagiku adalah soal lain. Meminjam istilah Pram: bekerja untuk keabadian. Dan dalam konteks ini, bukan nama yang ingin kuabadikan.

Aku tidak pernah mengenal dan berkomunikasi dengan Afi Nihaya Faradisa sebelum ramai-ramai ini. Kalau Afi merasa terinspirasi oleh salah satu tulisanku, aku ikut merasa senang. Afi anak yang cerdas, dan aku sudah sering melihat tulisannya bertebaran juga sebelum ini. Kalau ada kesalahan fatal yang Afi lakukan, itu adalah karena belakangan ini dia mulai berani menyentuh isu agama, sehingga mengundang gelombang pembenci baru yang siap mencari-cari dan menguliti semua kesalahannya yang lain.

Terkait tulisan yang ramai diperbincangkan, yang bisa kukatakan adalah, tulisan itu mungkin berangkat dari keprihatinan Afi terkait aksi Bom Kampung Melayu sebelumnya. Tulisan itu ditayangkan Afi dalam niat untuk membela nama agamanya dari tuduhan terorisme dan kebencian. Dia merasa perlu segera menanggapi, dan mungkin berpikir bahwa tulisan itu adalah respons yang tepat.

Aku pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Jika usaha Afi kali ini dianggap kesalahan, aku mohon dimaafkan. Mungkin kita yang terlalu membebaninya, sehingga Afi merasa memiliki tugas moral untuk terus menginspirasi pembacanya, terutama di waktu-waktu genting ketika justru yang lebih tua tak bisa diandalkan untuk menyejukkan keadaan. Afi merasa harus berbuat sesuatu, dan jika itu salah, mohon dimaafkan. AKu pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Tak apa-apa, sayang.. matahari masih terbit esok hari. Kamu akan terbang lebih tinggi lagi, dengan sayap yang lebih kuat lagi, dan pengalaman hidup yang lebih kaya lagi dari kebanyakan manusia.

PS: Oh iya, soal referensi lalat yang dipermasalahkan. Betul itu salah referensi, thanks ya koreksinya. Yang betul adalah dari Kitab Fayd Al-Qadir karya Imam Al-Munawi.

Tulisannya Disebut 'Di-Copas" Afi Nihaya, Ini penjelasan Mita Handayani Tulisannya Disebut 'Di-Copas" Afi Nihaya, Ini penjelasan Mita Handayani Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/01/2017 06:58:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.