Jokowi Tolak Permohonan Konsultasi dari Pansus Angket KPK

Jokowi berpidato di acara IDByte 2017
Jokowi berpidato di acara IDByte 2017. (Setneg)
Beritakepo.com. Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan rapat konsultasi dengan Presiden Joko Widodo. Surat telah dikirimkan Pansus Hak Angket kepada pimpinan DPR untuk diteruskan kepada Presiden. Pimpinan DPR RI kemudian memutuskan untuk tidak mengirimkan surat tersebut kepada Presiden.

Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Taufiqulhadi berharap rapat konsultasi dengan Presiden dapat dilakukan sebelum masa akhir kerja Pansus Angket, yakni 28 September 2017.

Jokowi sendiri secara tegas menolak permohonan Pansus Hak Angket tersebut.

"Sudah saya sampaikan. Jawabannya, (konsultasi Pansus KPK) itu domainnya DPR. Itu wilayahnya DPR. Jangan dibawa-bawa ke saya," ujar Jokowi di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017).

Jokowi menegaskan kembali bahwa lembaga eksekutif mendukung penguatan KPK secara kelembagaan.

"Komitmen kita jelas. Masa saya ulang-ulang terus bahwa penguatan KPK itu harus, ya sudah," ujar Jokowi.

Dua pekan lalu, Jokowi menyebutkan bahwa ia sebagai bagian dari lembaga eksekutif tidak memiliki wewenang dalam seluruh aktivitas Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK.

Presiden menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh pansus sepenuhnya berada dalam wilayah DPR.
Jokowi Tolak Permohonan Konsultasi dari Pansus Angket KPK Jokowi Tolak Permohonan Konsultasi dari Pansus Angket KPK Reviewed by Amborsius Ambarita on 9/30/2017 10:02:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.