Pangdam Mulawarman Akan Hukum Pengunggah Artikel yang Fitnah BIN & Polri

Artikel di situs Kodam Mulawarman yang memfitnah Kepala BIN
Artikel di situs Kodam Mulawarman yang memfitnah Kepala BIN. (Istimewa)
Beritakepo.com. Situs Kodam VI/Mulawarman mem-posting artikel yang memfitnah Kepala BIN, Budi Gunawan terkait isu pembelian 5.000 senjata dan membentuk opini Polri menguasai senjata berat yang biasa digunakan militer.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Sonhadji memberi penjelasan dan menyatakan kecolongan. Ia menyebut artikel tersebut nongol secara liar. Tanpa koordinasi dengan pimpinan Kodam.

Adapun artikel yang dimaksud di-posting pada Rabu (27/9) dengan judul 'SIAPA YANG MENCATUT NAMA PRESIDEN INGIN DATANGKAN SENJATA 5000 PUCUK'. Dalam artikel itu, bukan hanya soal senjata saja yang dianalisis oleh penulis. Sejumlah isu politis ada dalam artikel.

Artikel mengangkat nama Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan. Mulai namanya yang sempat terseret dalam kasus korupsi di KPK hingga kegagalannya maju sebagai Kapolri.

"Jendral Polisi Budi Gunawan mantan Ajudan Presiden Megawati pernah diplot jadi Kapolri. Namun, karena penolakan yang kuat, dipilihlah TITO. BG hanya jadi Wakapolri utk menghibur Megawati, maka kemudian dilantik jadi Kepala BIN," demikian kutipan dari artikel Kodam Mulawarwan itu.

Penulis artikel tersebut juga menuliskan sebaiknya Kepala BIN diisi oleh perwira militer. Jikapun tidak, lebih baik dijabat oleh sipil, bukan dari polisi.

Baca juga: Saat Situs Resmi TNI Bikin Berita Memfitnah Polri-BIN

"Jabatan Kepala BIN kalau tidak dipegang militer, lebih baik serahkan langsung pada pejabat sipil, bukan Polisi rekening gendut seperti BG. Apalagi hal tersebut dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka rusak negara ini," tulis sang pembuat artikel yang belum diketahui identitasnya.

Pangdam Mulawarman Mayjen Sonhadji mengatakan tak pernah ada perintah dari pejabat Kodam mengenai posting artikel tersebut. Menurutnya, tulisan itu bukan dibuat staf Kodam, namun dari pihak luar.

"Jadi itu anggota-anggota Pendam (Penerangan Kodam) dapat share dari WhatsApp-WhatsApp. Saya juga dapat dari mana-mana," ujar Sonhadji, Jumat (29/9/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Sonhadji menyatakan, saat artikel itu di-posting, pejabat-pejabat Kodam sedang berada di Kaltara dalam rangka pembukaan latihan bersama pasukan Indonesia dengan Malaysia. Termasuk petinggi Pendam.

"Kemarin tanggal 27 September saya, pejabat Kodam, semua ada di Kaltara, ada di Tarakan, dalam rangka pembukaan latihan bersama dengan Malaysia," jelas Sonhadji.

"Tanpa laporan, mereka dapat (broadcast) WA aneh-aneh dimasukkan di website," imbuh jenderal bintang itu. Sonhadji menyebut saat ini pihak-pihak yang terlibat dalam pengunggahan artikel itu saat ini sedang dalam pemeriksaan. Dia memastikan akan memberi sanksi.

"Lagi diperiksa oleh Asintel Kodam. Oh iya (disanksi), nggak laporan, nggak apa (langsung unggah artikel tanpa izin)," tegas jenderal bintang dua itu.

Sebenarnya ada 2 artikel lain yang diupload di situs www.kodam-mulawarman.mil.id terkait isu-isu yang sedang berkembang belakangan ini. Dua artikel lainnya berjudul'TNI JENDERAL GATOT NURMANTYO MEMUTAR KEMBALI FILM PENGHIANATAN G.30.S/PKI' dan 'INTELIJEN TNI VALID: INILAH VIDEO BUKTI POLISI MEMILIKI SENJATA ANTI TANK YANG DITUDUHKAN PANGLIMA TNI'. Kini artikel-artikel tersebut sudah tidak dapat ditemukan di situs Kodam Mulawarman.

Seperti diketahui, isu 5.000 senjata ramai dibicarakan setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyinggungnya di sebuah forum. Isu PKI juga kembali menyeruak usai ada perintah Gatot soal nonton bersama film G30S/PKI. Belakangan pun muncul video anggota Brimob tengah berpose dengan RPG.
Pangdam Mulawarman Akan Hukum Pengunggah Artikel yang Fitnah BIN & Polri Pangdam Mulawarman Akan Hukum Pengunggah Artikel yang Fitnah BIN & Polri Reviewed by Amborsius Ambarita on 9/28/2017 11:54:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.